JOBA

JOBA
[24] Redic


__ADS_3

***


TENG


TENG


TENG


Suara lonceng yang sudah terdiam selama 25 tahun akhirnya berbunyi. Dan ini menandakan kepada seluruh penduduk dunia Greyaq untuk segera berkumpul di halaman kerajaan.


Membuat para kaum bergegas untuk menuju istana, bahkan rela meninggalkan masakan mereka yang hendak matang. Jika seperti ini, maka raja akan menyampaikan sesuatu yang sangat penting. Jika tidak menuju kerajaan maka karantina sebagai hukumannya.


Karantina dunia Greyaq.


Mereka akan diasingkan jauh dari pemukiman penduduk. Di mana tak ada seorang pun berada di wilayah tersebut bahkan penjaga sekalipun. Dan itu akan berlangsung selama hampir 10 tahun lamanya, atau bahkan lebih.


Tidak mendapatkan hukuman apapun hanya saja tidak bisa melarikan diri dari wilayah tersebut. Harus bisa bertahan hidup dengan apa yang tersedia di sana. Tetapi kebanyakan tak ada yang dapat bertahan lama, karena kesulitan untuk mencari makan dan minum.


Penduduk Greyaq yang sudah memenuhi halaman makin lama semakin gaduh, menantikan raja yang tak kunjung datang. Mereka panik memikirkan apa sebenarnya yang sedang terjadi. Apakah mereka semua akan meninggalkan tempat ini lagi?


Kemudian lima pasukan berjubah yang biasanya ditugaskan sebagai pengawas dunia Greyaq, baru saja keluar dari gerbang utama, menyebabkan seluruh kaum menjadi lebih rusuh lagi melontar-kan berbagai macam pertanyaan.


Lantas salah satunya mengangkat tangan kanan, membuat semua keributan langsung terdiam mengerti dengan seruannya.


Lalu yang ditunggu akhirnya muncul dari belakang pasukan tersebut. Raja Yua memberikan senyuman lebar kepada seluruh penduduk, tidak lupa juga menyapa mereka dan berterimakasih sudah berkumpul dengan tepat waktu.


"Saya sebagai raja dunia Greyaq, memerintahkan kepada kalian semua untuk menghadap kepada saya, dia yang tanpa perintah telah keluar dari dunia ini untuk melakukan sesuatu yang tidak ada gunanya!" mulai raja Yua.


Tidak ada tanggapan dari seluruh kaum. Mereka hanya terdiam melirik ke kanan kiri. Sepertinya ada pengkhianat diantara mereka semua, karena sudah berani menentang perintah raja yang melarang seluruh kaum untuk keluar dari gerbang tanpa keperluan yang masuk akal.


"Jika tidak ada yang menyerahkan diri, maka kalian tahu akibatnya. Kalian akan dipindahkan ke dunia lain dan itu tentu melebihi hukuman dari karantina!" lanjut raja Yua.


Lantas mendengar perkataan raja, beberapa kaum langsung mengangkat tangan mengakui diri dan segera keluar dari kumpulan untuk bersujud di hadapan Yua. Mereka secara bersamaan meminta maaf kepada raja karena telah berani melanggar perintahnya.


"Saya mengatakan ini semua bukan hanya untuk menakuti kalian agar segera menghadap kepada saya. Karena saya benar akan memindahkan kalian ke dunia yang tak kalian ketahui!" raja Yua kembali menyerukan.


"Apa masih ada yang belum mau menyerahkan diri?"


Beberapa kaum berbisik lagi, mereka juga mulai saling menuduh satu sama lain. Tetapi kemudian suara ribut itu kembali terdiam karena baru saja raja Yua menepuk tangannya 2 kali. Dia melangkah maju lebih mendekati kumpulan penduduk.


"Jika kalian menyerahkan diri, aku akan membatalkan hukuman tersebut, lain halnya jika kalian memilih untuk tetap diam!"


Masih semuanya berdiam diri tak ada yang mau mengakuinya.


"Tapi tentu orang sepertimu tak akan takut dengan perkataanku itu, benar kan, Redic?!" lanjut raja Yua lantas dia menatap ke arah pasukan pengawas yang berada di belakangnya.


Membuat seluruh kaum kini kembali riuh karena tidak menyangka salah satu pengawas terpercaya dunia Greyaq bisa mengkhianati raja sendiri.


Dia selaku Redic segera membuka jubah penutup kepalanya dan juga bersujud di hadapan raja, memohon maaf dengan apa yang telah dilakukan-nya. Diikuti pula dengan para pengikutnya yang tak menyerahkan diri sebelumnya, keluar dari kerumunan.

