
Wajah Sabia sudah memerah dia sangat malu dan bertanya-tanya sebenarnya bagaimana suara-suara yang didengar oleh Mr Zie, apakah suara yang sama dengan suara-suara yang dirinya keluarkan didalam mimpi?
Tatapan Mr Zie seperti sedang memikirkan sesuatu tentang dirinya.
"Kau bermimpi melakukannya denganku?" lagi-lagi Mr Zie terus bertanya mendesak.
"Sudahlah Mr, itu hanya mimpi dan mimpi hanyalah bunga tidur la-lagi pula kenapa memang kalau aku bermimpi seperti itu yang penting kan tidak mungkin nyata,"
"Kau benar, tidak mungkin nyata karena aku tidak mungkin menyentuh tubuhmu Bi,"
Keduanya sempat terdiam sejenak memikirkan tentang hubungan mereka kedepannya.
"Lalu bagaimana Mr kapan kau akan mengurus perceraian kita?"
"Kita lihat dulu perkembangan Ziu jika dia sudah benar-benar sembuh dan siap menikahimu, maka aku akan segera menceraikanmu,"
"Baiklah kalau begitu, terimakasih sudah menjagaku selama Ziu koma,"
"Sama-sama,"
Pagi itu Mr Zie dan Sabia meninggalkan motel dan pulang menggunakan mobil masing-masing.
Setibanya di rumah Mr Zie dan Sabia masuk bersamaan kedalam rumah.
"Zie, Bia kalian darimana saja?"
"Kami hanya jalan-jalan saja mom,"
"Jalan-jalan kok semalaman kalian engga pulang, kalian tidak melakukan sesuatu kan?"
"Tidak mom!" serempak.
"Momy mau bicara dengan kalian,"
Ketiganya duduk disofa bersama-sama.
"Zie, kau tidak apa kan jika nanti Bia kembali pada Ziu? Apa momy dan Dady terkesan tidak adil padamu?"
Sabia melirik kearah Mr Zie, kedipan bulu mata Mr Zie seakan penuh arti setiap hembusan nafasnya seperti mengandung makna.
"Aku baik-baik saja mom,"
"Lalu bagaimana hubungan mu dengan April? Apa kau yakin akan menikah dengannya?"
"Aku dan April sudah berakhir dia tertangkap basah selingkuh lagi mom, jadi untuk selanjutnya aku hanya akan fokus kerja saja!"
"Ya sudah jika kau memang mau fokus kerja dulu momy doakan kelak kau menikah dengan wanita yang kau cintai ya Zie,"
__ADS_1
Mr Zie sontak melirik kearah Sabia begitupun Sabia yang menatap kearah Mr Zie.
"Amin,"
"Oh iya, siang ini Dokter Misha akan datang untuk memeriksa keadaan Ziu untuk kedepannya dia yang akan menangani Ziu mudah-mudahan cocok dan Ziu bisa sembuh seperti sedia kala,"
"Apa momy yakin dia Dokter yang cukup hebat?"
"Tentu saja, nih momy lihat video-videonya saat sedang menangani pasien dia terlihat sangat lembut, pintar dan penyayang!"
Ditunjuknya video ketika Dokter Misha menangani salah satu pasiennya oleh momy Elvia pada Mr Zie.
Saat sedang melihat video-video Dokter Misha seorang pelayan menghampiri momy Elvia.
"Nyonya maaf, itu Tuan Ziu teriak-teriak!"
"Apa? Memangnya ada apa kenapa dia teriak?"
"Entahlah Nyonya tetapi Tuan Ziu seperti sangat marah!"
"Ziu," lirih Sabia.
"Zie, ayo kesana Bia juga ikut Momy!"
"Iya mom,"
Ziu sepertinya melemparkan seluruh benda yang ada didekat meja samping ranjang. Terlihat Ziu juga sedang menangis tersedu-sedu.
"Ziu ada apa ini? Kau kenapa?" tanya Momy Elvia.
"Kakiku!"
"Ada apa dengan kakimu hah?" Mr Zie buru-buru membuka selimut yang menutupi kedua kaki Ziu.
Disentuhnya kedua kaki Ziu oleh Mr Zie tetapi kedua kaki Ziu terasa sangat kaku seperti beku.
"Ziu apa kau merasakan sakit pada kakimu atau apa?" tanya Mr Zie.
Tap.
Tap.
Tap.
Langkah kaki seorang wanita cantik memakai jas berwarna putih dengan rambut yang diikat satu kebelakang.
"Selamat siang semuanya!"
__ADS_1
Dokter Misha tiba ketika keadaan sedang tidak karuan.
"Apa kau Dokter Misha?" tanya Sabia.
"Perkenalkan aku Misha aku ditugaskan oleh Dokter Bright untuk menangani keadaan pasien di rumah ini!"
"Akhirnya anda datang juga Dokter," kata momy Elvia.
"Saya rasa perkenalan diawal kita cukup! Silahkan kalian tunggu diluar dulu,"
"Dokter, Ziu bilang kedua kakinya,"
"Nanti saya akan beritahu hasilnya sekarang izinkan saya untuk fokus memeriksa seluruh keadaan Tuan Ziu terlebih dahulu!"
"Baik Dokter,"
Ketiganya pun menunggu diluar kamar karena Dokter Misha akan memeriksa keadaan Ziu.
Dilihatnya situasi didalam kamar yang sangat kacau banyak berserakan pecahan beling dilantai, Dokter Misha menggelengkan kepalanya.
Dihampirinya Ziu yang saat ini sedang tertunduk diam tanpa peduli apalagi menyapa Dokter dihadapannya.
"Silahkan berbaring Tuan!"
Tetapi Ziu tidak bergeming dia tetap dalam posisi duduk dengan kepala yang menunduk.
"Jika tidak mau sembuh lakukan sesukamu dan aku akan keluar dari kamar ini,"
Ziu langsung menurut kemudian tidur terlentang.
"Penglihatan anda masih buram?"
"Masih,"
Diangkatnya satu kaki Ziu oleh Dokter Misha kemudian dijatuhkannya lagi. Sambil membaca kembali hasil pemeriksaan medis sebelumnya!
"Apa aku lumpuh?"
"Benar! Aku akan melakukan CT scan untuk memastikan apakah ini kelumpuhan permanen atau sementara!" kata Dokter Misha.
"Jadi tetaplah tenang dan jangan membanting apapun lagi! Piring dan gelas itu wadah air dan makanan bukan untuk dibanting!" melanjutkan perkataannya.
Omelin aja Dok, emak othor aja piring hadiah detergen dielus-elus dijaga dirawat sepenuh hati, itu si Ziu piring gelas mahal segala dibanting-bantingš°
Nanti scene Ziu sama Dokter engga aja terlalu banyak ya karena fokusnya Zie sama Bia dulu okeš¤
__ADS_1