Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie

Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie
Bab 23


__ADS_3

Meskipun dirinya sudah mabuk berat akan tetapi Mr Zie masih kuat untuk mengoceh sepanjang jalan menuju motel, sejak tadi Sabia pun tidak henti-hentinya terus meladeni ocehan dari orang mabuk tersebut.


"Lalu jika kau menyayangi adikmu siapa yang akan kau pilih? Wanita yang kau cintai dan memberikan mu kenikmatan atau adik mu?" tanya Sabia.


"Satu lagi wanita itu juga yang mengambil keperjakaanmu kan?"


Ckckckck...


Mendengar kata perjaka, Mr Zie langsung menutup lobak import miliknya dengan kedua tangannya, lalu selanjutnya Mr Zie malah menangis meraung-raung.


Hiks.


Hiks.


Sambil terus memegangi lobak importnya padahal tidak mungkin juga terlepas untuk apa dipegangi? Tiba-tiba saja Mr Zie malah menangis membuat Sabia keheranan.


"Dasar pemabuk payah, kenapa kau menangis Mr?"


"Wanita itu kejam!!! Wanita bernama Sabia itu sudah merenggut perjakaku, dia mengambilnya secara paksa!! Dia menyiksaku karena aku terus terbayang-bayang dengan kejadian malam itu!" berteriak sambil menangis.


"Hei Mr, dia bukan wanita kejam justru kau harus berterimakasih padanya, jika bukan karena dia yang merenggut perjakamu kau tidak akan tau rasanya,"


Mr Zie menoleh kearah Sabia yang masih fokus menyetir.

__ADS_1


"Benarkah itu nona? Dia tidak kejam?"


Sabia mengangguk sambil menahan tawa, baginya seru juga meladeni obrolan Mr Zie si pemabuk payah.


Segera Mr Zie menaruh kedua tangannya pada dahinya sendiri lalu menundukkan kepalanya, sebagai tanda berterimakasih.


"Terimakasih, terimakasih karena kau sudah merenggut perjaku!"


"Nah iya benar begitu,"


Sesaat setelah itu Mr Zie kembali memandangi wajah Sabia, dilihatnya semakin dekat wajah Sabia.


"Nona, tapi wajahmu seperti mirip dengan wanita yang merenggut perjakaku!"


"Oh ya? Jangan-jangan kami kembar,"


Ckckckck...


Sabia pun menarik kembali tubuh Mr Zie, menaruhnya dibelakang punggung lalu dengan tenaga dalamnya dia menyeret tubuh Mr Zie dibelakang punggungnya.


Sampai di meja resepsionis, Sabia langsung disapa oleh seorang resepsionis.


"Malam nona, kau tamu beruntung malam ini!"

__ADS_1


"Aku? Tamu beruntung?"


"Ya, karena kamar tersisa satu itupun biasanya jam segini kamar kami sudah full booked, tapi malam ini sepertinya malam peruntungan untukmu!"


"Ya sudah aku check-in untuk satu malam,"


"Oke, itu kekasihmu?"


"Bukan dia," untuk beberapa saat Sabia menghentikan perkataannya, tetapi kemudian memandangi wajah Mr Zie dari samping.


"Dia suamiku!"


"Pas sekali cuaca disini untuk sepasang suami istri, petugas kami akan membantu membawa suami anda sampai keatas ranjang,"


"Oke terimakasih,"


Datanglah seorang petugas motel yang mengambil alih memapah Mr Zie yang sudah tidak sadar itu hingga kedalam kamar. Setelah meletakkan tubuh Mr Zie terlentang diatas kamar, petugas itu langsung keluar kamar.


Sabia mende sah lelah kenapa juga dia bisa terdampar di daerah terpencil begini demi mengikuti Mr Zie, tetapi melihat Mr Zie yang sedang tidak sadarkan diri terlentang diatas ranjang membuat Sabia mendekat untuk menatapnya lebih dekat.


Dipandanginya wajah Mr Zie oleh Sabia, ternyata dia tetap tampan seperti dulu sayangnya sudah ada Ziu yang mengisi hati Sabia sekarang.


Saat sedang memperhatikan wajah Mr Zie tiba-tiba saja tangan Mr Zie menarik lengan Sabia hingga membuat tubuh Sabia jatuh diatas tubuh Mr Zie.

__ADS_1


Sabia terkejut kedua bola matanya memutar sementara Mr Zie pun membuka kedua matanya dan menatap wajah Sabia.


Othor gendeng up 1 bab lagi ya, maaf banget kalau diakhir bulan engga bisa crazy up, tapi awal bulan mudah-mudahan bisa crazy up di novel ini🤗🤗🤗


__ADS_2