Jodoh Pasti Bersama

Jodoh Pasti Bersama
*37


__ADS_3

Satu bulan setelah pernikahan Amelia dan Dirly, Anggun dan Dion melanjutkan pernikahan mereka dengan acara yang hampir sama megah dengan pernikahan Dirly.


Meski Dion hanya anak angkat, tapi keluarga Prayoga menganggap dia sama seperti anak kandung. Makanya, keluarga Prayoga menyediakan pesta yang sama dengan pesta pernikahan Dirly.


Anggun yang terlihat sangat bahagia di dampingi sahabat baiknya. Kini tak henti-hentinya dia tersenyum melihat ke arah para tamu yang hadir.


Sekarang, dia sangat bersyukur karena sudah memiliki suami seperti yang selama ini dia harapkan. Meski sejujurnya, ada bagian hati lainnya yang merasa sedih. Karena setelah pernikahan ini, dia dan Amelia sahabatnya akan berpisah dalam waktu yang mungkin cukup lama.


Amelia akan pergi keluar negeri bersama Dirly. Dia akan tinggal di sana dengan suaminya. Karena kebetulan, dia sudah punya perusahan besar di sana. Sedangkan perusahan yang Amelia miliki di sini, akan diserahkan pada papanya kembali.


Tapi, Amelia meminta papanya menjadikan Anggun sebagai pemimpin untuk menggantikan posisi dirinya. Tanggung jawab yang besar itu membuat Anggun merasa tidak sanggup untuk menerima. Tapi Amelia tidak akan pernah membiarkan Anggun menolak apa yang sudah menjadi permintaanya.


Karena Amel hanya akan percaya dengan sahabatnya. Karena dia sudah sejak kecil bersama. Sahabatnya adalah orang yang paling bisa dia percaya dan paling dia banggakan selama ini.

__ADS_1


Sementara Anggun yang merasa punya hutang budi besar pada Amelia, tidak punya cara lain selain menerima permintaan itu. Dia menyanggupinya. Dan dia harus membuktikan kalau dia layak di percaya.


Pernikahan megah itu selesai. Setelah tiga hari kemudian, Amelia akhirnya benar-benar pergi bersama Dirly keluar negeri. Isak tangis mengiringi kepergian Amelia. Anggun yang tidak rela, memeluk tubuh Amel dengan erat.


"Berjanjilah padaku kalau kamu akan kembali untuk mengunjungi aku, Mel. Aku mohon padamu, tolong jangan lupakan aku."


"Hei! Kamu tenang saja. Mana mungkin aku akan melupakan kamu, sayangku. Kau sahabat yang bar-bar. Kenapa malah menangis sih?"


"Aku tidak kuat jika harus berpisah dengan kamu, Mel."


"Untuk kamu kak Dion, tolong jaga Anggun dengan baik. Jangan biarkan dia menangis. Dia kuat di luar. Tapi ketahuilah, kalau dia ini sungguh suka rapuh di dalam."


Dan akhirnya ... mereka berpisah. Pesawat pun berangkat meninggalkan bandara. Anggun terus saja menatap kepergian sahabatnya sampai pesawat itu hilang dari pandangan.

__ADS_1


Perpisahan itu memang akan selalu menyisakan luka. Takdir hidup di dunia ini memang tidak akan pernah berubah sampai kapanpun.


Satu minggu kemudian, rumah keluarga Prayoga kedatangan tamu besar yang kelihatannya orang terpandang. Awalnya, tidak ada yang aneh dari kedatangan tamu itu. Tapi, setelah tahu kalau tamu itu adalah keluarga kandung Dion, kediaman Prayoga pun gempar seketika.


Mereka datang untuk mengambil anak mereka kembali. Tapi, kedua orang tua angkat Dion tidak setuju. Karena mereka sudah menganggap Dion sebagai anak kandung mereka.


Namun, rela atau tidak rela. Mereka pada akhirnya terpaksa melepaskan anak angkat mereka itu. Karena anak angkat mereka adalah pewaris sah satu-satunya perusahaan besar yang sedang berkembang pesat di kota sebelah.


Dion pun akhirnya setuju untuk ikut dengan orang tuanya. Sedangkan Anggun, dia harus tetap tinggal di kota itu karena tanggung jawab yang Amel berikan padanya.


Namun, keduanya masih tetap bersama. Karena Dion tidak hanya akan pulang satu minggu sekali ke rumah orang tuanya. Sementara hari berikutnya, dia akan tinggal bersama istrinya di kota itu.


______

__ADS_1


*Kisah rumit yang akan Anggun lalui akan kita lanjut di karya yang lain ya. Judulnya, DI LAMAR SEPERTI RATU. DI JATUHKAN SEPERTI DEBU. Untuk karya ini memang agak panjang judulnya yah.


__ADS_2