Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie

Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie
Bab 41


__ADS_3

Sabia terus menangis tersedu-sedu dihadapan Ziu, sementara Ziu masih belum mengatakan sepatah katapun pada Sabia! Ziu semakin putus asa setelah Sabia memutuskan mengakhiri hubungan keduanya, padahal besar harapan Ziu bisa menikah dengan Sabia dan Sabia akan selalu ada untuknya, memberikan semangat dan menemani dalam proses penyembuhan.


Tapi mau bagaimana lagi, Ziu tidak mungkin memaksakan jika memang Sabia sudah tidak mau lagi dengannya, meskipun hatinya hancur dan sangat kecewa terhadap keputusan Sabia. Tapi Ziu pun berusaha untuk menerimanya.


"Baiklah Bi, jika kau ingin mengakhiri hubungan kita! Tapi tolong berikan aku satu alasan tepat kenapa akhirnya kau memilih mengakhiri hubungan kita?" tanya Ziu.


Sabia menghentikan tangisannya begitu mendengar pertanyaan Ziu, tidak mungkin jika Sabia mengatakan saat ini juga bahwa alasan sebenarnya adalah karena Mr Zie.


Bisa-bisa kesehatan Ziu akan menurun jika sampai mengetahui kenyataan yang sebenarnya! Sabia pun berpikir keras untuk menjawab pertanyaan Ziu dengan jawaban yang sekiranya dapat dia terima dengan baik.


Disaat pikirannya kacau begini, sulit menemukan suatu kebohongan untuk menutupi kebohongan yang lain. Belum juga mendapatkan jawaban dari Sabia, Ziu pun kembali bertanya.


"Kau menyukai laki-laki lain?"


"Ti-tidak Ziu, aku hanya ingin sendiri dulu ini murni karena aku merasa tidak ada rasa lagi untukmu,"


"Kau yakin Bi ini bukan karena kau mencintai laki-laki lain yang lebih dariku? Yang bisa berjalan, tidak lumpuh sepertiku?"


"Ziu, kau pria yang baik dan aku yakin kau akan sembuh, jadi berhentilah berkecil hati! Ini semua bukan karena laki-laki lain," kata Sabia menegaskan lagi.


"Aku terima keputusanmu Bi, walaupun aku sangat kecewa tapi aku akan coba memahaminya,"


"Terimakasih Ziu, kita masih bisa bersahabat dan aku juga akan sering-sering menjengukmu kesini,"


Rasanya sangat lega sekali seperti telah melepaskan sebuah lilitan tambang besar yang selama ini melilit tubuhnya, itulah yang dirasakan oleh Sabia setelah jujur terhadap perasaannya sendiri dan berterus-terang pada Ziu.


Kini Sabia hanya tinggal berterus-terang pada Mr Zie tentang perasaannya yang ternyata sejak dulu hingga sekarang masih tetap sama mencintai Mr Zie dan menginginkan Mr Zie! Benar yang orang lain katakan, mau sebaik apapun orang baru orang lama tetaplah pemenangnya.


Tidak sabar lagi Sabia untuk bertemu dengan Mr Zie dan mengungkapkan segala perasaannya. Sabia pun mencari kedalam kamar Mr Zie, kamar dalam keadaan kosong ternyata! Saat hendak menutup pintunya lagi, Sabia pun melihat Mr Zie rupanya sedang berada di balkon kamarnya.


Sabia pun memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar Mr Zie, kemudian langkah kakinya berjalan perlahan menuju balkon, terlihat Mr Zie sedang meminum minuman kaleng sambil berdiri menyandarkan kedua tangannya pada pagar balkonnya.


"Butuh teman!" tanya Sabia lalu berdiri disamping Mr Zie.


Mr Zie melirik kearah Sabia dan bertanya-tanya kenapa bisa Sabia kesini? Bukankah tadi dia sedang berciuman dengan Ziu?


"Aku pikir Mr masih tidur, soalnya tadi aku meninggalkanmu sebentar saat kau sedang tidur," kata Sabia.

__ADS_1


"Untuk apa kau kesini? Bukankah kau lebih suka menghabiskan waktu dengan adikku, dan bermesraan dengannya?"


"Bermesraan? Mesra yang bagaimana?"


Krekk..


Dirematnya botol minuman kaleng itu oleh Mr Zie, untuk menuangkan kekesalannya akibat tadi melihat Sabia dan Ziu sedang ingin berciuman.


"Tidak bisakah kau mencintaiku Bi? Tidak bisakah jangan berciuman dengan adikku sendiri?" tanya Mr Zie.


"Ciuman? Aku tidak ciuman dengan Ziu!"


