Jodoh Pasti Bersama

Jodoh Pasti Bersama
*25


__ADS_3

Amelia terdiam sesaat. Lalu kemudian, dia menarik napasnya agar bisa bernapas dengan baik dan tidak ikut terbawa suasana.


"Tidak ada masalah. Jika aku tidak ingin kerja sama dengan perusahaan kamu. Itu karena aku datang bukan untuk bekerja sama. Tapi, hanya untuk saling mengenal satu sama lain saja."


"Oh, begitu kah?"


"Hm .... " Amelia langsung mengangguk malas.


Dia tidak ingin memperpanjang obrolan dengan Dirly karena hatinya terasa berbeda setiap kali berhadapan dengan laki-laki itu. Ada rasa yang tidak nyaman. Tapi sayangnya, dia sendiri tidak tahu rasa seperti apa yang dia miliki.


"Kalau gitu, sekarang biar aku yang datang buat menjalin kerja sama dengan anda, nona Amelia. Karena aku selaku pemilik perusahaan, sangat tertarik dengan perusahaan anda. Bagaimana?"


"Apa?"


Sontak saja, Amelia yang berpikir kalau obrolannya sudah selesai, kini langsung membulatkan mata dengan kata-kata yang Dirly ucapkan barusan. Sejujurnya, dia tidak ingin bermusuhan dengan Dirly. Tapi, dia benar-benar tidak ingin ada hubungan lagi dengan Dirly sekarang. Kejadian masa lalu adalah alasan satu-satunya buat Amel tidak ingin ada hubungan apapun lagi dengan Dirly.

__ADS_1


"Amelia. Bagaimana kalau kita tidak memikirkan soal masalah pribadi terlebih dahulu saat ini? Kita fokus pada masalah kerja sama kedua perusahaan yang sama-sama kita pimpin saja dulu. Karena antara kerja sama, juga urusan pribadi itu seharusnya tidak boleh di gabungkan, bukan?"


"Aku tidak pernah merasa menggabungkan masalah pribadi dengan pekerjaan, Tuan Dirly. Tolong perhatikan kata-kata yang anda ucapkan ya. Karena salah ucapan, akan salah pengertian. Harusnya anda paham akan hal itu."


"Ah, aku paham akan hal itu, nona Amelia. Untuk itu, mari kita jalankan kerja sama kita. Dengan kerja sama kedua perusahaan, aku yakin kalau kita bisa membuktikan apa yang kita ucapkan. Kita tidak menggabungkan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan."


"Lagipula, aku harus membuktikan pada seseorang, kalau aku berhak memimpin perusahaan itu. Tidak hanya mengandalkan tampang ku saja. Tapi juga mengandalkan bakat dalam bekerja. Bagaimana? Apa kamu bisa menolong aku?" tanya Dirly dengan wajah sangat serius.


Amelia terdiam. Kata-kata yang Dirly ucapkan barusan itu sebenarnya ada benarnya juga. Dengan cara bekerja sama, dia bisa membuktikan kalau diantara mereka berdua memang tidak ada masalah yang terjadi. Lagipula, dia selaku pemimpin tidak bisa hanya memikirkan dirinya sendiri saja.


Ada banyak tanggung jawab lainnya yang harus dia pikul. Lagipula, papanya juga sangat menginginkan kerja sama dengan perusahaan itu agar perusahaan mereka bisa diterima oleh perusahaan luar negeri.


"Baiklah. Kita akan bekerja sama. Tapi, ini bukan demi aku atau demi kamu. Melainkan, kita melakukan ini demi kemajuan perusahaan. Selain urusan pekerjaan, kita tidak akan berhubungan lagi," ucap Amelia dengan tegas.


"Aku setuju," ucap Dirly pula sambil tersenyum.

__ADS_1


Mereka langsung saling berjabat tangan. Meski kerja sama belum resmi mereka lakukan, tapi keduanya sudah sepakat untuk menjalani kerja sama itu.


Keduanya punya tujuan masing-masing dalam niat kerja sama yang sedang ingin mereka lakukan. Amelia ingin membuktikan kalau apa yang Dirly katakan itu salah. Dia akan buktikan, kalau dia tidak pernah menggabungkan masalah pribadi dengan pekerjaan. Sedangkan Dirly, dia berniat untuk menjalin hubungan spesial dengan Amelia melalui kerja sama yang mereka akan lakukan.


***


Kerja sama antara kedua perusahaan akhirnya terjalin juga. Semua berkas-berkas yang sama-sama sudah disepakati, sudah mereka tanda tangani dengan persetujuan kedua belah pihak.


Awal yang baik buat hubungan Amelia dengan Dirly sekarang. Karena Amelia sepertinya sudah sedikit bersahabat dengan Dirly selaku pemilik perusahaan terkenal itu.


Sementara itu, di sisi lain. Tepatnya di luar kota. Seorang perempuan sedang sangat kesal saat melihat berita soal kerja sama antara kedua perusahaan yang di pimpin oleh Dirly dan Amelia.


"Sial! Kenapa bisa kembali ke tanah air sih si Dirly. Aku benar-benar tidak percaya dengan hal ini. Selain kembali ke tanah air, dia juga telah menjalin kontrak kerja sama dengan Amelia. Benar-benar bikin emosi aku jadi naik saja."


Perempuan itu terus menggerutu sambil menggenggam erat tangannya. Sesekali, dia memukul pahanya yang dengan tangan sendiri karena terlalu kesal.

__ADS_1


"Tidak bisa dibiarkan. Aku tidak akan membiarkan kamu bahagia dengan apa yang seharusnya jadi milikku, Amelia. Kamu itu selamanya tidak akan pernah bisa memiliki pacar. Aku pastikan itu, Amelia."


Perempuan itu tersenyum jahat dengan tatapan tajam lurus ke depan. Sepertinya, sebuah ide jahat juga sudah muncul di kepalanya perempuan itu saat ini. Makanya dia bisa tersenyum setelah dia marah-marah beberapa saat yang lalu.


__ADS_2