Jodoh yang kedua

Jodoh yang kedua
Episode 35


__ADS_3

Reza juga merasa kesal dengan sikap Mama yang seolah merasa berhak atas kehidupan anak-anaknya.


Hari ini Raisa mulai bekerja, setelah bangun subuh Raisa membantu Bik Tumi di dapur untuk menyiapkan makanan pagi.


" Udah Non tinggal aja, nanti Non Raisa kesiangan hari pertama masuk kerja.."


" Gak apa-apa Bik, lagian masih jam 05:00 Bik Raisa kan dandannya gak lama lama.."


" Kalau orang cantik mah gak dandan aja tetep cantik Non.."


" Bisa aja Bibik..." Raisa menata makanan diatas meja, setelah selesai ia kembali ke kamar untuk bersiap-siap.


Saat Raisa keluar dari kamar mandi dilihatnya Elena masih pules dibawah selimut, Raisa memoles wajah cantiknya dengan cream siang tipis dan memberi warna natural pada bibirnya. Raisa menatap pantulan dirinya di cermin beberapa kali, dan berjalan ke ranjang menghampiri putrinya.


" Sayang Mama mau berangkat kerja, ayo bangun Salim sama Mama dulu..." Raisa membelai lembut kepala putrinya dan Elena pun membuka mata.


" Mama udah mau berangkat...?"


" Sudah, kalau masih ngantuk Elena bobok lagi ya.."


" Iya Mama..." Elena mencium punggung tangan Mama nya, pipi kiri kanan dan kembali berbaring memejamkan matanya.


Raisa keluar kamar dan melihat Raffi sudah ada di meja makan, Raisa segera menarik kursi dan duduk disebelah Raffi seperti biasa.


" Berangkat bareng aku aja..."


" Gak usah mas, aku gak enak sama pegawai yang lain nanti..."


" Gak usah pedulikan mereka..."


Dengan berat hati akhirnya Raisa menurut apa yang Raffi katakan, 40 menit berjalan mobil Raffi sudah memasuki lobby kantor disana mobilnya akan parkir seperti biasa. Raffi turun lebih dulu diikuti Raisa dibelakangnya.


" Selamat pagi Pak Raffi...?"


" Iya pagi..." Raffi tersenyum ramah menjawab sapaan para pegawainya.


" Eh pak Raffi sama siapa ya, pegawai baru..?"


" Sepertinya gitu, udah lanjutin kerja daripada gajimu dipotong.."


" Pagi Sya, mari aku antarkan ke ruangan mu.." Ucap Joshua ramah.


" Iya mari..." Joshua meninggalkan Raffi dan membawa Raisa pergi meninggalkannya yang masih berdiri didepan ruanganya.


" Udah bosen kerja kayaknya tu anak..."


" Sya ini ruangan yang dipersiapkan khusus untuk kamu..." Joshua menunjukkan ruangan yang cukup besar dengan kursi yang nyaman dan meja kerja lengkap dengan komputer dan beberapa alat tulis.


Raisa berkeliling melihat dengan kagum ruangan kerjanya, Raisa duduk di kursi dan memutarnya beberapa kali.

__ADS_1


" Wah... Nyaman sekali..."


" Saya tinggal dulu ya, kalau ada apa-apa panggil aku disebelah.."


" Oke...." Raisa mengacungkan jempolnya pada Joshua.


Joshua kembali ke ruangan Raffi dan menyerahkan beberapa berkas yang sudah ia selesaikan, pagi ini ada meeting dan setelah itu Raffi mendampingi Raisa untuk berkenalan dengan rekan-rekan kerja atau para pegawai lainya.


Raisa sudah melewati sehari kerjanya dengan sangat baik, Raisa bahagia akhirnya ia bisa menyalurkan kemampuannya di bidang sesuai dengan kemampuannya. Saat jam pulang kantor Raisa menghampiri Raffi di ruangannya, kantor sudah mulai sepi sebagian para pegawai sudah pada pulang lebih dulu.


tok...tok...tok...


" Masuk..."


Ceklek...


" Mas pulang duluan ya...?" Raisa mendongakkan kepalanya di pintu.


" Masuk itu ya semua bukan kepalanya doang.."


" Iya maaf..." Raisa duduk disofa ruangan Raffi.


" Kalau mas Raffi masih banyak pekerjaan aku pulang naik ojek aja mas.."


" Tunggu sebentar tinggal sedikit kok.."


