Jodoh Pasti Bersama

Jodoh Pasti Bersama
*34


__ADS_3

"Diam! Kamu tidak tahu apa-apa, jadi tidak perlu banyak bicara!"


Ajeng langsung membentak suster tersebut dengan kasar. Dia yang tidak tahu akan kehadiran Dirly dan Amelia, terus saja berkata-kata kasar pada suster tersebut.


"Kau ternyata seperti ini, Ajeng. Sangat-sangat liar," ucap Dirly dengan nada kesal.


Sontak saja, ucapan yang tiba-tiba itu membuat Ajeng langsung memutar kepala untuk melihat orang yang sedang bicara dengannya. Betapa kagetnya dia ketika menangkap sosok yang sangat tidak ingin dia lihat saat ini. Apalagi saat kedua sosok itu sedang berjalan bersama.


"Dir--dirly. Ka--kamu ... tidak! Kalian tidak mungkin sudah bersama sekarang bukan? Jangan katakan itu karena aku sangat tidak setuju dengan kebersamaan kalian berdua."


Ucapan yang sungguh sangat membuat kuping Dirly merasa geli. Laki-laki itu langsung tertawa lepas dengan tawa yang terdengar sungguh tidak enak. Sementara Amelia sekarang hanya diam. Menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya dengan perasaan yang sulit untuk dia jelaskan.


"Kau pikir aku butuh persetujuan mu untuk bersama dengan orang yang aku cintai, Ajeng? Sayangnya, aku rasa tidak seperti itu deh. Aku tidak perlu persetujuan kamu untuk bersama dengan orang yang aku cintai."


"Jangan bicara omong kosong, Dirly. Orang yang kamu cintai itu aku, kan? Hanya aku satu-satunya. Kamu tidak bisa bersama dia, karena yang pantas buat kamu itu hanya aku."


"Sejak kapan yang pantas untuk aku itu kamu? Apa yang kamu ucapkan itu sepertinya adalah kebalikan dari apa yang aku rasakan. Kamu sama sekali tidak cocok untuk aku."


"Dirly sayang. Apakah kamu lupa bagaimana kamu begitu mencintai aku waktu itu? Aku sekarang sudah kembali, tidak maukah kamu mengulangi semua kisah manis yang sudah sama-sama kita lalui waktu itu?"

__ADS_1


"Cih! Aku tidak akan lupa bagaimana kamu memperlakukan aku setelah sembuh dari sakit mu. Kemarin aku bodoh karena perangkap cinta yang kamu buat, Ajeng. Tapi sekarang, aku tidak akan tertipu untuk yang kedua kalinya. Kau hanya memanfaatkan aku saja. Aku tidak akan jatuh di tempat yang sama untuk yang kedua kalinya. Camkan itu, Ajeng Marsela."


"Ajeng ... Marsela?"


Sontak nama itu membuat Amelia merasa terusik. Dia yang awalnya diam dan memilih sebagai penonton saja. Tapi karena nama itu, dia langsung memasang wajah penasaran yang di penuhi oleh seribu tanda tanya.


Sementara Ajeng yang mendengar Amelia menyebut namanya dengan penuh rasa cemas juga ingin tahu. Kini tertawa penuh rasa puas dengan tatapan tajam yang tertuju ke arah Amelia saat ini.


"Ka--kamu ... Ajeng Marsela?" tanya Amelia lagi.


"Iya. Aku Ajeng Marsela. Kenapa? Kamu kaget sekali ya, Amelia Sutomo?"


"Jujurnya aku pasti sangat kaget. Karena kamu ternyata sudah melakukan banyak hal untuk merusak hidup aku selama ini. Tapi sayangnya, kamu sedang tidak beruntung ya, Jeng. Kamu gagal!"


Ucapan Amelia membuat Dirly langsung menoleh ke arah Amel. Dia yang sejak tadi penasaran, kini semakin dibuat penasaran dengan ucapan yang baru saja dia dengar.


"Apa yang tejadi dengan semua ini, Mel? Kamu kenal Ajeng?"


"Iya. Tentu saja dia kenal aku. Karena aku adalah perempuan yang sudah dia sakiti belasan tahun yang lalu," ucap Ajeng dengan cepat tanpa membiarkan Amelia menjawab duluan.

__ADS_1


Ternyata, belasan tahun yang lalu. Antara Amelia dan Ajeng pernah terjadi masalah besar. Saat itu, mereka sama-sama berada di bangku sekolah menengah atas.


Ajeng yang punya prestasi bagus, bisa masuk ke sekolah elit dengan beasiswa yang dia dapatkan dari nilai tingginya itu. Sementara Amelia yang anak orang terpandang, tentu saja dia bisa masuk ke sekolah mana saja yang dia inginkan.


Karena sikap Ajeng yang pendiam, dia dijuluki gadis es di sekolahnya. Dia juga sering di buli oleh para anak orang kaya yang terkenal suka mencari masalah.


Pada saat itulah, Amelia yang terkenal karena kecantikan, juga kepintaran itu angkat bicara saat ada yang membuli Ajeng. Karena itu mereka akhirnya dekat.


Tapi sayangnya, ketika Ajeng jatuh cinta pada pangeran sekolah, pangeran sekolah malah menolak Ajeng secara terang-terang. Dan di saat yang sama, pangeran sekolah malah menyatakan cinta pada Amelia yang terkenal kecantikannya itu.


Cinta ditolak. Ajeng merasa dirinya di khianiti habis-habisan oleh orang-orang yang dia sayangi. Saat itulah, hubungan antara dia dengan Amelia retak dan pada akhirnya pecah berderai.


Ajeng bersumpah di depan Amelia kalau dia tidak akan membiarkan Amelia bersama dengan laki-laki yang Amel cintai. Begitu juga sebaliknya. Dia tidak akan membiarkan Amelia menikah dengan apapun caranya.


Dia selalu menyalahkan Amelia saat dirinya dikeluarkan dari sekolah akibat dia mencelakai Amel dengan mendorong Amelia dari tangga. Dia juga bikin ulah lainnya yang membuat satu sekolah merasa jengkel dan geli dengan kehadiran dia.


Saat itulah, tekad Ajeng semakin bulat untuk menyakiti Amelia. Dia selalu menjadi bayang-bayang yang mengintip apa saja yang Amelia lakukan. Hingga akhirnya dia tahu, kalau Dirly akan dijodohkan dengan Amelia. Sebisa mungkin, dia mengambil hati Dirly dengan cinta yang dia miliki.


Sayangnya, itu bukan cinta yang sesungguhnya. Itu hanya sandiwara yang berbalutkan cinta yang tulus sampai akhirnya Dirly terperangkap begitu lama.

__ADS_1


__ADS_2