Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie

Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie
Bab 36


__ADS_3

Keisengan Mr Zie itu berhasil membuat Sabia merinding tidak karuan, Mr Zie yang sekarang bukanlah Mr Zie yang dulu. Dulu Mr Zie pendiam dan paling takut dengan sentuhan seorang wanita, bahkan sangat tidak terima ketika dulu Sabia membuatnya tidak perjaka lagi.


Sementara dulu, justru Sabia sosok yang sangat agresif karena dua begitu penasaran dengan sikap dingin Mr Zie terhadap semua wanita! Tapi kini, justru menjadi kebalikannya, Mr Zie sangat agresif terhadap Sabia dan selalu ingin menyentuh Sabia. Mungkinkah ini yang dinamakan dengan karma??


Semakin Sabia mencoba mendorong kaku Mr Zie yang terselip disela-sela kedua kakinya! Justru Mr Zie akan semakin menekan kakinya dibagian inti Sabia, membuat Sabia menggigit bibir bawahnya.


"Ah Mr, emttth hentikan!"


Tubuh Mr Zie naik keatas tubuh Sabia dengan posisi satu kakinya masih terjepit disela-sela pangkal paha Sabia.


"Bi, sekali saja layani aku!"


Tatapan wajah Mr Zie terlihat memelas dan memohon sepertinya Mr Zie sudah tidak kuat lagi menahan gejolak dalam dirinya untuk menikmati Sabia sebagai istrinya.


"Mr, kita tidak boleh melakukannya ini akan menjadi masalah jika Ziu,"


"Sutt," jari telunjuk Mr Zie menekan bibir Sabia.


Disatu sisi Mr Zie sangat kecewa sekali, usahanya setelah jauh-jauh membawa Sabia menginap di rumah orangtuanya demi menghindari Ziu, tetapi disaat sedang berada diatas satu ranjang dan jauh dari Ziu seperti sekarang, Sabia masih saja mengingat tentang Ziu.


"Aku suamimu Bi, jadi hentikan menyebutkan nama Ziu!"


"Mr dengar, suka atau tidak suka kau akan menceraikan aku dan aku akan menikah dengan Ziu jadi aku mohon sadarlah dan berhenti menyentuh tubuhku!" kata Sabia dengan suara tinggi.


Membuat Mr Zie akhirnya mengalah dan melepaskan Sabia, kali ini Sabia langsung turun dari ranjang lalu hendak pergi meninggalkan kamarnya!


"Jika kau keluar dari kamar ini sekarang, maka aku akan benar-benar melepaskanmu Bi! Aku tidak akan lagi menahanmu, aku akan pergi jauh dari sisimu!"


Tetapi mendengar ancaman dari Mr Zie tidak membuat Sabia menghentikan langkahnya, Sabia tetap berjalan keluar meninggalkan Mr Zie yang masih berada didalam kamar.


Melihat Sabia sama sekali tidak mempedulikan ancamannya, Mr Zie kali ini sangat putus asa! Dia kehabisan kesabaran, dan rasanya sudah ditahap frustasi untuk berusaha meyakinkan Sabia.


Hatinya hancur saat semua usahanya selama ini ternyata tetap sia-sia. Mr Zie termenung beberapa saat duduk ditepi ranjang tersebut.


Rasanya Mr Zie sudah cukup berusaha dan tidak ada sama sekali balasan sedikitpun dari Sabia. Kali ini Mr Zie sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya, penolakan Sabia malam ini sudah membuat Mr Zie mengambil keputusan penting.


Saat ini Sabia sedang menghirup udara segar di taman halaman depan rumahnya! Meskipun angin malam sangat dingin menyapa tubuhnya, tetapi daripada Mr Zie terus memaksa untuk dirinya melayaninya Sabia pun memilih menyendiri di taman ini.

__ADS_1


Tiba-tiba Mr Zie datang menghampiri Sabia, dilepaskannya jas yang Mr Zie gunakan untuk dipakaikan pada Sabia agar terasa hangat.


"Tinggallah disini Bi, di rumah orangtuamu sampai aku selesai mengurus perceraian kita!"


Deg..


Sabia menoleh dan menatap wajah Mr Zie, terlihat wajah penuh kekecewaan dan kesedihan dan patahnya sebuah semangat dalam diri Mr Zie!


"Aku menyerah, aku tidak mau lagi memaksamu! Bahagialah dengan Ziu, dia sangat mencintaimu begitu juga denganmu yang sangat mencintainya!"


