Jodoh yang kedua

Jodoh yang kedua
Episode 15


__ADS_3

Kehadiran Reza siang ini membuat Elena melupakan kesedihanya karena Sofi, gadis polos ini begitu menikmati ice cream yang Reza bawa.


" Sayang.. Habisin ice cream nya Om dokter mau balik lagi kerumah sakit.."


" Mas Reza gak makan siang dulu..?"


" Terimakasih Sya, masih kenyang. Jatah makan siang juga belum aku sentuh disana."


" Jaga kesehatan mas, kerja ya kerja makan harus teratur. Makasih mas Reza udah nyempetin pulang buat beliin Elena ice cream.."


" Iya terimakasi.. Aku kan dokter kalau sakit bisa ngerawat sendiri lah.."


Keduanya tertawa bersama, Reza begitu bahagia dirinya merasa Raisa begitu perhatian terhadapnya.


" Berarti gak perlu pasangan mas kalau bisa ngurusin diri sendiri.."


" Hemzzz..." Reza menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.


Setelah acara meeting selesai Raffi memutuskan untuk kembali kerumah, hari ini fokusnya sudah berkurang.


" Jo kalau ada yang perlu aku tandai tangani antar kerumah, aku mau balik dulu.."


" Bos Raffi sakit..?" Joshua tampak meng khawatirkan bosnya.


" Enggak..."


" Perlu saya antar pulang bos.."


" Saya pulang sendiri, terimakasih..."


" Jo.. Menurutmu hadiah apa yang paling anak kecil sukai.."


" Cewek atau cowok Boss.."


" Cewek sekitar 4 tahun.."


" Boneka bos pasti dia suka, ajak jalan-jalan di Playground, belikan apa yang dia suka.."


" Harus ya...?"


" Harus lah bos, anak kecil itu terlalu polos. Jika anda menunjukkan kebaikan pasti akan menganggap anda baik, begitu juga sebaliknya.."


" Yasudah..." Raffi berlalu pergi meninggalkan Joshua yang masih berdiri diruanganya.


" Bos Raffi mau mendekati anak siapa ya..?, atau bos menyukai janda terus akan mengambil hati anaknya. Entahlah.."


Raffi yang melajukan mobilnya berjalan pelan dan akhirnya berhenti disebuah toko mainan yang cukup besar, ia melangkahkan kakinya memasuki toko seorang karyawati pun berjalan mendekati Raffi.


" Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu..?" Seketika karyawan itu terpesona melihat ketampanan pria yang ada didepanya, Raffi yang menyadari tatapan wanita itu langsung berjalan masuk dan melihat-lihat boneka dengan ukuran yang sangat besar.


" Silahkan pak pilih yang mana, maaf anaknya cewek atau cowok..?"


" Cewek..." Raffi menanggapi dengan cuek.


Akhirnya Raffi memilih boneka Teddy bear ukuran besar dan berwarna pink, bahkan lebih besar dari tubuh Elena. Raffi duduk didepan stik dan menoleh ke belakang, melihat boneka besar duduk di jok belakang ia tersenyum membayangkan reaksi Elena nanti.

__ADS_1


Setibanya dirumah Raffi membawa boneka itu masuk ke dalam dan meletakkannya diruang tamu, kemudian ia masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaian kantornya dengan pakaian rumahan. Kaos putih press body dan celana pendek selutut, Raffi keluar kamar berpapasan dengan Raisa dan Elena yang akan ke kamar mandi sebelah dapur.


" Pak..." Raisa menyapa Raffi dengan menganggukkan kepalanya sambil berlalu.


Raffi membalas sapaan Raisa dengan senyuman, Raisa keluar kamar mandi dengan menggandeng tangan kecil putrinya.


" Elena sini, ini Om punya sesuatu buat Elena.."


Raisa membawa Elena untuk mendekat ke arah majikanya, Elena menatap dalam ibunya tanpa ekspresi.


" Gak apa-apa.." Raisa membalas tatapan ibunya dengan anggukan.


" Ini ada boneka buat Elena.." Raffi mengambil bonek yang ada disebelahnya dan menyerahkan pada elena. Elena hanya diam mematung tetapi Raisa membimbing tangan Elena untuk menerima pemberian bosnya.


" Terimakasih Om.. Ayo sayang bilang Terimakasih..."


" Terimakasih Om..." Ucap elena singkat.


" Elena suka...?" Raffi bertanya dengan nada yang halus.


Elena mengangguk, Raisa pun tersenyum melihat putrinya mengikis rasa takut pada bosnya.


" Terimakasih pak Raffi, sudah repot-repot membawa boneka untuk Elena.."