__ADS_1


"Tapi Paduka Raja, untuk apa kita selalu bersembunyi? Bahkan mereka tak mempunyai kekuatan seperti kita! Aku sudah membuktikan semua itu, kita tak perlu takut lagi!"


"Kau lupa yang kau alami dulu? Dunia luar itu tak semudah yang kau katakan!"


"Tapi kita sekarang berbeda dengan yang dulu Paduka, dan itu semua karena Anda yang mengajari kami semua. Untuk apa kita selelu seperti ini?"


Raja Yua hanya menggelengkan kepalanya pelan, serta desahan yang cukup dalam. Dia berpikir sepertinya makhluk satu ini telah termakan pengaruh buruk makhluk asing, makanya dia bisa menjadi keras kepala seperti ini.


Tetapi dia mengerti karena Redic yang masih berusia cukup muda, tentu memiliki sifat yang kekanakan.


Bukan juga karena dia yang masih muda bisa membatalkan hukuman yang diberikan oleh raja. Dia tetap memerintahkan kepada pasukan penjaga tahanan untuk membawa Redic dan pengikutnya yang lain ke dunia yang dianjurkan.


"Bagaimana bisa keturunan raja Yua bjsa mengkhianati ayahnya sendiri?!" para kaum sedari tadi berbisik di sana sini tidak percaya dengan apa yang terjadi.


"Dan ini kembali saya perintahkan kepada kalian semua agar mengikuti apa yang menjadi peraturan awal. Tentu semua ini bertujuan untuk kebaikan kita bersama!" Dia mengakhiri perkataannya dengan sedikit membungkuk.


Kemudian raja kembali memasuki pintu kerajaan disusul dengan pasukan pengawas yang memerintah seluruh penduduk untuk kembali ke rumah masing-masing.


Sementara pasukan penjaga tahanan yang membawa Redic dan pengikutnya, sudah berjalan cukup jauh keluar dari gerbang Greyaq—menuju dunia lain.


Dia Redic yang kini sudah dibelenggu seluruh tubuhnya—bagian yang bisa menggunakan kekuatan. Di mana mulutnya ditutup dengan masker besi, penutup mata besi dan kepala ditutup dengan kain hitam, sementara lengan dan kaki juga diborgol besi.


Ia masih terdiam di dalam kereta tahanan. Lain halnya dengan para pengikut yang hanya diborgol besi di tangan. Mulai berbisik pula mengkhawatir-kan apa yang akan terjadi kepada mereka semua.


"Apa benar kita akan ke dunia yang mengerikan?"


Lalu terdengar samar tawa Redic yang jelas suaranya dihalangi oleh benda. Membuat para pengikutnya itu terdiam dan menatap keheranan ke arahnya. Mereka berpikir bisa-bisanya di saat seperti ini pangeran Redic malah tertawa. Dan apa sebenarnya yang sedang ditertawakannya.


Bersamaan dengan itu pula kereta berguncang kuat menyebabkan kereta terhenti tak dapat berjalan lagi. Para penjaga pun segera melihat apa sebenarnya yang sedang terjadi.


"Ada apa ini?!"


"Aku tidak tahu!"


"Bagaimana dengan tahanan kita?!" Segera mereka membuka kunci yang menutupi pintu kereta tahanan. Mendapati 15 kaum yang mereka bawa masih berada di sana—tidak lupa borgol masih mengunci tubuh mereka.


"Apa ada yang mengikuti kita?"


"Aku juga tak tahu itu, lebih baik kita tunggu saja 3 pengawas yang ikut bersama kita!"


Beberapa saat kemudian, 3 orang pengawas menghampiri kereta mereka. Melaporkan pula tak ada satupun yang mengikuti kereta tersebut. Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah ini ulah dari para tahanan, tapi seharusnya mereka tidak bisa menggunakan kekuatan mereka karena borgol-borgol yang sudah dimantrain tersebut.


Mereka pun dengan terpaksa menghentikan perjalanan terlebih dulu untuk menunggu kedatangan kereta baru.


Tidak menyadari bahwa ini semua adalah ulahnya Redic yang dalam kesempatan ini dia melaksanakan rencana yang sudah dipersiapkan.


Dia akhirnya berhasil melepaskan borgol-borgol yang membelenggu tubuhnya. Dia sudah melakukan semua itu sejak perjalanan tadi dengan mantra yang sudah dipelajarinya tanpa sepengetahuan ayahnya. Karena dia sudah memperkirakan semua ini pasti akan terjadi.


