
Mereka berdua tak tahu harus pergi ke mana. Setelah melewati gerbang itu, mereka kira di dunia ini akan lebih mudah untuk menjalani kehidupan baru. Tetapi tidak. Dengan rupa mereka yang mungkin berbeda itu, banyak para media berlomba-lomba untuk menangkap mereka berdua.
Beranggapan mereka adalah makhluk yang berasal dari planet lain atau biasanya orang modern bilang–Alien. Maka dari itu terpaksa mereka menyamarkan diri dengan menggunakan wujud binatang yang mereka kagumi. Tikus. Di mana hewan tersebut bisa menyelinap sembarang tempat, tanpa terlalu dipikirkan keberadaannya oleh manusia.
Tidak diperkirakan oleh mereka pula, akhirnya mereka menemukan seseorang. Yang terlihat berbeda dari manusia lainnya. Bahwasanya orang itu tak sadar akan dirinya yang ternyata bisa berbicara dengan makhluk seperti mereka.
"Hei Bogu! Kau lihat dia?!" Mulai Bogi membicarakan seseorang yang tengah berbicara dengan seorang wanita paruh baya, membawa seekor burung di tangannya.
"Maksudmu pria yang sedang berbicara pada makhluk berlendir itu?"
"Ya dia! Aku yakin, dia hanya melihat sosok wanita yang lebih tua darinya! Padahal dia bukan berbicara pada wanita itu...."
"Jadi apa rencanamu?"
"Kita akan mengikutinya!"
"Untuk apa? Bukannya itu wajar saja karena dia mengunakan sosok manusia! Lagian pria itu kelihatannya hanya salah satu dari kumpulan manusia bodoh."
"Hei! Kau itu yang bodoh tak melihat kenyataannya! Lihat jendela toko di belakangnya!"
Bogu pun melihat ke arah tersebut baru menyadari ternyata pria itu sedang berbicara sendirian. Pantas saja orang yang sedari tadi berlalu lalang di dekatnya melihat dengan tatapan yang aneh dan malah menjaga jarak dengan pria itu.
PLAK!
Kepala Bogu berhasil digetok dari belakang, sebelum akhirnya tangannya bergerak untuk mengelus bagian yang sakit.
"Kau yang bodoh, kan! Makanya lihat-lihat dulu baru bilang orang lain bodoh!"
Bogu hanya menggumam kesal menerima nasehat tersebut. Karena benar yang dikatakan kakak kembarannya itu, dia memang salah. Tapi haruskah memukul kepalanya? Selalu saja seperti itu. Bogu menggerutu kesal.
"Hei kau! Mau kupukul lagi?! Aku dapat mendengar kekesalanmu itu! Ayo... Lebih baik kita ikuti dia!" Lanjut Bogi ketika melihat pria yang mereka bicarakan hendak melangkah pergi meninggalkan lokasi.
__ADS_1
Mereka pun mengikuti ke mana pria itu pergi. Dan memutuskan untuk tetap berada di jarak yang dekat dengan pria tersebut. Yakni tinggal di rumahnya.
Setelah mencari-cari tahu informasi tentang pria itu, mereka sangat terkejut mendapati siapa sesungguhnya dirinya. Avleinsist Forqueto. Dia? Selama ini tak ada seorang pun yang mengetahui keberadaan Avlein dan mereka menemukan pria ini secara kebetulan? Mereka tak tahu pasti ini semua keberuntungan atau bahkan hanya harapan. Yang jelas mereka harus bisa berada di sisinya.
Begitu pula Bogu yang menyesali umpatannya yang waktu itu. Mengatakan hal buruk kepada sang Avlein. Ingin rasanya dia segera meminta maaf di hadapannya, tapi bunuh diri namanya jika dia melakukan hal tersebut.
Dan tentu Joba. Mana Joba? Seharusnya dia berdampingan dengan Joba. Tetapi kali ini dia hanya sendirian. Apa pria ini adalah Avlein selanjutnya? Ataukah mereka lagi melakukan sesuatu? Tapi tidak, tak seharusnya Avlein sendirian. Joba harus mendampinginya karena banyak yang mengincar dirinya. Atau mungkin dia bukan Avlein? Tentu juga tidak, tak sembarangan orang yang bernama Avlein. Itu pasti dia. Maka dari itu mereka tetap mengikuti kemana pria itu pergi. Untuk memastikan apa-apa saja kekuatan yang dimilikinya.
