
Hallo teman-teman ... selamat tahun baru ya ... Semoga di tahun ini lebih baik dari pada tahun sebelumnya amin.
Dan untuk eps kali ini, aku minta maaf jikalau ada adegan yang sedikit mengganggu kenyamanan teman semua ...
Itu aja sambutanku di awal bulan ini...terimakasih selamat membaca
***
Akhirnya aku mendapatkan apa yang kuinginkan. Tetapi yang membuat emosiku semakin meningkat kepada semua orang, karena mereka yang tak pernah becus dalam melaksanakan perintahku. Sampai aku harus turun tangan dan mengatasi semua itu sendirian. Dengan kata lain, untuk apa aku memperkerjakan mereka semua.
Hanya saja mereka itulah yang tak henti-hentinya memohon padaku untuk menjadikan mereka sebagai pengikutku. Yang sebenarnya aku tidak membutuhkan semua itu.
Tetapi pada akhirnya aku tetap membuat suatu perkumpulan. Di mana aku hanya mengumpulkan orang-orang yang berkekuatan spesial dan tentunya harus berguna untukku ke depannya.
Aku berhasil mendapatkan benda yang sebenarnya tidak terlalu spesial itu–Jearouquen Poillopa. Tetapi yang pastinya dia akan membawa kita ke tempat di mana Joba berada. Karena tujuan dari benda itu sendiri memang ingin bertemu dengan Joba.
Dan juga buku Avlein, agar aku bisa mengetahui lebih banyak lagi kekuatan yang dimilikinya dan tentu saja tempat-tempat yang bisa menarik perhatiannya.
Tetapi Cokey ... Kau terlalu gegabah membiarkan anak sialan itu pergi bersama buku tersebut, yang tentu aku tidak akan tinggal diam dengan semua ini. Aku akan melakukan segala cara untuk memenuhi keinginanku. Di sinilah aku berharap lebih pada para pengikutku ini.
Pintu yang terbuat dari besi sebagai penutup ruangan tanpa jendela ini pada akhirnya terbuka, beberapa pengikutku segera menghampiriku dengan kegelisahan, kepanikan dan ketakutan yang terlukis di wajah mereka.
Itu semua sama seperti yang biasanya sudah sering kulihat. Aku sangat yakin sekali kali ini mereka tetap tidak berhasil memenuhi perintahku. Dan aku benar tidak bisa bersabar lagi dengan semua ini.
Kemudian mereka semua pergi bersujud di hadapanku dan mulai melaporkan.
"Maafkan Hamba Paduka. Hamba tidak berhasil menangkap gadis itu seperti yang Paduka perintahkan." ucapnya kini tubuhnya mulai bergemetar.
"Tetapi kami mendapatkan informasi yang lebih penting Paduka." Sambar pengikutku satunya yang berada di belakang orang yang pertama melapor. Tidak menunggu jawaban dariku dia pun melanjutkan penjelasannya.
"Gadis itu saat ini sudah bersama Avleinsist Forqueto Paduka!"
Aku yang mendengar penjelasannya itu langsung mengangkat kuat tubuhku ke atas. Membuat kursi besi yang kududuki sedari tadi terbanting dan mengeluarkan hantaman yang cukup keras dari belakangku. Dan pasti hal itu akan mengejutkan semua orang yang langsung bersujud lebih dalam lagi memohon maaf dariku.
__ADS_1
"Diam kalian!" Seruku lagi menghentikan tangisan yang masih meminta maaf tersebut.
Aku tidak butuh permohonan kalian untuk saat ini. Karena dia, Avleinsist Forqueto. Akhirnya dia muncul kembali dan aku yakin sekali Joba juga masih bersamanya. Dan itu semua akan lebih mempermudah tujuanku, kalau dia masih sama dengan yang sebelumnya.
Aku pun mengurungkan kembali niatku untuk menghabisi semua pengikut yang tidak berguna ini.
"Kalian semua, lupakan gadis itu dan aku mengubah target berikutnya yaitu Avlein!"
"Tapi Paduka—
"Kalau kalian mati, selanjutnya itu semua akan menjadi urusanku!"
Mendengar itupun mereka tidak ada yang berkomentar lagi dan meminta izin untuk keluar meninggalkan ruangan ini dan segera pergi melaksanakan perintahku.
Ya harus lebih baik seperti itu, kalau saja mereka masih menjawab perintahku lagi, saat itu juga mereka bisa merasakan hembusan napas mereka untuk yang terakhir kalinya.
Avlein ... Apa kau kini berbeda dari yang sebelumnya maka dari itu kau berani muncul kembali? ucap batinku. Kembali duduk di kursi besi yang sudah dikembalikan posisinya seperti semula oleh pengikutku yang sejak dari awal berdiri di sisi kiri dan kananku.
