
"Dari tadi yang kamu bicarakan soal uang-uang dan uang saja, Dirly. Seperti hanya uang yang jadi masalah diantara kita bagi kamu. Sayangnya, uang bukan penyebab masalah yang terjadi di antara kita saat ini. Karena aku juga tidak kekurangan uang buat saat sekarang."
"Hanya saja ... yang hilang itu kepercayaan. Kau sudah tidak bisa aku percayai. Untuk itu, buat apa kita berhubungan satu sama lain. Meski hanya berhubungan sebatas kerja sama dalam dunia bisnis. Karena aku tidak ingin di tipu lagi. Permisi."
Kali ini, Dirly benar-benar tidak bisa berucap apa-apa lagi. Amelia yang dia tunggu kedatangannya, kini sudah pergi. Menjauh dari dirinya dengan membawa perasaan benci dan kecewa.
Dirly terdiam tanpa kata dengan tubuh kaku tanpa bisa bergerak. Hanya itu yang bisa dia lakukan setelah kata-kata yang bernada kecewa dari perempuan yang selama ini jadi sumber kekuatan dan semangat untuknya terucap. Langsung menusuk ke dalam relung hati terdalam.
Dia menyadari kesalahan yang telah dia lakukan. Berharap kesalahan itu tidak akan merusak masa depan. Tapi nyatanya, apa yang terjadi saat ini, benar-benar di luar logika.
Dirly mengingat semuanya kembali. Saat itu setelah Amelia mengantarkan dirinya ke rumah sakit, dia langsung berlari tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Amelia.
Karena yang ada dalam ingatannya saat itu hanyalah Ajeng. Perempuan yang paling dia cintai satu-satunya. Karena perempuan itu dia siap kehilangan semua yang dia punya.
Jadi, saat tahu perempuan itu dalam keadaan sekarat, tentu saja pikirannya kacau dan dunianya terasa hitam kelam bak tiada cahaya sedikitpun. Semua yang terbaik berusaha dia lakukan. Uang yang baru saja dia dapatkan dari Amelia sebagai bayaran untuk tugas pernikahan kontrak yang sudah sama-sama mereka sepakati, dia gunakan untuk mengobati penyakit langka Ajeng.
Namun, karena rumah sakit itu tidak bisa mengobati penyakit perempuan yang dia cintai, terpaksa dia harus memindahkan Ajeng ke rumah sakit yang lebih canggih lagi. Dan rumah sakit itu berada di luar negeri.
Lagi, semua yang terbaik akan dia lakukan untuk orang yang paling dia sayangi. Dirly langsung memindahkan Ajeng ke rumah sakit tersebut malam itu juga.
__ADS_1
Dia mengabaikan perjanjian yang dia buat dengan Amelia hanya untuk merawat penyakit langka yang Ajeng derita. Hingga sampai dua bulan kemudian, Ajeng akhirnya bisa sembuh total dengan semua yang sudah dia lakukan dengan sepenuh hati.
Tapi malangnya, usaha dalam menyembuhkan perempuan itu ternyata tidak pernah perempuan itu hargai sepenuh hati. Jangankan hargai dengan sepenuh hati. Diingat dengan baik saja tidak.
Ajeng yang sudah sembuh malah pergi dengan laki-laki lain yang sudah mapan dan kaya setelah bermain selama satu bulan di belakangnya. Saat itulah, sang mama yang selama ini sudah membantu Dirly secara diam-diam, langsung menunjukkan wajahnya.
Dirly yang penuh sesal, kini kembali ke pangkuan sang mama. Dari mamanya juga dia tahu sebuah kenyataan yang selama ini tertutup. Ternyata, perempuan yang dia tolong perjodohan itu adalah perempuan yang ingin menjadikan dirinya sebagai pasangan nikah kontrak.
Karena hal itu, Dirly merasa sangat-sangat menyesal. Lagipula, kesan manis yang sudah Amelia ukir dalam hatinya sudah membekas. cukup baik. Kesan itu yang tanpa sengaja membuat dia menyemai bibit cinta yang semakin lama semakin berkembang.