" Mau saya bikinkan kopi mas..?"


Raisa berjalan menuju pantry dan membuatkan secangkir kopi panas untuk Raffi, 2 menit Raisa sudah kembali ke ruangan dan meletakkan cangkir kopi di atas meja kerja bosnya.


" Kopinya mas..."


" Iya terimakasih Sya..." Raisa kembali duduk disofa, tidak lama Raffi sudah menyelesaikan pekerjaanya dan berhenti untuk meminum kopi buatan Raisa sebentar kemudian keduanya berjalan keluar kantor untuk pulang.


" Selamat malam anak Mama...?"


" Mama pulang kerja ya..." Elena berlari memeluk Mama nya rindu setelah sehari tidak bertemu.


" Ayah kok gak dipeluk..." Raffi memasang muka melas disamping Elena.


" Peluk dong, tapi ayah ngantri ya Elena mau peluk Mama dulu..."


" Iya deh..."


Setelah dirasa puas Elena melepaskan pelukanya pada Raisa dan berpindah memeluk Raffi dengan sangat erat, hati Raffi menghangat di pelukan Elena mengapa selalu seperti ini entahlah mungkin Raffi sangat merindukan memiliki anak sendiri.


Makan malam dirumah ini terasa berbeda Reza dan Mama Anita saling diam, keduanya menikmati makan malamnya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Reza cukup paham biasanya saat Mama nya marah ini akan berlangsung seminggu mendiamkannya.


" Ma besok Reza berangkat ke Australia..!" Sekalian Reza berpamitan sebelum mamanya masuk ke kamar.

__ADS_1


" Hem...." Sahut Mama Anita cuek, justru jawaban seperti ini yang membuat hari Reza merasa perih.


Reza hanya diam dan memilik pergi masuk ke dalam kamarnya, Reza mengambil koper besarnya dan meletakkan diatas ranjang. Ia mulai memasukkan pakaian dan beberapa barang yang akan dibawanya besok, rencana Reza akan berada di Australia sekitar 1 bulan selain urusan pekerjaan Reza juga ingin menenangkan diri terlebih dahulu.


Raisa dan Bram sudah menerima surat cerai masing-masing, Raisa merasa lega akhirnya kini dirinya resmi menyandang status barunya. Ini sangat berbanding terbalik dengan yang dirasakan Bram, Bram merasa sedih bukan main.


" Kamu apa-apaan sih Bram, dari tadi bintang-bintang banting gak jelas.."


" Kemaren Mama bilang Raisa akan bersujud minta maaf di kaki Bram ternyata apa, nie surat cerai sudah keluar Bram dan Raisa resmi bercerai Ma..."


" Ini kan memang yang kamu mau, kok nyalahin mama..."


" Maksud Bram itu kan cuman menggertak aja, gak sampai sejauh ini..."


" Terserah kamu, mama pusing.."


" Mama mau kemana...?"


" Shopping dong kemana lagi..."


" Hahhhhh...." Bram berteriak dan masuk ke kamar.


" Hallo Nak gimana kabarmu disana..?"


" Sofi baik Ma, Mama sama Papa gimana..?"


" Mama sehat, Papa juga. Jaga kesehatan ya jangan terlalu capek..."


" Ma Sofi belum bisa pulang bulan ini, masih 2 bulan lagi selesainya kerjaan Sofi.."


" Waduh lama ya, Mama udah kangen berat nie. Mama aja sama Papa yang kesana gimana..?"


" Gak usah Ma, Sofi kerja terus nie..."


" Oo ya sudah Mama sabar aja.."


" Ya udah ya Ma, Sofi mau kerja lagi.."


" Iya sayang, sampai nanti..."


" Siapa sih sayang yang kamu telepon.." Seorang pria yang belum membuka matanya mengulurkan tanganya dan memeluk tubuh Sofi dari belakang.


" Mama.. Mau kesini katanya...!"


" Terus kapan..?"


" Aku gak bolehin lah gila apa, Papa lihat kamu disini bisa mampus gue.."


" Kan ada aku, pasti aku belain kamu lah.."

__ADS_1


" Enak aja enggak..."


Obrolan kedua pasangan yang belum halal ini memecah kesunyian kamar apartemen milik Sofi diluar negeri, keduanya memang tinggal bersama untuk waktu yang lama. Di Indonesia malam disini masih terlalu pagi, obrolan Sofi dan Mama nya mengusik seseorang yang tidur pulas disampingnya.


__ADS_2