
Yang pertama kali Ziu datangi adalah kakaknya sendiri yaitu Mr Zee, pasalnya sejak enam bulan lalu keduanya tidak pernah lagi saling bertemu! Hanya kedua orangtua Mr Zee saja yang selalu berkunjung menemui Mr Zee dan Sabia di rumah Daddy Gilbert, sementara Ziu belum pernah lagi bertemu keduanya sejak enak bulan terakhir, itu sebabnya tatapan Ziu mengarah pada perut buncit Sabia karena hanya Mommy Elvia dan Daddy Morgan saja yang sudah mengetahui kehamilan Sabia, sementara Ziu tidak tau sama sekali! Sengaja mereka semua merahasiakan kehamilan Sabia dari Ziu karena takut semakin melukai hatinya.
"Bolehkah aku memeluk adikku?" tanya Mr Zee.
"Seharusnya kau tidak perlu repot-repot datang," kata Ziu.
"Ziu, mau sampai kapan kalian seperti ini?" tanya Mommy Elvia.
"Kau gerak cepat juga rupanya, sampai-sampai perut isteri mu sudah terlihat membesar! Apa kau sengaja memamerkannya padaku?"
"Aku hanya datang untuk melihat keadaanmu, dan aku bahagia sekali kau sudah bisa berjalan! Ziu lupakan yang sudah terjadi, ini semua diluar kuasa kita!" kata Mr Zee.
Namun Ziu hanya tersenyum sinis mendengar kata-kata dari Mr Zee, setelah bertegur sapa dalam keadaan memanas seperti tadi Ziu memilih menyapa para tamu lainnya dibandingkan berlama-lama berada didekat Sabia ataupun Mr Zee.
"Mom, bagaimana ini Ziu masih membenci kami ternyata," kata Sabia.
"Sudahlah Bi jangan dipikirkan, dia itu sebetulnya senang akan memiliki keponakan sebentar lagi! nanti ketika anakmu sudah lahir, mommy jamin Ziu pasti akan sangat bahagia dan menyayangi keponakannya!" kata mommy Elvia.
Sebenarnya Ziu sendiri sudah bisa memaafkan Mr Zee dan Sabia, dan melihat Sabia telah mengandung Ziu pun ikut merasa senang! Hanya saja rasa jengkel itu sesekali selalu muncul hingga membuat sikapnya terhadap Mr Zee dan Sabia masih sedikit ketus.
Semua yang datang pun mulai menyendok hidangan yang tertata rapih diatas meja, ada banyak menu pilihan untuk membuat perut mereka kenyang dan membuat lidah mereka menari sempurna oleh makanan-makanan lezat itu.
Sayangnya Ziu lebih memilih duduk menjauh dari keramaian dan menghisap satu batang rokok! Dokter Misha pun menghampiri Ziu untuk memberikan selamat atas kesembuhannya.
"Malam Ziu, bolehkah aku duduk disini?"
__ADS_1
"Duduk saja, bangku ini cukup luas untuk menampung dua orang,"
"Aku datang karena diundang oleh Ibumu, sekaligus aku juga ingin melihat keadaanmu setelah enam bulan kita tidak bertemu lagi secara intens!"
"Ya, terimakasih dokter! Maaf dulu sikapku sangat tidak baik padamu,"
"Tidak apa-apa aku mengerti masa-masa itu sangat sulit untukmu!"
Suasana pun sempat hening selama beberapa saat, karena baik Ziu maupun dokter Misha masih sama-sama kaku dalam menyambungkan obrolan.
"Kalau begitu aku sebaiknya bergabung dengan yang lain, aku tidak enak menganggu mu!"
"Bukankah ini disebut menemani bukan mengganggu?" tanya Ziu.
Ziu kemudian menoleh kearah dokter Misha dan membuat keduanya saling menatap dalam jarak dekat, wanita mana yang tidak gerogi ditatap seperti ini oleh laki-laki setampan Ziu, dokter Misha pun langsung salah tingkah dan gelagapan sendiri.
"Ya, orangtuaku memang menjodohkan aku beberapa bulan lalu dengan seorang laki-laki yang baik!"
"Jadi kau akan segera menikah?"
"Sayangnya aku menolak perjodohan itu," kata dokter Misha.
Ziu pun semakin serius menatap dokter Misha, dan dokter Misha pun sampai berusaha memalingkan pandangannya! Hatinya benar-benar meleleh ditatap oleh Ziu yang memang telah membuat hatinya jatuh cinta sejak lama.
"Kenapa kau menolaknya?"
__ADS_1
"Karena aku menyukai laki-laki lain!" kata dokter Misha.
"Apa laki-laki lain itu juga menyukai mu?"
"Sepertinya tidak! Dia Selalu mengabaikan aku, dan bersikap cuek terhadapku! Bodohnya aku masih terus menyukainya!"
Ziu kemudian menghembuskan nafas panjangnya, lalu mematikan rokoknya ditangannya.
"Beruntungnya laki-laki yang kau sukai itu,"
"Apa kau sudah mengungkapkan perasaanmu terhadapnya?"
"Sedang aku coba, tapi aku takut dia akan menolak ku secara langsung,"
Keduanya masih sama-sama saling menatap penuh rasa, Ziu pun tersenyum malu dihadapan dokter Misha.
"Kalau begitu izinkan saja laki-laki itu yang lebih dulu mengungkapkan perasaannya terhadapmu,"
"Aku sangat mengizinkannya!" kata dokter Misha sambil tersenyum.
Ziu kemudian merangkul pinggul dokter Misha hingga mengikis jarak yang memang tak seberapa jauh, wajah keduanya semakin terlihat mendekat satu sama lain. Hingga akhirnya Ziu pun mencium bibir dokter Misha.
Dibawah langit malam yang dipenuhi oleh ratusan juta bintang-bintang, cahaya bulan yang memberikan sedikit cahaya agar langit tak begitu gelap serta ditemani oleh dinginnya angin malam yang menyapa tubuh keduanya, Ziu dan dokter Misha terus saling berpagutan satu sama lain.
Setelah beberapa saat berciuman, Ziu dan dokter Misha pun saling melepaskan.
__ADS_1
"Maukah kau mencoba menjalani hari-harimu denganku? Aku tau mungkin rasa ini belum sebesar yang kau harapkan! Tapi ketahuilah sejak kau berhenti merawatku lagi, aku merasa sangat kehilangan!"
Nah kan ekhem-ekhem Ziu sama dokter Misha kaya ABG lagi pedekate deg😃 emak kan jadi pengen romantis romantisan begitu sayangnya engga ada yang mau😂