
Sepasang pengantin itu disambut dengan wajah ceria oleh sang pemilik rumah. Kakek Emery berdiri di ambang pintu dengan senyum lebar. Sudah lama ia menunggu kedatangan sang cucu kesayangan, akhirnya bisa bertemu juga.
"Bertemu Reynand seperti akan bertemu dengan pejabat pemerintah saja, selalu sibuk dan tidak ada waktu untuk berkunjung. Apa menunggu Kakek kamu ini terbaring di rumah sakit baru kita bisa bertemu, hm?" Omelan pun langsung dilayangkan begitu tubuh sang cucu berada dalam pelukan.
"Maafkan aku, Kek. Kami sudah di sini sekarang, Kakek tidak perlu khawatir lagi." Reynand menepuk punggung Kakek Emery dengan penuh sayang.
Dua manusia beda generasi itu pun saling mengurai pelukan. Tatapan Kakek Emery beralih pada Azalea yang berdiri menyaksikan pertemuan mereka. Ia memeluk cucu menantunya itu dengan pelukan hangat.
"Kau sehat bukan? Reynand memperlakukan kau dengan baik, Azalea?" tanya Kakek Emery sambil menatap sang cucu menantu dengan tatapan ingin tahu.
"Azalea baik, Kakek. Sangat baik. Kakek tidak perlu khawatir, Reynand memperlakukan aku dengan sangat baik." Azalea berujar pelan. Tangannya menggenggam tangan sang kakek, lalu mengelus punggung tangan yang keriput itu dengan pelan. Ia tersenyum tulus.
"Kamu jangan membela Reynand dan menutupi kesalahan yang dia lakukan ya. Kalau dia berbuat macam-macam, bilang sama Kakek. Kakek masih kuat untuk memukul anak nakal itu." Kakek Emery berkata dengan ekspreasi serius.
Azalea tahu, Kakek Emery juga menyayangi dirinya sebagaimana sang kakek menyayangi si cucu kandung. Ia pun mengangguk.
__ADS_1
"Iya, Kakek. Kakek akan jadi orang pertama yang akan Azalea kasih tahu kalau Reynand berbuat yang tidak diinginkan dan menyakitiku." Azalea pun berkata meyakinkan.
Di samping Azalea, Reynand menatap lekat. Rasanya tidak percaya dengan kesepakatan kedua orang itu. Padahal, mereka jarang sekali bertemu. Namun, Reynand tidak merasa keberatan sama sekali. Tangannya bergerak, merangkul pundak sang istri. Ada rasa bangga di lubuk hati karena Azalea bisa dengan mudah mengakrabkan diri dengan kakeknya.
"Ayo sarapan! Jangan mengumbar kemesraan di depan Kakek." Kakek Emerey berbalik dan berjalan lebih dulu setelah melihat sepasang pengantin itu saling bertatapan dalam.
Melihat reaksi sang kakek membuat Azalea malu. Ia berkelit, hendak melepaskan tangan Reynand di bahunya. Namun, lelaki itu justru semakin mengeratkan rangkulan. Reynand bahkan bersikap santai menyusul langkah sang kakek ke ruang makan, walaupun beberapa kali berpapasan dengan asisten rumah tangga di rumah itu.
Azalea makan dengan lahap. Menu nasi kuning dengan segala pelengkapnya sangat menggugah selera. Bisa dikatakan, pagi ini adalah pagi yang spesial karena menu sarapan itu.
"Hmm," sahut Azalea dengan mulut penuh. Ia menganggukkan kepala berulang kali.
Reynand tersenyum lebar. Ia mengelus kepala Azalea dengan perasaan sayang. Emery yang memperhatikan sikap cucu dan cucu menantu itu turut tersenyum dengan kelegaan yang mengembang di dalam dada.
"Ayo, makan yang banyak. Nanti pulang bawa juga." Kakek Emery mengangkat tangan mempersilakan Azalea menikmati sarapan.
__ADS_1
Azalea dan Reynand mengangguk secara bersamaan.
Usai sarapan, Kakek Emery mengajak sepasang suami istri itu untuk duduk di taman belakang. Mereka bisa merasakan hangatnya mentari pagi di sana, sembari menikmati pemandangan yang ada.
"Di sini indah ya," ujar Azalea berkomentar.
"Kamu betah, kan, di sini?" tanya Kakek Emery ingin tahu.
"Iya, Kakek. Di sini masih sangat asri. Kakek hebat." Azalea mengacungkan dua jempol kepada Kakek Emery atas perasaan takjub yang ia miliki.
Kakek Emery tertawa lebar. "Kalau begitu, kapan kalian akan pindah ke rumah ini? Kakek sudah sangat tua dan rasanya sangat sepi hidup sendirian."
Pengakuan yang dilakukan Kakek Emery itu membuat Azalea dan Reynand saling pandang dalam diam. Azalea sendiri bingung harus menanggapi apa. Jika tinggal di rumah ini, sudah tentulah ia harus tidur sekamar dengan suaminya. Sedangkan, mereka masih tidur dengan kamar terpisah.
Seketika, pikiran Azalea pun buntu. Bibirnya terkatup rapat, tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan kakek yang merasa kesepian itu.
__ADS_1