
Enam bulan berlalu!
Pagi ini mommy Elvia dikejutkan dengan Ziu yang tengah berdiri tegap didepan kaca jendela kamarnya!
"Oh my God! Ziu! Dad, Daddy Ziu Dad," teriak mommy Elvia.
Daddy Morgan yang memang hendak menemui Ziu didalam kamarnya, sempat terkejut karena mendengar mommy Elvia berteriak histeris. Ziu dengan santainya berbalik arah berhadapan dengan mommy Elvia.
Mommy Elvia segera berlari memeluk putera keduanya itu, didalam pelukan Ziu! Mommy Elvia menangis tersedu-sedu, pasalnya Ziu yang telah lama lumpuh pagi ini bisa berdiri tegap seperti saat dulu.
Daddy Morgan yang terburu-buru menghampiri mommy Elvia didalam kamar Ziu, tak kalah ikut terkejut saat melihat Ziu sedang berdiri tegap memeluk mommy Elvia.
"Ziu, kau?"
"Aku sudah bisa berdiri dan berjalan Dad, meskipun belum terlalu lancar," kata Ziu.
Setelah enam bulan lalu memutuskan untuk tidak lagi mendatangkan Dokter Misha ke rumah, Ziu memang menjalani berobat jalan saja! Namun baru sejak semalam, Ziu mencoba berdiri ternyata dia bisa, dan dicoba untuk berjalan pun dia sudah mampu melakukannya.
Daddy Morgan dan Mommy Elvia pun bersama-sama menangis haru atas kesembuhan Ziu!
"Ziu, sejak kapan kau bisa berdiri normal seperti ini?" tanya Daddy Morgan.
"Semalam Dad, dan ketika aku bisa berdiri! Semalaman aku mencoba untuk berlatih berjalan dan ternyata aku bisa melakukannya!" kata Ziu.
"Bisa kau perlihatkan pada kami?" tanya Mommy Elvia.
"Aku akan mencobanya perlahan," kata Ziu.
Kemudian Mommy Elvia dan Daddy Morgan pun sangat bersemangat melihat apakah Ziu benar sudah bisa berjalan normal seperti dulu, secara perlahan Ziu mulai melangkahkan kaki kanannya kemudian disusul dengan kaki kirinya, memang gerakannya masih seperti robot karena sangat kaku tapi ini merupakan anugerah yang luar biasa.
__ADS_1
"Terimakasih Tuhan, anakku bisa berjalan kembali!" teriak Daddy Morgan.
"Mommy akan adakan pesta atas kesembuhan mu ini Ziu,"
"Mom, tidak usah terlalu terburu-buru tunggu lah satu Minggu lagi setidaknya sampai cara berjalan ku tidak seperti robot lagi,"
"Tidak, pokoknya mommy akan tetap menggelar pesta besok! Kita harus membagi kebahagiaan kita ini Ziu, kau harus tau banyak orang yang sangat mengharapkan kesembuhan mu, dan mommy yakin kakakmu pasti akan sangat bahagia mendengar ini,"
Mendengar mommy Elvia membahas tentang Zee sang kakak, membuat ekspresi wajah Ziu langsung berubah total! Sudah enam bulan berlalu sejak kenyataan pahit itu terbongkar, Ziu masih belum bisa memaafkan Zee dan Sabia karena telah tega mengkhianati dirinya disaat dirinya sedang sangat down akibat menderita kelumpuhan.
Saking antusiasnya, Mommy Elvia dan Daddy Morgan langsung menyiapkan pesta sederhana di rumah atas kesembuhan Ziu, Mommy Elvia pun menelpon Zee dan sanak saudara lain untuk memberikan kabar baik ini. Rencananya mereka akan menggelar makan-makan di rumah dengan chef profesional yang akan memasak banyak hidangan lezat untuk para tamu yang akan datang.
"Siapa lagi yang belum aku telepon ya?" gumam Mommy Elvia.
"Dokter Misha apa sudah kau telepon mom? Dia sangat membantu Ziu meskipun Ziu sangat cuek terhadapnya," kata Daddy Morgan.
"Ya Tuhan, iya Dad Mommy hampir lupa dokter Misha wajib kita undang juga," kata Mommy Elvia.
"Apa itu senyuman untuk orang selain aku?" tanya Sabia.
"Bia, aku punya kabar baik untukmu!" kata Mr Zie sambil membantu Sabia untuk duduk dikursi.
Perut Sabia yang mulai nampak membesar dan berat badannya yang mulai naik beberapa kilo, terkadang membuat Sabia kesulitan ketika hendak duduk maklum saja Sabia saat ini sedang mengandung dan kehamilannya telah memasuki usia dua puluh Minggu.
"Kabar baik apa?"
"Ziu, dia sudah bisa berjalan lagi dia sembuh Bi!"
Wajah Sabia pun langsung sumringah mendengar kabar baik tentang Ziu.
__ADS_1
"Benarkah? Apa mommy menelpon mu? Ini sungguhan?"
"Aku sendiri masih tidak percaya, tapi mommy mengatakannya! Pagi tadi Ziu menunjukkan dirinya sedang berdiri didalam kamar dan ternyata Ziu juga sudah bisa berjalan lagi, karena itu mommy mengundang kita besok untuk datang ke rumah!"
"Aku sangat bahagia mendengar kabar ini, tapi apa mungkin Ziu sudah memaafkan kita?"
"Sayang, aku tidak peduli dia sudah memaafkan kita atau tidak! Yang jelas aku akan datang untuk melihat keadaannya, kau ikutlah denganku besok,"
"Hmm, baiklah aku juga ingin sekali melihatnya,"
"Oke, lalu apa semua urusanmu sudah beres?"
"Ya sudah, tidak terasa dua hari lagi aku akan wisuda akhirnya aku lulus juga dan nantinya aku juga akan menjadi seorang Ibu!"
"Kau hebat Bi, aku bangga padamu!"
Mr Zee pun memeluk Sabia dan mengusap lembut rambut istrinya itu. Karena sudah tidak ada urusan lagi di kampus, Sabia pun meminta izin untuk pulang lebih dulu, tidak mungkin juga Sabia menunggu Mr Zee sampai selesai mengajar sore nanti.
Sabia pun pulang dijemput oleh supir pribadinya, sejak hamil atau lebih tepatnya sejak bersama dengan Mr Zee. Sabia tidak pernah lagi mengemudikan mobilnya sendiri, selalu kemana-mana dengan Mr Zee ataupun dengan supir pribadinya.
Setibanya di rumah, terlihat Naura yang sedang makan buah sendirian dimeja makan.
"Wanita hamil tapi selalu sendirian, makan sendirian, tidur sendirian uh uh uh malang benar!" goda Sabia sambil mengambil potongan buah apel dari piring Naura.
"Kau sendiri, sudah hamil pulang dari kampus selalu bersama supir! Ayahnya itu supir atau siapa sebenarnya?"
"Oh my God, teganya kau berkata begitu padaku," kata Sabia.
Ckckckck...
__ADS_1
Kedua wanita hamil itupun malah melanjutkan obrolannya, kehamilan Naura dan Sabia hanya berselisih satu Minggu saja, karena lewat program bayi tabung Naura berhasil hamil lebih dulu dibandingkan dengan Sabia.