"Apa itu artinya kau akan segera menceraikan aku?"


Mr Zie mengangguk! Dia bahkan tidak berani menatap wajah Sabia.


"Aku pergi ya! Nanti surat cerai akan dikirimkan ke rumah ini! Jaga dirimu baik-baik, dan kembalilah ke rumah orangtuaku setelah Ziu menikahimu!"


Setelah mengatakan itu, Mr Zie berjalan meninggalkan Sabia. Sementara Sabia hanya menatap punggung laki-laki itu yang semakin lama semakin menghilang dari pandangannya.


Hatinya tersentak mendengar ucapan Mr Zie.


Mr Zie pergi meninggalkan kediaman Sabia setelah mengatakan hal itu! Sementara bibir Sabia tidak mampu berkata-kata lagi, dia tidak tau harus senang atau sedih.


Ketika mobil Mr Zie sudah menghilang dari pandangannya! Sabia segera berlari menuju gerbang, tujuannya untuk apa? Tentu saja Sabia pun bingung karena memanggil kembali Mr Zie pun tidak dia lakukan, suaranya tertahan dan tidak mampu memanggilnya.


Setelah mobil Mr Zie benar-benar hilang dari pandangannya, Sabia segera berlari masuk kedalam kamarnya! Kemudian meneteskan air matanya.


"Ya Tuhan ada apa dengan kedua mataku, kenapa air matanya terus menetes? Berhenti, aku mohon berhenti mengeluarkan air mata! Aku bahagia, aku bahagia dan tidak sedih sama sekali!"


"Yeeyy, aku bahagia,"


Hiks.


Hiks.


Kadang Sabia tertawa dan tersenyum karena akan dicerai oleh Mr Zie, tapi kedua matanya itu terus meneteskan air mata.


"Sial, mata brengsekk, kenapa terus menangis! Aku bahagia sekarang,. Please jangan mengeluarkan air mata lagi!"

__ADS_1


Sementara itu di kediaman Mr Zie, kedua orangtuanya sangat terkejut mendengar keputusan Mr Zie yang akan segera mengurus perceraiannya dengan Sabia.


"Kau tidak akan menyesal kah Zie?"


"Tidak mom,"


"Tunggulah dulu, jangan buru-buru Zie! Dady akan berusaha membujuk Sabia,"


"Tidak perlu Dad, dia sudah memilih untuk bercerai dariku dan semua usahaku tidak pernah dia lihat!"


Keesokan harinya! Kedua mata Sabia terlihat sangat, dia duduk dimeja makan sementara momy Naura dan Dady Gilbert merasa ada yang kurang.


"Bi, suamimu kemana?"


"Pergi Dad,"


"Pergi kemana? Bukankah dia menginap semalam?"


"Dia bilang akan mengurus perceraian kami, jadi berhentilah menanyakan dia padaku!"


Setelah mengatakan itu Sabia segera pergi meninggalkan meja makan untuk langsung saja berangkat ke kampus! Pagi ini dia tidak sedang berselera untuk sarapan.


Setibanya di kampus! Sabia yang merasakan perutnya sakit karena tadi tidak sarapan sampai menjatuhkan buku-bukunya, disaat yang sama Mr Zie pun lewat didepan kedua mata Sabia saat Sabia hendak memunguti buku-bukunya.


Diluar dugaan, Mr Zie melewati Sabia begitu saja layaknya dia tidak mengenal Sabia yang berada didepan kedua matanya. Bahkan pagi ini Sabia melihat Mr Zie sangat ramah terhadap mahasiswi-mahasiswi lain yang menyapanya.


"Mr Zie, boleh dong kapan-kapan makan malam bareng," goda salah satu mahasiswi genit.


"Boleh," ujar Mr Zie sambil tersenyum.


Woww...


Kedua mahasiswi yang menggoda Mr Zie itupun langsung kegirangan karena akhirnya dosen jutek itu membalas godaan mereka.


Setelah selesai memunguti buku-bukunya Sabia pun berusaha cuek saja mendengar suaminya itu melayani para mahasiswi genit yang menggodanya.


Okelah Mr 1:10 jumlah perempuan 10 kali lipat dibandingkan jumlah laki-laki, mati 1 tumbuh 1000 Mr! Cuss lah tebar pesona aja sama cewek lain, Emak mendukungmu!!!

__ADS_1


__ADS_2