
Reynand tidak tahan melihat tawa sang kakek. Kejadian memalukan itu telah berlalu beberapa jam yang lalu, ia sudah mengajak Azalea agar segera pulang. Namun, Kakek Emery mencegah niat tersebut. Semakin keras usaha yang dilakukan Reynand, semakin keras pula penolakan Kakek Emery. Akhirnya, ia hanya bisa pasrah.
Alhasil, setiap kali keduanya berpapasan, Kakek Emery meledek dengan menepuk tangan di udara sembari berseru, "Awas, ada nyamuk! Ada nyamuk!"
Jika wajah Reynand merah padam karena malu, wajah Kakek Emery memerah karena tertawa terbahak. Puas sekali sang kakek meledek dirinya habis-habisan.
"Reynand, duduklah! Ajak istri kamu juga." Kakek Emery melambaikan tangan saat melihat sang cucu yang melintas di depan ruang kerjanya.
Tidak menunggu waktu lama, sepasang pengantin itu pun telah duduk berdampingan di hadapan sang kakek.
Kakek Emery mendorong sebuah amplop ke hadapan Reynand dan Azalea. Keduanya saling bertatapan, lalu tangan Reynand bergerak mengambil amplop tersebut.
"Apa ini, Kek?" tanya Reynand sembari membuka amplop dan mengeluarkan isinya.
"Tempat untuk kalian liburan," balas sang kakek. Ia tersenyum lebar, tatapannya beralih pada Azalea. "Hati-hati banyak nyamuknya, lho, di sana, Azalea. Kamu harus bawa semprotan nyamuk dan lotion anti nyamuk ya," katanya dengan kekehan pelan.
"Emang itu tiket untuk ke mana? Hutan ya? Aku enggak suka ke hutan, Rey." Suara Azalea mendayu lembut. Ia tidak sengaja melakukan itu. Suaranya terdengar manja.
__ADS_1
Reynand seketika menolah, tidak biasanya suara Azalea bernada demikian.
"Kakek cuma bercanda, Azalea. Kita akan ke tempat yang sangat indah. Kamu pasti suka." Reynand berkata pelan. Ia menunjukkan kertas dari dalam amplop tersebut.
Azalea tercengang melihatnya. Ia menjerit takjub, binar senang di wajahnya tidak dapat disembunyikan.
"Selamat ulang tahun, Azalea. Maaf ya, kadonya telat. Kakek juga enggak ikut merayakan ulang tahun kamu kemarin malam," ucap Kakek Emery dengan tulus.
"Terima kasih, Kakek." Suara Azalea bergetar. Ia sangat terharu dengan perhatian yang diberikan Kakek Emery kepadanya.
"Iya. Reynand dan yang lainnya sukses buat aku terkejut dan senang, Kek." Azalea menatap lelaki di sampingnya dengan binar bahagia terpancar di matanya. Ia bangga pada lelaki itu yang beberapa bulan ini telah sukses membuat kejutan kebahagiaan untuk dirinya.
"Nah, semoga kado ulang tahun ini semakin melengkapi kebahagiaan kamu, Azalea. Bahagia selalu, sehat selalu, panjang umur dan segera kasih Kakek cicit." Kakek Emery mengedipkan satu mata.
Kesan angkuh yang pertama kali Azalea lihat pada Kakek Emery sudah lenyap tidak bersisa. Kini yang ada hanyalah sisi sang kakek yang penyayang, suka bercanda dan ramah serta baik hati. Seperti halnya Reynand di mata Azalea.
Di perjalanan pulang, berulang kali Reynand bertanya tentang perasaan Azalea saat ini.
__ADS_1
"Apa kamu senang hari ini?"
"Ya. Aku sangat senang sekali. Terima kasih, Rey. Sebaiknya kita harus sering-sering berkunjung ke rumah Kakek, mungkin Kakek merasakan kesepian tanpa ada kita di sana." Azalea menatap lekat lelaki di sampingnya. Walaupun Reynand tidak membalas tatapannya, tetapi Azalea sangat mengerti bahwa lelaki itu tahu apa yang ia katakan.
"Tentu. Kita akan sering berkunjung. Selama itu tidak mengganggu waktu sekolah dan belajar kamu." Reynand terus menatap fokus pada jalanan dilalui.
Beberapa menit kemudian, tidak ada percakapan di antara keduanya sampai Azalea menanyakan tentang rencana mereka berhenti di mall.
"Kita jadi ke mall, kan? Aku mau beli racun nyamuk yang banyak sekalian untuk stok."
Seketika, Reynand menginjak rem secara mendadak sampai-sampai mereka harus menerima suara klakson secara beruntun karena mobil yang berhenti mendadak tersebut.
"Kamu ... masih mau beli racun nyamuk?" tanya Reynand tidak percaya. Tidak ingin membuat kemacetan yang panjang, ia segera melajukan kembali kendaraannya.
Tanpa rasa bersalah, Azalea mengangguk antusias. Sedangkan Reynand berpikir keras bagaimana cara memberi tahu Azalea tentang yang sebenarnya.
Sebuah ide terlintas di kepala. Waktu liburan adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan seberapa ganas nyamuk yang telah menggigit leher Azalea itu. Reynand tersenyum miring. Ia melirik gadis di sebelahnya dengan tatapan misterius.
__ADS_1