Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie

Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie
Bab 42


__ADS_3

Direbahkannya tubuh Sabia diatas ranjang oleh Mr Zie. Sementara itu, Dady Morgan yang saat itu melewati kamar Mr Zie, kedua telinganya harus kembali mendengar jeritan-jeritan nakal didalam kamar Mr Zie.


Dady Morgan pun menutup mulutnya sendiri untuk menahan tawa saat mendengar Sabia menjerit-jerit dari dalam kamar Mr Zie, padahal Sabia menjerit karena menolak dan berusaha menghindari Mr Zie.


Karena penasaran kenapa jeritan-jeritan Sabia sampai seperti itu, mungkinkah keperkasaan Mr Zie menurun darinya saat muda dulu? Dady Morgan pun ingin mengintip! Tetapi belum juga mendekati pintu kamar Mr Zie, terdengar suara seperti orang berlarian didalam kamar tersebut.


"Aneh! Anak-anak jaman sekarang mungkin ada gaya baru, begituan sambil lari-lari? Apa rasanya? Memangnya enak?" Dady Morgan memutuskan tidak jadi mengintip karena terlalu gaduhnya didalam kamar Mr Zie.


Selanjutnya Dady Morgan justru melaporkan temuannya pada Momy Elvia.


"Mom,"


"Ada apa Dad?"


"Memangnya bisa begituan sambil lari-larian?"


"Hah? Begituan apa dad?"


"Itu loh bikin bayi, memangnya dulu kita pernah pakai gaya lari-larian?"


"Sambil lari-larian? Ngawur, mana bisa Dad, yang ada lepas-lepas terus nanti!"


"Ya kan dikencangkan dulu mom biar engga lepas-lepas saat dibawa lari-larian, Dady juga mau mom,"


"Astaga Dad, inget umur nanti tulang Dady parah baru tau rasa!" kata momy Elvia.


Ckckckck...

__ADS_1


Sementara itu didalam kamarnya Ziu terus meratapi nasib sialnya, sambil terus memukul-mukul kedua kakinya sendiri! Ziu semakin merasa frustasi saat mengingat kembali Sabia memutuskan hubungan dengannya.


"Kenapa aku tidak mati saja saat kecelakaan itu terjadi? Kenap aku harus hidup jika kedua kakiku lumpuh, dan kekasihku pergi? Kenapa?" teriak kencang.


Brag...


Prang..


Semua benda yang ada diatas meja disamping tempat tidurnya dijatuhkan oleh Ziu.


Disaat yang sama, Dokter Misha yang kebetulan datang untuk membawakan puding buatannya sendiri yang ingin dia berikan untuk Ziu sebagai cemilan dimalam harinya. Sangat terkejut saat membuka pintu melihat ruangan itu sudah berantakan.


"Astaga Tuan Ziu, anda kenapa lagi?"


Sambil masuk lalu menaruh puding pandan diatas meja. Sementara Ziu masih dengan raut wajah frustasi.


"Bicara itu mudah tapi tidak dengan menjalaninya, kau tidak tau apa-apa jadi pergilah!"


"Aku akan pergi setelah meminta pelayan membersihkan ini semua!"


Dokter Misha pun meminta dua orang pelayan untuk membersihkan ruangan Ziu yang tadi banyak pecahan-pecahan dari piring dan gelas yang berserakan dilantai.


Setelah rapi, Dokter Misha membuka kotak bawaannya yang berisi puding pandan dengan toping buah strawberry dan jeruk diatasnya..


"Ayo makan puding dulu, aku tau kau jarang makan,"


Disendoknya puding oleh Dokter Misha lalu didekatkannya kebibir Ziu. Akan tetapi Ziu tetap menutup mulutnya.

__ADS_1


"Dengar Tuan Ziu, aku disini bukan hanya sebagai Dokter yang membantumu untuk sembuh, tapi aku disini juga untuk ayahku Dokter Jay dia itu sahabat ayahmu! Ayahmu menangis menelpon ayahku, dan memohon agar aku bisa membantumu untuk sembuh! Aku mohon bekerjasama lah, dengan begitu kau bisa segera sembuh!"


Akan tetapi Ziu masih dalam kondisi kekecewaan terhadap takdir hidupnya, sehingga apapun yang dikatakan oleh Dokter Misha, tidak sampai ketelinga Ziu.


"Oke,, sejak tadi pagi kau tidak mau makan! Lalu sore aku pulang ke apartemen untuk membuatkan puding ini kemudian aku kembali lagi kesini untuk membawakanmu puding yang aku buat dengan susah payah, dan hasilnya ya seperti ini! Kau tidak mau makan sama sekali,"


"Aku tidak minta puding padamu!"


"Iya aku tau, kau memang tidak minta! Tapi aku mau pasienku makan, saat aku sedang sedih aku kehilangan na f su makan dulu momyku yang buatkan aku puding, rasa manis dan segar dari puding ini bisa meluluhkan rasa kesal dalam diri kita, makanya aku buat ini untukmu!"


"Aku tidak butuh!"


"Ya sudah, biarkan itu diatas meja saja jika memang kau tidak mau makan, besok biar aku buang!"


Dokter Misha bersiap-siap untuk pulang.


"Aku pamit dulu Tuan, selamat malam!"


Saat keluar dari dalam kamar Ziu, sengaja Dokter Misha tidak menutup pintunya terlalu rapat, dengan maksud bisa mengintip apakah Ziu benar-benar tidak tergoda dengan puding cantik itu atau akan memakannya! Ziu yang melihat Dokter Misha sudah keluar dari dalam kamarnya, segera melirik kearah puding pandan buah buatan Dokter Misha.


Diambilnya kotak puding itu secara perlahan oleh Ziu, kemudian disendoknya puding itu oleh Ziu.


"Emm enak juga!" kata Ziu.


Lama-lama Ziu merasa puding itu semakin enak sampai tidak terasa Ziu pun sudah menghabiskan satu kotak puding buatan Dokter Misha.


"Dasar Dokter pelit, bawa puding hanya satu kotak saja!" kata Ziu.

__ADS_1


__ADS_2