Dirly kembali ke keluarga Prayoga dengan wajah penuh sesal. Seperti yang Dion katakan sebelumnya, tali darah yang Dirly miliki tidak akan mengubah kalau Dirly adalah pewaris sah satu-satunya.
Tapi, Dirly yang merasa malu, tidak ingin menikah dengan cara perjodohan. Dia ingin memenangkan hati Amelia dengan cinta. Karena dia tahu, Amelia adalah perempuan yang sangat tidak suka dengan yang nama perjodohan. Dia takut kalau Amelia mungkin akan kembali membayar orang lain untuk menikah kontrak setelah tidak menemukan dirinya.
Karena itulah, Dirly memilih untuk memenangkan hati Amelia. Namun, dia akan memenangkan hati perempuan manis nan cantik itu setelah dia pantas untuk mendapatkan posisi yang cukup sepadan.
Walaupun itu butuh proses. Tapi dia akan melakukan hal itu dengan sepenuh hati demi cinta untuk Amelia yang tanpa sadar telah mencuri sebagian dari hatinya.
Hingga pada akhirnya, dia berhasil jadi ceo ternama perusahaan terkenal di luar negeri dengan usaha darinya sendiri. Ya meskipun tidak terlepas dari nama besar yang keluarganya miliki. Tapi setidaknya, semua usaha dalam merintis usaha dia jalani dengan tangannya sendiri.
__ADS_1
Setelah usaha itu berhasil, dia tinggal menunggu kedatangan Amelia, sang ratu pujaan dengan sabar. Tapi sayang, setelah datang, perempuan itu malah membenci dirinya karena kesalahan kecil yang dia lakukan saat terakhir bertemu. Hal itu membuat hati Dirly menjadi retak seribu.
"Pak Bos. Pak Bos Dirly. Apa bapak baik-baik saja?" Diego bertanya sambil menyentuh bahu Dirly dengan sangat hati-hati.
Seketika, Dirly sadar dengan apa yang dia pikirkan karena sentuhan tersebut. Dia mencoba untuk terlihat baik-baik saja. Padahal, yang sebenarnya hati Dirly rasakan adalah, sangat-sangat tidak baik.
"Aku gak papa. Baik-baik saja. Meskipun barusan dapat badai besar yang tiba-tiba melanda."
"Sabar, pak bos. Pak bos tahu, perempuan memang seperti itu. Jika bapak benar-benar suka dengan nona ceo itu, maka kejar dia sampai bapak mendapatkannya. Perempuan memang butuh dikejar habis-habisan, baru dia akan luluh."
Dirly terdiam sambil melihat ke arah Diego. Orang yang dilihat bukannya merasa grogi. Eh, malah semakin menjadi besar kepala dan semakin bangga.
"Lagian nih ya, pak. Jika cinta tanpa pengorbanan, maka itu akan terasa hambar. Jadi .... "
"Tahu apa kamu dengan yang namanya pengorbanan, Die? Aku sudah pernah melakukan pengorbanan besar dalam hidupku sebelumnya. Terutama, untuk orang yang aku cintai. Tapi apa yang aku dapatkan, hm? Pengkhianatan besar samapi hati ini tidak tertolong lagi. Hancur berantakan sampai tak tersisa."
"Lah sekarang ... saat aku mencoba menyatukan hatiku yang hancur dengan dia sebagai pembalut luka. Eh, malah retak kembali."
"Maafkan aku jika aku bicara lancang, pak bos. Tapi ... dari pembicaraan yang aku dengar antara pak bos dengan nona ceo cantik barusan itu, aku bisa mengambil kesimpulan, kalau dia itu hanya butuh waktu untuk memperbaiki hatinya. Memulihkan rasa kecewa yang dia alami pada pak bos sebelumnya."
__ADS_1
"Jangan sok tahu kamu, Die. Aku bosan dengan semua yang kamu katakan. Kamu seperti orang yang ahli dalam cinta. Padahal kenyataanya, kamu pernah jatuh cinta saja tidak satu kali pun."