"Tidak usah berbohong, aku melihatnya tadi!"


"Astaga Mr, apa kau tadi mengintip aku dengan Ziu didalam kamarnya?"


"Aku tidak akan sanggup jika harus melihatmu bersanding dengan adikku sendiri Bi, aku tidak bisa melihatmu bermesraan dengannya!"


Sabia pun mendekati Mr Zie kemudian memeluk tubuh Mr Zie, membuat Mr Zie keheranan.


"Apa maksudmu?" tanya Mr Zie.


Karena yang Mr Zie tau, Sabia selama ini selalu ngotot ingin bercerai darinya, kenapa tiba-tiba berkata demikian?


"Apa aku tidak salah dengar?"


"Tidak, kau mendengar dengan baik Mr! Aku baru saja mengatakan pada Ziu bahwa sebenarnya aku tidak benar-benar mencintainya! Karena sejak lama kaulah yang ada di hatiku,"


"Tapi tadi, aku melihatmu ciuman dengan Ziu,"


Sabia pun berjinjit kemudian meraup bibir Mr Zie sambil me lu maatt bibir bagian atasnya. Kedua mata Mr Zie terbelalak karena Sabia terus melu matt bibirnya bergantian atas dan bawah. Kemudian dilepaskannya sejenak ciuman itu oleh Sabia.


"Apa tadi kau melihat aku melakukan hal seperti ini dengan Ziu?" tanya Sabia.


Mr Zie geleng-geleng kepala, pasalnya yang dia lihat wajah Sabia dan Ziu yang baru saja saking mendekat tapi belum saling bersentuhan.


"Ziu hendak menciumku tapi aku mendorongnya pelan, aku katakan aku tidak bisa karena aku menyadari satu hal! Aku tidak mencintainya,"

__ADS_1


"Tapi, aku belum memiliki keberanian untuk mengatakan tentang kita pada Ziu! Apalagi Ziu selama ini tidak mengetahui dulu kita pernah dekat bahkan pernah tidur bersama, aku takut jika Ziu diberitahu sekarang bahwa kita sudah resmi menikah, kesehatannya akan drop!"


"Kau benar Bi, aku pun belum siap melihat Ziu kecewa karena wangi yang dia cintai justru aku nikahi!"


Mr Zie menggenggam erat kedua tangan Sabia kemudian menatap wajah Sabia.


"Kita mulai kisah kita dari awal ya Bi, dan urusan Ziu kita akan mengatakannya pelan-pelan, nanti momy dan Dady juga akan membantu!"


Sabia menangkup kedua pipi Mr Zie dengan kedua tangan kecilnya, kemudian di ji latnya bibir Mr Zie oleh Sabia, setelah itu Sabia pun tersenyum untuk menggoda Mr Zie.


Mr Zie pun langsung mengerutkan dahinya lalu tersenyum penuh arti, dan selanjutnya Mr Zie langsung menarik pinggul Sabia dengan satu tangannya.


"Mr, kau mau apa?"


"Sekarang kau tidak akan menolakku lagi kan?"


"I-iya memang tidak akan menolak, tapi kan,"


"Tapi apa?"


"Tadi sudah dan masih linu!" protes Sabia.


"Tadi itu anggap malam pertama kita, dan setelah ini itu adalah hari-hari dimana kau menolakku,"


"Itu artinya akan sangat banyak?" tanya Sabia dengan wajah mulai ketar-ketir.


Tidak bisa Sabia bayangkan dia harus mengganti semua waktu yang pernah dia lewatkan dengan Mr Zie dari sejak menikah hingga sekarang, lalu dituangkan dimalam ini?? Bisa tidak keluar kamar tujuh hari tujuh malam.


"Besok saja Mr, sekarang aku belum siap jika harus terus melayanimu sampai selama itu!"


Mr Zie malah tersenyum licik dan selanjutnya digendongnya tubuh Sabia oleh Mr Zie untuk kembali dibawa keatas ranjang. Akan tetapi Sabia malah menjerit-jerit memohon untuk nanti saja jangan sekarang, akibat permainan tadi saja masih terasa efeknya sampai sekarang apalagi jika ditambah ronde kedua ketiga dan seterusnya


Bisa-bisa Sabia pingsan tak berdaya dibuatnya oleh Mr Zie.


"Tidak! Aku mohon Mr, jangan! Ahh, Mr tidakhh ahh jangan!"


Waduh bisa terus terusan tujuh hari tujuh malem ini jeritan-jeritannya🤤🤤mana lagi mendung!!! Othor kabur ajalah daripada liatin yang lagi nganu-nganu bikin traveling kemana-mana 😄

__ADS_1


__ADS_2