Setelah semua borgol di tubuh mereka sudah terlepas, Redic beserta pengikutnya melakukan rencana berikutnya, yakni menyerang para penjaga dan pengawas yang cukup ahli.

__ADS_1


Pertikaian pun terjadi.


Mereka melesat keberbagai arah. Mengeluarkan kekuatan yang mereka kuasai. Tidak lupa pula sudah berhasil menghancurkan wilayah sekitar.


Sebenarnya kesulitan utamanya ada dipara pengawas karena mereka memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari semua kaum. Tapi ternyata 3 pengawas ini baru menyadari bahwasanya Redic tidak sama dengan yang mereka tahu, karena kini dia memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari mereka semua.


"Cih! Jangan lupakan kalau aku ini keturunan raja Yua! Seharusnya kalian membawa kakak-kakakku untuk mendampingi kalian!"


Dia tergelak menatap ke arah 3 pengawas yang sudah terkapar di tanah. Menyapukan pandangan-nya, tak ada lagi dilihatnya para penjaga yang masih bertahan. Akhirnya mereka bisa melaksanakan rencana selanjutnya, yakni membuat kelompok baru—kaum Voq.


"Kita buktikan pada pak tua itu, bahwa kita bisa menguasai dunia manusia ini! Kalau perlu kita jadikan mereka semua budak di dunia kita!"


***


"Jadi kau memulai peradaban baru dan menjadikan manusia yang kau tahan sebagai budak? Bagaimana bisa, bukannya mereka tak dapat melihat kalian semua?!"


"Jadi kami hanya menyembunyikan mereka Paduka. Karena sifat mereka yang semakin aneh, kami tak dapat memerintah apapun."


"Tentu ... Yang kalian maksudkan itu mereka akan menjadi gila, karena tak melihat makhluk yang mengganggu mereka semua!"


"Ya ini yang harus kulakukan agar menarik perhatian pak tua sialan itu. Dia bahkan tak pernah menyisakan waktunya untukku, apalagi mendengarkan perkataanku!" kepalanya tertunduk, suaranya pun mulai terisak, sepertinya dia ingin menangis.


Dan sekarang aku mengerti mengapa dia bisa seperti ini, kasih sayang orangtua, itulah yang dibutuhkannya.


"Hei kau! Asal kau tahu, kau sangat beruntung! Aku bahkan tak pernah melihat siapa ayahku sebenarnya!"


Mendengar ucapanku barusan, dia kembali mengangkat kepala sembari menyeka air di ujung mata. Dia bahkan tak mengerjap ke arahku, sepertinya mengerti perasaan yang kualami selama ini.


Sambil bersujud dia kembali mengucapkan kata maaf berulang kali atas apa yang telah diperbuat-nya. Dia berjanji akan menghentikan semua ini, mengembalikan kondisi dunia manusia, membersihkan kota, mengantar manusia pulang dan kembali mengikuti perintah ayahnya.


Tapi disela perbincangan kami, bogi melaporkan sesuatu yang menarik perhatiannya sejak keluar dari dunia Greyaq.


Bahwasanya ternyata jauh beratus kilometer dari gerbang Greyaq, ada perisai oranye yang melingkar menutupi negara ini. Dia yakin sekali itu pelindung kerajaan Greyaq untuk melindungi dunia tersebut dari gangguan makhluk lain.


Mengetahui itu pula, akhirnya tangis Redic tak terbendung lagi. Bahkan dia sendiri tak menyadari adanya pelindung tersebut. Dia mengatakan pantas saja sejauh ini tak ada makhluk lain yang menghampiri lingkungan mereka. Dia benar-benar menyesali semua yang sudah dilakukannya.


Tak lupa pula aku menanyakan hal yang memenuhi pikiranku, yaitu bagaimana rasanya ketika aku menyentuh tubuhnya. Dia mengatakan, bahwa saat itu titik energi dia yang berada dibgian lengan kiri, terasa seakan tertarik paksa keluar dan itu sangat menyakitkan.


Dia juga mengatakan bahwa sebenarnya dia sudah menggunakan beberapa mantra terhadapku, salah satunya yaitu mantra ke alam bawah sadar dunia dia.


Di mana itu akan mengakibatkan aku terbawa ke dalam mimpi buruk. Tetapi tak ada satu pun mantra yang berpengaruh terhadapku.


*


#dirumahaja


jaga kesehatan ya teman-teman semua ✊🤗


salam hangat _hka_

__ADS_1


__ADS_2