
Selesai berbelanja sangat banyak keduanya memutuskan untuk pulang, sampai didalam mobil Sabia terlihat sangat gembira dia terus tersenyum pada Mr Zie.
"Kau bahagia?"
"Iya, terimakasih Mr kau baik sekali," Sabia mencubit hidung mancung Mr Zie.
Namun tangan Sabia itupun diraihnya oleh Mr Zie, ditariknya sedikit sehingga tubuh Sabia pun condong kearah Mr Zie.
Masih dengan menggenggam erat tangan Sabia, Mr Zie menatap intens wajah Sabia.
"Mr, nyalakan mobilnya dan kita pulang sekarang!" kata Sabia dengan gugup.
"Kenapa? Apa memandangimu seperti ini saja aku tidak berhak?" tanya Mr Zie.
Tubuh Sabia bergetar hebat saat wajahnya sedekat ini dengan wajah Mr Zie. Tidak dapat dipungkiri oleh Sabia jika hingga detik ini hanya Mr Zie yang bisa membuat hasrattnya bangkit setiap kali berdekatan seperti ini.
"Mr, jangan seperti ini!"
"Kenapa kau tidak nyaman berdekatan denganku? Bi, tubuhmu harum sekali,"
Mr Zie semakin menarik tangan Sabia hingga wajah keduanya hanya berjarak beberapa inci, dapat Sabia rasakan aroma papermint yang keluar dari hembusan nafas Mr Zie.
Keduanya sama-sama memandangi bibir satu sama lain, bahkan Mr Zie sudah menyadari miliknya yang terus mengembang dan mengeras di bawah sana.
"Mr aku tidak bisa,"
Satu tangan Mr Zie meraih tengkuk leher belakang Sabia, mengusapnya dengan penuh rasa dan kelembutan membuat seluruh bulu kuduk Sabia mulai menegang.
__ADS_1
"Sstth Mr," lirih Sabia.
Sebagai seorang wanita dewasa yang selalu merasa hasrattnya bergejolak hanya dengan Mr Zie, tentu saja Sabia sangat terpancing dengan apa yang dilakukan oleh Mr Zie tetapi hatinya masih bersikukuh untuk menolak karena ada Ziu yang harus dia jaga perasaannya.
Tangan besar yang berada dibelakang leher Sabia itu terus meraba halus disepanjang leher dan punggung Sabia, membuat tubuh Sabia semakin melemah.
"Mr sudah ah,"
Akhirnya sentuhan-sentuhan itu membuat Sabia tidak mampu menahan gejolak hasrattnya sendiri, membuat Mr Zie tidak lagi menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Kau bermimpi melakukannya denganku kan kemarin?"
Sabia mengangguk karena memang begitulah adanya.
"Bi, aku merindukanmu!"
Belum sempat Sabia menjawab Mr Zie sudah meraup habis bibir Sabia, memang seharusnya yang saat ini Sabia lakukan adalah mendorong keras tubuh Mr Zie atau memukulnya agar dia berhenti akan tetapi naf si gilanya justru menyambut baik ciuman yang dilakukan oleh laki-laki dihadapannya ini.
Tidak tahan oleh pergerakan bibir Mr Zie yang terus menarik bibir bawahnya, mengigit pelan bibir basahnya! Sabia pun membalasnya dengan menye sap bibir Mr Zie.
Dalam hati Sabia dia merasa dirinya saat ini pasti sudah gila karena melakukan hal ini, sekuat hati Sabia ingin berhenti tetapi tubuhnya justru merespon lain. Satu tangan Mr Zie menurunkan jok mobil milik Sabia, sehingga jok mobil pun turun dan bisa dipakai untuk tiduran.
Tubuh Mr Zie mendesak tubuh Sabia hingga tubuh Sabia terlentang pasrah dijok mobilnya, kini entah sejak kapan tubuh Mr Zie sudah berada diatas tubuh Sabia.
Keduanya masih berciuman sampai akhirnya Sabia pun melepaskan ciumannya.
"Mr cukup! Kita tidak boleh seperti ini please aku tidak mau melanjutkan ini,"
__ADS_1
Tetapi Mr Zie yang sudah terlanjur menggebu-gebu seolah tidak peduli dengan penolakan dan rengekan Sabia, dia kembali menerkam tubuh Sabia kali ini Mr Zie menye sap leher putih mulus Sabia.
"Mr jangan," kedua tangan Sabia berusaha mendorong tubuh Mr Zie.
Tidak ingin meninggalkan jejak kepemilikan dileher Sabia, Mr Zie memilih men ji la ti setiap inci leher Sabia tanpa terlewat sedikitpun.
Bisa dibayangkan sensasi gelenyar yang didapatkan oleh Sabia akibat sapuan lidah Mr Zie dilehernya, membuat Sabia semakin lemah untuk melakukan perlawanan dan penolakan.
"Mr ahh jangan Mr,"
Kedua tangan Sabia sudah melemah dan tidak lagi memukul-mukul tubuh Mr Zie,. justru saat ini kedua tangan Sabia mencengkram kuat lengan Mr Zie untuk mengekspresikan segala rasa nikmat yang dia rasakan.
Mr Zie terus meng e cup, men ji lati bagian leher Sabia hingga lidah itu kian turun menyapu area dibawah leher.
Dibukanya kancing pakaian yang dikenakan oleh Sabia satu demi satu hingga seluruhnya dapat Mr Zie buka, menyisakan gundukan melon import milik Sabia yang masih tertutupi b r a berwarna biru muda itu.
Kedua tangan Mr Zie mer e mas kedua melon import Sabia, lalu melepaskan pengait b r a tersebut dengan sekejap mata. Kerinduannya terhadap melon import milik Sabia pun saat ini dapat terobati karena terpampang nyata polos dihadapan Mr Zie.
Jangan ditanya bagaimana perasaan Sabia sekarang ini, dia sangat sedih mendapatkan perlakuan seperti ini dari Mr Zie tetapi tubuhnya juga tidak menolak akan kenikmatan yang telah lama dia rindukan bahkan kenikmatan yang hanya bisa dia rasakan lewat Mr Zie.
Dilahapnya melon import milik Sabia oleh Mr Zie sementara satu tangannya yang lain mere mas melon import satunya lagi. Bisa Sabia lihat dengan jelas bagaimana saat ini bibir Mr Zie itu tengah menyedot miliknya dengan lahap.
"Mr sssthhh ja-jangan,"
"Bi, aku suamimu aku tidak tahan lagi, izinkan aku meny esa pnya,"
Tatapan wajah Mr Zie terlihat memohon karena rengekan Sabia membuat Mr Zie harus menghentikan aksinya sesaat.
__ADS_1
Kayanya semua orang pada demen banget didalam mobil dah, kan emak jadi penisirin seenak itu kah didalam mobil.wkwkwk🤦