Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie

Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie
Bab 32


__ADS_3

Mendengar ucapan Ziu disini Mr Zie hanya mengangguk saja! Selesai sarapan, Mr Zie dan Sabia berjalan bersama keluar rumah menuju mobil yang terparkir di halaman.


"Aku akan bawa mobil sendiri saja Mr,"


"Aku tidak akan izinkan,"


"Aku tidak perlu izin dari suami kontrak!"


Sabia nyelonong saja sendiri menuju mobilnya, tetapi belum sampai ke mobilnya kedua tangan besar Mr Zie menggendong tubuh Sabia dari belakang.


"Mr, Mr turunkan aku!"


"Tidak akan, kau akan akan berangkat denganku dan pulang denganku juga!"


"Ini pemaksaan tau, dasar menyebalkan,"


Dengan terpaksa akhirnya Sabia duduk juga didalam mobil Mr Zie, tentunya dengan wajah ditekuk dan tidak mau menatap wajah Mr Zie.


Tetapi Mr Zie tidak peduli yang penting dia bisa berangkat bersama dengan Sabia, terbesit dalam pikirannya ternyata memaksa itu enak juga ya? Sabia jadi anteng duduk didalam mobil, mungkin jika Mr Zie memaksa dalam hal lain, Sabia juga ujung-ujungnya akan anteng seperti sekarang ini.


Lain kali Mr Zie akan mencobanya dan mungkin dengan begitu Sabia bisa kembali mencintainya.


Sementara itu di dalam kamarnya! Ziu sedang berbaring menunggu kedatangan Dokter Misha. Pagi ini Dokter Misha sedikit telat datangnya dan itu sudah membuat Ziu kesal.


"Dokter macam apa yang telat sampai lima belas menit seperti ini!" berbicara sendiri.


Huh..


Akhirnya Dokter Misha datang juga dia datang sambil menghembuskan nafas panjangnya, seperti sudah melakukan lari jarak jauh.


"Pagi Tuan Ziu!"

__ADS_1


Ziu hanya diam saja tanpa mau lebih akrab lagi dengan Dokternya.


Ditariknya wajah Ziu hingga wajah tampan Ziu pun menghadap Dokter Misha.


"Kalau ada orang menyapa jawab dong!"


"Lepaskan!" kata Ziu sambil menepis tangan Dokter Misha.


"Oke, pagi hari Tuan Ziu sudah sarapan belum?"


"Sudah!" singkatnya.


"Kalau mandi?"


Ziu terdiam karena dia memang belum bersih-bersih, momy Elvia sedang ada urusan jadi tidak ada yang membangunnya bersih-bersih, bahkan perawat pun sudah diberhentikan karena sudah ada Dokter Misha yang menurut orangtuanya bisa dalam segala hal.


"Kenapa diam? Jorok, kau pasti belum membersihkan tubuhmu kan?"


"Loh, kan mau mulai terapi setengah jam lagi aku tidak mau melakukan terapi pada pasien yang belum membersihkan dirinya, bisa-bisa aku kebauan,"


"Kau pikir aku bau?" tanya Ziu sedikit kesal.


"Tentu saja, mana ada orang tidak mandi atau bersih-bersih wangi! Yang wangi itu aku, karena pagi-pagi aku sudah mandi dan cantik!" kata Dokter Misha seraya menambah sentuhan lipstik dibibirnya.


Setelah menambahkan sedikit sentuhan lipstik dibibirnya, Dokter Misha mendekati tubuh Ziu.


"Kau mau apa?"


"Memandikanmu!"


"Tidak! Menyingkir sana, jangan dekat-dekat,"

__ADS_1


Ziu langsung ketakutan karena dia tidak mau sampai yang menggantikan pampersnya dan membersihkan tubuhnya Dokter Misha, bagi Ziu hanya Ibunya dan juga Sabia yang kelak boleh melihat isi didalam tubuhnya.


Tetapi Dokter Misha malah tertawa geli melihat Ziu yang ketakutan seperti hendak diper kos sha saja! Padahal sebagai seorang Dokter melihat tubuh bagian dalam pasien laki-lakinya itu sangat sudah biasa.


"Reaksimu berlebihan Tuan Ziu!"


"Jangan! Jangan! Tidak!" Ziu berteriak kencang saat Dokter Misha mulai membuka secara paksa kancing-kancing pakaiannya.


Karena Ziu terus menghalangi akhirnya kedua tangan Dokter Misha berubah haluan dengan menarik paksa terlebih dahulu celana yang dikenakan oleh Ziu.


Srettt...


Celana tipis panjang itu begitu mudah lolos akibat ditarik oleh Dokter Misha, membuat kedua bola mata Ziu membulat atas apa yang dilakukan Dokter Misha terhadapnya.


Kini Ziu hanya memakai Pampers saja sontak Ziu langsung menutupi pahanya.


"Kau Dokter gila! Aku memecatmu, pergi! Pergi!" Ziu sangat histeris dan tidak terima karena dirinya hampir di te l Lan jaaaa ngi.


Tetapi bukan Dokter Misha namanya jika kalah dengan ancaman pasiennya, Dokter Misha malah semakin brutal dan langsung menarik perekat Pampers yang dipakai oleh Ziu.


Dengan sekali tarikan Pampers itupun terlepas, menyisakan sesuatu dibawah sana yang sangat kecil, mungil, dan mengumpet disela-sela paha Ziu terlihat nyata oleh Dokter Misha.


"Tidak! Kau Dokter gila, sana pergi! Kau gila!"


Sambil menutupi lobak importnya yang sedang tertidur pulas, melihat reaksi Ziu membuat Dokter Misha sampai geleng-geleng kepala. Dokter Misha saja yang melihat lobak sekecil itu biasa saja, karena Ziu merupakan pasiennya tetapi kenapa reaksi Ziu sangat berlebihan.


"Cepat buka bajumu agar cepat selesai dan kita bisa mulai terapi!"


Ya ampun Ziu,, emak turut berduka cita ya atas terenggutnya lobak importmu yang mungil itu!!!!


Ett kata siapa mungil??.Orang itu kan masih bobo lobaknya coba kalau udah bangun, wusshhh bisa-bisa tembus sampai paru-paru 😂

__ADS_1


__ADS_2