" Gak apa-apa sesekali.." Raffi masih terlihat kaku berhadapan dengan Raisa.


" Elena mau main gak, bagaimana kalau nanti setelah mama selesai kerja kita jalan-jalan ke taman..?"


" Apa Om jahat...?"


" Menurut Elena apa Om jahat, suka memukul atau membentak..?"


Elena menggelengkan kepalanya.


" Berarti Om baik donk,." Elena pun langsung mengangguk.


" Maafkan Om ya, tempo hari Om sedikit emosi dan membuat Elena takut. Sini main sama Om.."


Raisa pamit pada Raffi untuk melanjutkan pekerjaanya hingga pukul 17:00, Raisa bersiap untuk pulang dan Raffi membawa Raisa dan Elena untuk pergi ke taman kota.


" Maaf ya pak, ngrepotin.."


" Tidak perlu sungkan.." Jawanya cuek.


Ketiganya turun dari mobil dan berjalan ke arah keramaian, ditengah taman sedang diselenggarakan pertunjukan festival reog Nusantara. Elena menarik tangan Raisa ke permainan anak-anak, Raisa mondar mandir mengikuti Elena dari satu permainan ke permainan lainya. Raffi duduk tidak jauh dari sana, ia memainkan ponsel miliknya dan sesekali melihat ke arah keduanya bermain.


Bram keluar sejak sore belum kembali, gak tau kemana perginya. Sedangkan Raisa juga belum pulang bekerja, tidak biasanya ia pulang larut malam. Ratna yang merasa kesal akhirnya mengunci pintu dan masuk ke dalam kamar untuk tidur.


Pukul 22:30 Raisa baru tiba di depan rumah dengan diantar Raffi, lelah bermain Elena sudah tertidur sejak masuk dalam mobil.


" Biar aku aja Sya yang gendong Elena, kamu bawa barangnya Ya.."


" Iya pak Raffi, terimakasih.."


Raffi keluar dari dalam mobil lebih dulu dan mengambil elena yang sedang tidur di pangkuan Raisa, dan Raisa membuka pintu belakang untuk mengambil semua barangnya.

__ADS_1


Boneka besar, mainan anak dan tas baju ganti bawaanya.


Tok..Tok..Tok...


" Ma...."


" Ma... Ica pulang..."


Tidak ada sahutan dari dalam, Raisa pun beralih mengetuk jendela tetapi masih belum ada jawaban.


" Pak maaf, Elena biar sama saya. Bapak pulang aja dulu.."


" Terus kamu bagaimana...?"


" Saya akan tunggu disini pak, sampai mama terbangun.."


Raffi begitu heran dibuatnya, ia juga merasa sangat kasihan dengan Elena. Gadis ini sudah capek bermain dan ngantuk masih harus menunggu.


" Sya ini rumah siapa..?"


" Ini rumah mertuaku mas.."


" Oh.. Gini aja, besok kan Minggu kamu libur. Bagaimana kalau kamu dan Elena menginap saja dirumahku.."


" Tapi saya gak enak sama Nyonya Anita pak.."


" Atau kamu mau tidur dirumah ku yang lain, ayolah Sya kasihan Elena.."


Dengan bujukan Raffi akhirnya Raisa menyetujui saran bosnya, berulang kali Raisa mengucapkan terimakasih pada Raffi atas bantuannya. Raffi melajukan mobilnya ke rumah miliknya yang sudah lama dirinya tinggalkan.


Begitu mobil berhenti didepan gerbang dari arah dalam seorang pria tua berlari dan membuka pintu gerbang, Raffi memasukkan mobilnya ke halaman.


Raffi turun lebih dahulu dan akan mengambil Elena di jok belakang.


" Selamat malam Den Raffi.."


" Malam pak Hasan.."


Raffi menggendong Elena masuk dan Raisa mengekor dari belakang, dan diikuti pak Hasan.


Bik Tumi yang melihat majikanya datang segera berlari menghampiri.


" Selamat malam Den Raffi, Non..."


" Saya Raisa Bik..."


" Ini pak Hasan yang jaga rumah ini dan Bik tumi istrinya. Kalau ada apa-apa atau butuh sesuatu kamu panggil mereka ya..."


" Baik pak..."


Raffi menidurkan Elena di kamar utama, kamar miliknya dulu dan berjalan keluar kamar. Sebelum keluar Raffi menoleh pada Raisa.


" Bisa bicara sebentar...!"


" Baik pak..." Raisa menyelimuti putrinya dan pergi keluar kamar untuk menemui majikanya.

__ADS_1


__ADS_2