Huh! Kalau saja waktu itu dia tidak berpindah tempat, aku yakin sekali bahwa aku sudah membuat sejarah baru di dunia ini. Dan aku akan berhasil memenuhi tujuanku*....
Kembali pintu besi ruangan ini berbunyi terbuka. Memperlihatkan sesosok wanita dengan dibaluti gaun berwarna hitam yang panjangnya hingga terseret di lantai. Sontak semua pengikutku yang masih berjaga dalam ruangan tanpa seruan apapun, bergerak pergi meninggalkan kami berdua di ruangan ini.
Dia kembali melanjutkan langkah kakinya, mengakibatkan rambut berwarna merah seperti darah yang panjangnya hingga bahu itu, mengikuti gerakan tubuhnya yang gemulai.
Sepasang mata merah itu tak berhenti menatap lurus ke arahku, hingga akhirnya dia kini berhasil melompat ke atas mejaku pergi mengangkat daguku dengan jari telunjuknya. Membuat kepalaku mendongak ke atas dan dalam kesempatan itu pula dia mendekati wajahku untuk melumat bibirku dengan nikmat.
Aku yang hanya menutup bibirku dengan rapat tidak menanggapi lumatan dari mulutnya itu, segera mendorong kuat tubuhnya ke belakang. Membuat kedua alis tipisnya itu hampir saja bersatu. Dia hanya melemparkan wajah penuh kekesalan ke arahku.
"Kau tetap tidak akan ku izinkan mendekati pria itu!" Mulaiku tanpa memperdulikan perkataan yang akan dilontarkannya. Karena aku sudah mengetahui apa yang ingin dilakukannya dari rayuannya tersebut.
"Hei ayolah Erkerku sayang ... Aku hanya ingin memastikan Avlein yang saat ini sama atau tidak dengan yang sebelumnya."
Dia merayu lagi dengan nada yang dimanjakan dan mulai mendekatiku kembali kini pergi duduk ke atas pangkuanku untuk menebarkan pesona wanitanya.
__ADS_1
Sementara aku tetap tidak akan termakan oleh godaan wanitanya tersebut. Aku hanya mengangkat tubuhnya dengan gaya Bridal dan mendaratkan tubuh itu di atas meja. Segera melangkah pergi bermaksud untuk menuju pintu besi ingin meninggalkannya tanpa jawaban.
Tetapi wanitaku yang satu ini tidak akan kenal dengan yang namanya kata menyerah. Barusan saja pintu besi yang ingin kutuju tersebut terbanting tertutup, ganggang pintu itu terkunci sendiri dan kemudian remuk oleh kekuatannya. Bertujuan aku tidak akan bisa membuka pintu tersebut.
Tiba-tiba saja dia melingkarkan kedua tangannya di pinggangku dan mulai menciumi kembali bagian belakang leherku. Tak lupa desahan napasnya yang mencoba menggoda pendengaran ku juga mulai memenuhi ruangan.
"Kau tahu sendiri kan, kalau dia tidak sendirian. Dan kali ini belum tentu mereka memiliki kekuatan yang sama dengan sebelumnya." Balasku mulai memegang kedua tangannya untuk melepaskan pelukan tersebut.
"Aku hanya tidak ingin melihatmu seperti waktu itu. Karena penyembuhanmu itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Dan akulah yang tidak kuat melihatmu tersiksa seperti itu," lanjutku lagi.
Akhirnya membuat pelukannya terlepas dari tubuhku dan saat itu pula aku kembali melanjutkan langkah kakiku.
Pergi mengangkat tangan kananku mengarahkan ke depan dan menekuk kelima jemariku ke dalam. Membuat pintu besi di hadapanku ini dalam sekejap remuk dan membentuknya seperti sebuah bola. Selanjutnya membiarkan besi tersebut jatuh ke bawah. Pergi meninggalkan wanitaku itu yang sudah berteriak memanggil namaku dan menyerukan aku untuk berhenti.
"Derk Erker Collin! Berhenti kamu di sana! Ini sangatlah curang ... Membekukan tubuhku seperti ini ...."
Ya ... Aku harus melakukan hal itu agar dia menuruti perintahku. Wanita keras kepala memang harus diperlakukan dengan keras juga.
***
*
note author:
Hallo teman-teman... terimakasih yang sudah bersedia membaca cerita yang udah kuusahakan yang terbaik ini.
aku selalu membutuhkan kritik dan saran dalam bentuk apa pun itu untuk kemajuanku dalam penulisan cerita selanjutnya.
jadi jangan sungkan ya keluarin semua unek-unek teman semua hehe..
terimakasih..
salam hangat, Hka
__ADS_1