
setelah sholat shubuh di mushola agnia mengambil jaket dan tas kecil nya lalu pergi ke pasar podorejo bersama Ricky.
Ricky "udah siap nin?"
agnia "sudah kak, ayo berangkat"
Ricky "yaudah ayo naik"
di pasar podorejo
agnia "kak ric kita masak apa?"
Ricky "apa yang satu kelompok bisa masak aja"
agnia "jangan gitu bantuin mikir dong kak, kakak pengen makan apa gitu"
Ricky "buat capcay aja deh sama apa terserah soalnya kan cuma 100 ribu uangnya"
agnia "pagi siang malam berarti 1 kali makan 33 ribu hmmm"
Ricky "gimana beli apa?"
agnia "telur aja buat sarapan, siang soto malam capcay gimana kak?"
Ricky "memang bisa buat soto?"
agnia "bisa kan ada bumbu soto instan"
Ricky "yaudah terserah asal kamu sama yang lain nggak repot"
agnia "oke kak beli ayam dulu yuk"
Ricky "yaudah ayo"
agnia "bu ayam nya 1 kg berapa?"
penjual ayam "29.000 neng"
agnia "mau yang dada aja 1 kg boleh bu?"
penjual ayam "boleh neng, dada aja ya ini?"
agnia "iya bu"
penjual ayam "tunggu sebentar neng ibu potongkan"
agnia "nggak usah di potong bu mau buat soto soalnya"
penjual ayam "oh gitu yaudah ibu timbang dulu"
agnia "bu yang jual bumbu soto mana?"
penjual ayam "itu neng di kios sana paling lengkap, orang baru ya neng?"
agnia "iya bu baru soalnya kami anak kkn"
penjual ayam "oalah pantesan ibu nggak pernah lihat"
agnia "hehehe iya bu"
penjual ayam "ini neng ibu kasih tambahan"
agnia "wah terima kasih banyak ya bu"
penjual ayam "iya neng sama-sama"
agnia "ayo kak kita cari bahan lain"
Ricky "yaudah ayo ke pedagang yang di rekomendasikan ibu tadi aja"
agnia "iya kak"
agnia berbelanja berbagai kebutuhan untuk memasak hari ini, Ricky Setia menemani agnia berbelanja bahkan Ricky juga membawa tas belanja.
agnia "bu saya sudah ini aja"
pedagang "apa aja neng biar ibu catat?"
agnia "tomat 1 kg, trasi 2, cabe rawit 1/4 kg, cabe kriting 1/4, bumbu soto instan 3, santan instan 3, penyedap rasa 3, sawi hijau 2 ikat, sawi putih 1, jamur tiram 1/2 kg, wortel 1/4 kg, saos ekstra pedas yang kecil 1, kecap sachet 1, bawang bombay 2, tepung bumbu yang kecil 1 sama telur ayam 1 kg, sudah bu itu saja"
pedagang "totalnya 57.500 neng"
agnia "ini bu uangnya, saya masukkan tas aja bu belanjaan nya tapi saya minta plastik buat telur nya"
pedagang "iya neng, ini kembalian nya 2.500"
agnia "iya bu terima kasih"
pedagang "sama-sama neng"
Ricky "aku nggak nyangka kamu bisa belanja di pasar tradisional"
agnia "lah memangnya kenapa kak? aku sering kok ikut bibi ke pasar buat belanja, eh kak beli sosis dulu"
Ricky "iya deh ayo"
agnia "pak sosisnya ini satu bungkus berapa?"
penjual sosis "yang isi 16 12 ribu neng yang isi 32 23 ribu"
agnia "yang ini aja pak isi 12, ini uangnya pak"
penjual sosis "ini sosisnya neng, kembali 3000 ya"
agnia "kembalian nya daun bawang itu bisa nggak pak"
penjual sosis "bisa neng sebentar bapak ambilkan"
__ADS_1
agnia "sere nya berapa pak 1 biji?"
penjual sosis "1000 dapat 3 biji neng, ini daun bawangnya"
agnia "wah dapat banyak ya, ini aku beli sere seribu aja pak"
penjual sosis "ambil aja 3 neng pilih sendiri"
agnia "aku ambil ini ya pak terima kasih"
penjual sosis "iya neng sama-sama"
Ricky "belanja apa lagi? sudah jam 6 nih"
agnia "sudah kak ayo pulang ke posko, murah-murah di sini daripada di kota"
Ricky "iya lah kan bahan makanan dari desa semua"
agnia "iya kakak benar, ayo kak pulang"
Ricky "yaudah ayo naik" mereka pun kembali ke posko.
di dapur posko
silvi "nia masak apa pagi ini?"
agnia "mau masak apa terserah sih? tapi aku tadi rencanain goreng telur dadar sama buat sambal"
silvi "nasi goreng ajalah, tuh nasi nya sudah matang"
agnia "boleh, yaudah ayo buat nasi goreng nya, tapi nasi goreng telur ya"
Maya "jujur nia silvi gue nggak bisa masak"
agnia "jangan bilang gak bisa may kan bisa belajar, kita sama-sama belajar may, kalau kamu belum bisa nanti aku ajari deh tapi yang mudah-mudah aja"
Maya "boleh deh nia terima kasih banyak ya"
agnia "sama-sama may, kamu bisa ceplok telur nggak may?"
Maya "bisa kok aku itu di kosan cuma bisa goreng telur sama masak mie instan doang"
agnia "tolong kamu ceplok telur nya di baskom may 10 biji aja terus nanti di kocok, oh ya rina mana?"
