
Malam itu seperti biasa Mr Zie dan Sabia tidur dalam satu ranjang tetapi tanpa bersentuhan sama sekali, dalam heningnya malam dan lampu kamar yang temaram Mr Zie menatap punggung Sabia yang tertidur membelakangi dirinya.
Perlahan tapi pasti Mr Zie mulai mendekati punggung Sabia, disaat yang sama Sabia terusik hingga tidurnya berbalik arah menjadi berhadapan dengan Mr Zie.
Saat ini Sabia memakai kaos tipis dengan lingkar dadaa yang lebar sehingga disaat posisi tidurnya menekan bagian dadaanya, Mr Zie bisa melihat kedua melon import yang menyembul dari balik kaos tipis Sabia.
Glek..
Kedua bola mata Mr Zie tidak berkedip memandangi kedua bongkahan didepan matanya, akhirnya timbul pikiran nakal Mr Zie untuk bisa sedikit menikmati melon import milik Sabia.
"Apa dia akan terbangun jika aku meng hi sapnya?" Didalam hatinya Mr Zie sempat bertanya-tanya.
Tapi bagaimana bisa tau jika Sabia akan terbangun atau tidak jika kedua melon importnya itu dinikmati, jika belum dicoba. Urusan ketahuan tidaknya itu urusan belakangan.
__ADS_1
Setiap berada didekat Sabia selalu saja hasratt Mr Zie tidak terkendali seperti sekarang, Mr Zie menengok kearah celaan tidurnya yang juga tipis! Lobak import miliknya itu sudah menyembul saja ketika kedua bola mata Mr Zie memandangi melon import Sabia.
Secara perlahan Mr Zie pun mengangkat kaos tipis Sabia terus keatas, jantungnya berdetak kencang takut jika Sabia terbangun sebelum sempat memuaskan apa yang dirinya mau.
Tetapi sepertinya semesta sedikit mengasihani Mr Zie, karena sampai kaos itu tersingkap keatas dan tidak lagi menutupi bagian melon importnya, Sabia tetap tertidur pulas.
Satu tangan Mr Zie segede bergerak kebelakang punggung Sabia untuk melepaskan pengait b r anya, dan tangan besar itu seperti telah ahli dalam lepas melepaskan.
Diangkatnya perlahan b r a yang sudah terlepas pengaitnya itu! Sehingga saat ini melon import itu tidak terbungkus oleh apapun lagi.
Dengan sedikit demi sedikit mendekatkan wajahnya kearah melon import Sabia, pertama Mr Zie mencium melon import itu dengan lemah lembut, ditengoknya wajah Sabia yang ternyata tetap tertidur nyenyak!
Mr Zie semakin berani jika tadi hanya menciumnya perlahan, kini rongga mulut Mr Zie telah terbuka lebar-lebar sehingga dengan sekali hap salah satu melon import milik Sabia memenuhi rongga mulut Mr Zie.
__ADS_1
Tidak mau Sabia sampai terbangun atas aksinya yang diam-diam menikmati melon import milik Sabia, Mr Zie meng hee sapnya secara perlahan sedikit demi sedikit tetapi terasa sekali memuaskan dahaganya.
Seluruh tubuh Mr Zie merasa semakin dibuat tidak karuan, ga i rahnya mulai meninggi dan semakin tidak terkendali.
"Bagaimana ini Bi, lezat sekali aku semakin tidak tahan," lirih Mr Zie.
Sabia sempat terusik saat Mr Zie geregetan dan meng hee sappnya terlalu kencang.
"Eunghh,"
Tetapi kedua mata Sabia masih terpejam, Mr Zie pun memelankan hee sappannya lalu menurunkan sendiri celana tidurnya yang mulai sesak akibat lobak importnya yang sudah membesar.
"Apa boleh buat aku selalu tidak bisa mengontrol diri jika didekatmu Bi,"
__ADS_1
Karena hasrattnya yang sudah diujung Mr Zie pun memutuskan bersolo karier, dimainkannya sendiri oleh tangannya sendiri sementara mulutnya masih terus meng hee sapp melon import Sabia dengan adil kiri dan kanan secara bergantian.
Ya ampun sampai harus olahraga tangan ya Mr, mending sini aja ke kamar emak buat emak bantu tuntasin daripada Bia engga mau ya kan?😁