Jodoh yang kedua

Jodoh yang kedua
Episode 33


__ADS_3

" Ayo sayang sama Om Reza, orang dewasa mau bicara jadi kita harus pergi.."


" Iya Om..."


Reza membawa Elena membeli ice cream dan menaiki wahana permainan kesukaannya, Elena bukan anak yang susah selama dia nyaman pasti akan ikut kemana kita akan membawanya.


Ketiga orang sudah berada disebuah ruangan, Raisa hanya menunduk dan bingung dengan apa yang terjadi.


" Angkat kepalamu.." Raffi berbisik pada Raisa, tangannya terulur meraih tangan Raisa dan menggenggamnya seolah-olah menyalurkan kekuatan.


" Kita akan menikah Ma, iya kan Sya..." Raisa melotot menatap Raffi, drama apa yang sebenarnya sedang dimainkan pria yang ada disebelahnya.


" Raffi sudah berapa kali Mama katakan, Mama tidak setuju kamu sama perempuan ini..."


" Tapi Ma kita sudah saling menyukai..."


" Mama tidak akan pernah merestui kalian, dan kamu tinggalkan putraku. Berapa uang yang kamu ingin kan akan saya kasih, tapi tidak dengan putraku..."


" Maaf Nyonya, saya memang miskin. Tapi saya tidak akan menerima uang yang bukan dari keringat saya. Permisi..." Raisa bangkit dari duduknya dan berlalu pergi.


" Sya... Tunggu... Sya ..." Raisa tidak menghiraukan panggilan Raffi, yang ia inginkan segera pergi dari ruangan itu. Raffi pun bangkit dan akan mengikuti Raisa pergi dari sana.


" Kamu tunggu...!" Raffi mengurungkan niatnya dan kembali duduk.


" Kenapa lagi sih Ma.."


" Jadi kalian tinggal serumah, luar biasa sekali. Kamu mau nikahan sama wanita murahan yang dengan bahagia disentuh laki-laki..."


" Cukup Ma Raisa tidak seperti itu..."


" Berhenti terus membelanya, ini Mama yang melahirkan kamu. Kamu lebih suka bersama wanita itu..."


" Mama terus saja memojokkan Raisa, lihat dari sisi yang lain Ma. Dia wanita baik-baik, tidak seperti Sofi yang berselingkuh tapi kalian semua malah menyalahkan Raffi..." Nafas Raffi tersegal-segal menahan emosi.."


" Mana bisa menuduh orang tanpa bukti, kamu nya aja yang kelewat cemburu.."


" Tu Mama tau menuduh orang tanpa bukti gak bisa.." Mama Anita terdiam, Raffi keluar ruangan dengan membanting pintu cukup keras hingga membuat dua bodyguard disamping pintu terjingkat.

__ADS_1


Raisa berlalu menuju toilet terdekat, kebetulan disana sedang tidak ada orang sama sekali. Raisa menangis sejadi-jadinya, ia menumpahkan segala kesedihanya.


" Kamu kuat Raisa ini bukan kali pertama kamu dihina orang, dulu kamu sudah kenyang mendengar hinaan dari mertuamu. Jangan cengeng.." Raisa menghapus air matanya dan menenangkan perasaanya sebelum keluar menemui Raffi.


" Hallo mas..."


" Kamu dimana, bawa Elena kesini. Aku tunggu di tempat biasa..."


" Oke mas, Reza akan segera kesana..."


Raffi yang mengajak Elena dan Raisa berbelanja di mall miliknya dan bertemu Mama nya juga yang datang melihat salah satu usaha keluarganya.


Setelah ayah Raffi meninggal memang keluarganya hampir mengalami kebangkrutan karena tertipu rekan bisnis, mall 50 persen milik ayahnya dan 50 persen lagi milik pengusaha luar negeri yang Raffi beli karena pihak sana menjualnya disebabkan ketakutan mall ini juga akan mengalami kebangkrutan.


Dengan sisa harta yang ditinggalkan sang Papa Raffi berhasil mengembalikan pabrik seperti semula dan juga mall ini, Raffi juga berhasil memiliki perusahaan sendiri hingga membeli mall 50 persen.


" Mas Raffi..."


" Kamu gak ketemu Raisa...?"


" Loh bukanya tadi sama mas Raffi..."


" Ayo kita cari mas..."


" Gak perlu, kamu bawa Mama pulang biar aku dan Elena nyari Raisa.." Reza pun setuju dan bergegas menghampiri Mama nya diruang yang Raffi maksud.


" Mas..." Raisa memanggil Raffi yang sedang kebingungan mencarinya.


" Raisa kamu gak apa-apa...?"


" Memangnya aku kenapa sih mas..."


" Maafin mamaku ya, ayo kita ajak Elena ke taman aja.." Raisa mengangguk setuju dan ketiganya bergegas meninggalkan mall.


Siang ini Ratna hanya mondar mandir tanpa bisa melakukan apapun di kontrakan barunya, yang sudah tidak dimiliki beras juga sudah habis Bram hanya bermain ponsel setiap hari.


Sretttt.....

__ADS_1


Terdengar sebuah mobil mengerem didepan rumah itu, Ratna berjalan dan mengintip lewat jendela dan ternyata tamu yang sangat dirinya tunggu. Ratna bergegas membuka pintu dan berlari ke depan untuk menghampiri wanita yang baru keluar dari mobil mewah.


" Sely kok lama sekali datangnya.."


" Maaf ya Tan, Sely gak berani keluar karena suami Sely nungguin terus. Bram ada Tante...?"


" Ada kok lagi nungguin kamu..." Sely membuka tasnya dan mengambil beberapa gepok uang dari dalam tasnya.


" Tante ini uang milik Tante..." Mata Ratna langsung berbinar.


" Banyak banget Sel, ini beneran buat Tante..."


" Tante shopping aja beli apapun yang Tante mau, Sely mau masuk dulu..."


Ratna bergegas bersiap dan segera meninggalkan rumah dengan uang didalam tasnya, senyuman terus mengembang disepanjang jalan.


" Bram separah ini ya lukanya, mas Danu keterlaluan sekali..."


" Iya sakit banget, kayak mau mati..."


" Jangan dong, nanti aku sama siapa. Sabar dulu ya, aku walaupun setiap hari dipukulin ditampar gak apa-apa kita masih butuh uangnya..."


" Kamu dipukulin...?"


" Iya hampir setiap hari malahan.."


" Mas maafin aku ya, gara-gara aku mas Raffi dan Nyonya Anita seperti ini.."


" Ini bukan salah kamu, ini karena aku dan Mama sama-sama memegang prinsip masing-masing dan gak ada yang mau mengalah. Maafkan kata-kata Mama tadi ya, gak usah kamu masukkan hati..."


" Iya mas..."


" Sya menikahlah denganku..."


" Mas Raffi ngomong apa sih.."


" Aku serius Sya..."

__ADS_1


Keduanya saling menatap, pandangan keduanya bertemu dan daun jatuh tepat di atas kepala Raisa daun itu nyangkut di rambutnya. Dengan lembut Raffi segera menyingkirkan daun dari rambut Raisa, keduanya tertawa bersama.


" Kamu gak perlu jawab sekarang, aku tunggu sampai kamu siap. Tapi aku gak mau lihat kamu berduaan sama laki-laki lain, termasuk Reza..."


__ADS_2