Hingga suatu hari hal yang tak mereka duga akhirnya datang menghampiri. Joba dan tentu juga bersama Avlein. Yang mereka temui sekitar 100 tahun yang lalu, kini tengah berdiri dihadapan mereka berdua. Memberikan beberapa pesan yang harus mereka lakukan.
"Benar bahwa Avlein yang kalian ikuti itu adalah penerusku! Kelak kalian juga akan bersama dirinya...."
Mereka tak berkutik mendengarnya. Apa ini keberuntungan mereka? Akankah mereka segera kembali ke tempat asal mereka?
"Ya, kalian akan kembali ke sana! Tapi kalian harus melakukan sesuatu dulu!"
"Dan apakah yang perlu kami lakukan paduka?!"
Avlein berhenti sejenak, kemudian melanjutkan kembali.
"Selanjutnya kalian juga harus menjadi penjaga dirinya, ya walau sebenarnya sudah ada Joba. Tetapi kita tak tahu pasti Avlein itu akan mengubah takdirnya atau tidak. Maka dari itu gunanya kekuatan yang kalian miliki. Karena dia juga belum seutuhnya sadar dengan kekuatan yang dimilikinya."
"Dan masih adakah tugas lainnya paduka?"
"Ya, kalian tentu tak bisa melawan perintah darinya. Tapi kelak kalian akan membantahnya. Di sanalah kalian akan berpisah!"
"Kami pisah? Apakah kami sudah kembali ke dunia asal kami?"
"Belum. Tpi kalian harus melakukan itu semua karena Kalian tetap akan kembali kepada avlein. Kan sudah kukatakan dari awal kalian akan kembali ke dunia asal kalian. Jadi tenang saja...."
"Baiklah Paduka. Apa masih ada tugas lainnya yang harus kami lakukan Paduka?" tanya Bogu selanjutnya.
__ADS_1
"Hanya itu tugas kalian saat ini...."
Akhirnya apa yang dikatakan Avlein kepada mereka terjadi. Mereka berdua berkenalan juga dengan penerus Avlein. Yang mengira bahwasanya mereka bisa saling mengerti satu sama lain karena kehendak dari Joba. Padahal sesungguhnya Avlein sendiri yang bisa berbicara pada makhluk seperti Bogi dan Bogu.
Begitu juga yang dikatakan oleh Avlein, mereka akan berada di sisinya. Seperti itulah yang terjadi. Mereka bahkan juga menggunakan kekuatan mereka untuk melindungi Avlein dari serangan musuh. Tetapi masih kesal dengan kekuatan yang mereka miliki karena tak seutuhnya bisa melindunginya.
Bagaimana bisa mereka jatuh ke dalam ilusi mata merah itu? Padahal musuh hanyalah makhluk yang berasal dari dunia Greyaq. Apa karena mereka yang memutuskan untuk tinggal di dunia manusia, maka dari itu kekuatannya melemah?
Tapi untung saja Avlein bisa mengatasi semuanya.
Dan bagaimana bisa juga mereka terlambat untuk melindungi Avlein dari serangan musuh. Hanya terdiam melihat aksi yang menyakitkan dipandang kedua mata. Avlein ditusuk dari belakang oleh monster lain. Bisa-bisanya mereka berlari lebih lambat dari yang biasanya. Hanya bisa membasmi monster itu untuk menebus kesalahan mereka.
Dan kali ini mereka juga berharap dapat menggunakan kekuatan mereka dengan benar. Mengincar para monster yang berkeliaran di Dunia Lionera. Untuk menarik sang pengendali keluar dari sarangnya.
***
Note author:
hai halloo... udah mau masuk eps 30 kitaaa... dikasih bonus dulu yak 😅
sebenarnya cerita di eps ini tak ingin saya keluarkan. Tapi sepertinya kalian perlu mengetahui kisah yang tanpa sepengetahuan Avlein 😆
Tapi sebenarnya Avlein bakal tahu kok nantinya (eh kan spoiler) 😆
ditunggu aja eps selanjutnya yah. target author hanya bisa up setiap 4 hari.
terimakasih salam hangat
_hka
#jagakesehetanteman
__ADS_1