Maya "nggak tau dari tadi cuma aku sama silvi"
agnia "ray"
rayyan "apa nia?"
agnia "kamu bilang ke rahma suruh panggil rina ke dapur dia jadwal piket soalnya"
rayyan "oh iya bentar ya nia"
agnia "oke ray"
agnia "minta tolong rayyan aku sil"
Maya "nia aku sudah selesai ini ceplok telur nya kamu kasih bumbu nggak? atau langsung di kocok?"
agnia "kasih garap, sama penyedap may"
maya "kamu aja yang kasih aku nggak tau ukuran nya"
agnia "sil lo halusin ini bumbu ya"
silvi "pake copper aja ya ni"
agnia "iya sil, mana may"
Maya "ini nia"
agnia "nih udah aku kasih bumbu habus ini kamu kocok kasih setengah gelas air matang"
Maya "oke nia"
agnia memanaskan pan untuk menggoreng telur sedangkan silvi memanaskan minyak untuk menumis bumbu nasi goreng.
silvi "nia lo yang masak nasi goreng, biar gue aja yang goreng telur"
agnia "yaudah iya, may tolong siapin nasi nya bisa? atau kamu tumis bumbu nya"
Maya "aku siapin nasi aja nia"
agnia "baiklah may"
Ricky "loh kok cuma bertiga? kan harusnya ber 4 masaknya"
agnia "nggak tau rina kemana masih di panggil rayyan"
Ricky "oh gitu, mau buat apa may?"
Maya "nasi goreng kak"
Ricky "aku kira kamu makan nasi aja may"
Maya "ya nggak lah kak, ya kali aku makan nasi segini banyak, pasti udah gembul dari dulu"
Ricky "iya ya, makanya makan yang banyak biar gembul may"
Maya "diet aja susah di suruh gembul"
rayyan "rame bener"
agnia "eh ray mana rina?"
rayyan "tau kemana pergi kali sama zalin soalnya mereka berdua nggak ada"
__ADS_1
Maya "nggak tanggung jawab banget sih sama tugas"
agnia "lo chat di grup ray kalau dia nggak balik sekarang silahkan masak makan malam sendirian, gue sangat nggak suka sama orang yang nggak tanggung jawab"
rayyan "iya nia gue chat dia"
agnia "ini nasi goreng udah selesai, telurnya udah sil?"
silvi "udah kok"
agnia "yaudah ray lo bilang sama anak-anak kita sarapan dulu sekalian ini bawa ke depan, gue mau lanjut masak dulu soalnya nanti sibuk"
silvi "yaudah gue bantuin"
Maya "aku bantu nia, butuh bantuan apa?"
agnia "kamu cuci ayam nya ya may"
Maya "ini nggak di potong ni? dada utuh begini?"
agnia "pernah makan soto ayam nggak may?"
Maya "ya pernah dong ni"
agnia "nah nanti itu di rebus terus di goreng lalu di iris tipis-tipis deh buat makan siang nanti"
Maya "oh gitu, oke-oke"
agnia menyiapkan bumbu-bumbu tambahan untuk membuat soto, silvi menyiapkan panci untuk memasak ayam.
rayyan "ayo kalian makan dulu biar gue sama kak Ricky yang lanjutin, gue udah selesai sarapan kok"
agnia "yakin bisa?"
Ricky "kamu arahin kita sambil makan jadi kalian makan disini aja"
agnia "oh gitu yaudah, itu kalian lanjutin ngupas bawang merah sama bawah putih nanti di haluskan sampai lembut pakai copper aja"
Ricky "oke kalian makan dulu aja"
ketiga wanita itu sibuk makan sambil mengawasi rayyan dan Ricky yang sedang mengupas bawang merah dan bawang putih.
rayyan "sil udah halus nih"
silvi "kalau udah yaudah biarin dulu ray, kupas lagi itu bawang merah sama bawang putih nya"
rayyan "mau buat apa lagi?"
silvi "itu di goreng ray nanti"
rayyan "oh oke"
Ricky "eh ini ayam nya udah mendidih loh"
agnia "biar matang dulu kak"
Ricky "oh oke-oke"
agnia silvi dan Maya setelah makan mereka sibuk lagi memasak soto. sedangkan rayyan dan Ricky mereka mencuci piring dan juga peralatan masak yang tadi di gunakan.
Maya "aku ngapain lagi nia?"
agnia "potong-potong daun bawang 5 Batang aja may"
Maya "oh oke"
agnia "sama nanti cuciin sekalian tomat 4 buah ya may"
Maya "oke nia siap"
agnia "sil santan"
silvi "ini masih aku buka"
tak butuh waktu lama kuah soto dan sambal dan ayam goreng pun sudah selesai di buat oleh agnia silvi dan Maya.
agnia "alhamdulillah sudah selesai, may bisa masak nasi?"
Maya "bisa kalau nasi sih"
agnia "nanti kamu masak ya atau sekarang aja deh kan tinggal masukin rice cooker"
Maya "kayak tadi ukuran nya nia?"
agnia "iya segitu aja nggak apa-apa"
silvi "nasi nya enak may tadi segitu aja pokoknya ukuran nya kalau tambah ya kita ngalah aja deh masak lagi"
Maya "iya gue ambil beras dulu"
tak lama Maya pun juga sudah selesai tugas nya memasak nasi.
agnia "ray nanti siapa yang cari makanan sama snack buat acara tanggal 16?"
rayyan "kamu aja sama Ricky nia, aku disini aja sama silvi lagian kan kita juga tugas piket dapur enggak enak lah kalau pergi semua kasian Maya nanti"
Maya "iya kasian gue kaga bisa tau"
agnia "yaudah deh nanti itu tinggal iris tipis-tipis ayam nya atau kalau nggak bisa di suwir aja dan tolong di bagi rata oke"
silvi "iya siap"
agnia "yaudah kak ric ayo siap-siap buat cari makanan"
Ricky "oke, aku ke posko dulu ray"
rayyan "iya kak ric"
__ADS_1