
"sini ray" ajak papa nico
"iya om" ucap rayyan menyalami ke 3 laki-laki paruh baya itu
"sopan juga calon mantu lo ndra" ucap papi sam
"iya dong, oh ya ray kenalin itu om sam dia papi nya Ricky" ucap daddy indra
"udah kenal kali ndra udah beberapa kali bertemu juga" ucap papi sam
"oh ya? kapan?" sahut daddy indra
"terakhir 2 bulan lalu di nusantara resto" ucap papi sam
"oh itu mah jelas orang resto itu milik papa mama nya" ucap daddy indra
"serius? tapi disana dia jadi pelayan loh" ucap papi sam
"kalau ada karyawan nggak masuk dan resto rame aku jadi pelayan juga om tapi kalau sudah pulang dari kantor" ucap rayyan
"wow pekerja keras juga ternyata" ucap papi sam
"udah kerja sama indra berapa lama ray?" tanya papa nico
"masih baru kok om masih 4 kali gaji" ucap rayyan
"wah hebat dong masih 4 bulan udah dapetin anak ceo" ucap papa nico
"hehehe alhamdulillah om"
"halah gitu aja kalau gak gue ancem paling juga belum ngelamar" ucap daddy indra
"kok gitu kenapa?" ucap papa nico
"ya gue tau dia suka sama anak gue begitu juga sebaliknya apalagi kan mereka bertemu di kantor tiap hari nah cuma ngajakin anak gue nonton kalau malam minggu ya gue nggak mau dong kalau mereka kebablasan akhirnya gue ancam deh kalau nggak segera lamar anak om dia bakal om jodohin, om kasih waktu seminggu eh dia datang beneran ke rumah sama orang tuanya" ucap daddy indra
"emang lo mau jodohin silvi sama siapa?" ucap papa nico
"nggak tau kan gue cuma mau lihat dia serius nggak sama anak gue kalau serius ya alhamdulillah gitu" ucap daddy indra
"padahal baru mau gue jodohin sama Kevin si silvi eh udah ada yang ngelamar" ucap papi sam
mereka semua menikmati acara baberquan hingga pukul 9 malam.
"sayang masuk yuk sudah malam, angin malam nggak Bagus buat ibu hamil" ajak ricky pada istrinya
"iya mas ayo" ucap agnia
"kita duluan ya pa ma om tante papi mami"
"iya" sahut mereka kompak
di kamar agnia dan rayyan....
"sayang sudah ngantuk?" ucap ricky pada agnia
"belum mas, kenapa?"
__ADS_1
"aku mau bicara bentar sih"
"bicara aja"
"aku mau tanya kalau misalnya suatu saat nanti kita mau buat rumah kamu mau yang bagaimana?"
"hmm aku 3 lantai, lantai 3 khusus kita lantai 2 buat anak-anak lantai satu nanti ya buat ruang keluarga ruang tamu dapur kamar tamu gitu lah pokoknya"
"nggak mau buat tempat santai di lantai 4 tapi outdoor"
"boleh sih kan kalau rumah impian aku tuh ya itu tadi terus nanti ada halaman yang luas dan taman juga yang luas"
"halaman sama taman apa bedanya?"
"ya kalau halaman kan di depan, kalau punya rumah tuh nanti halaman depan buat taman bunga dikit aja sama parkiran kalau taman belakang nanti kita buat taman edukasi buat bermain-main, ada kolam terus taman bunga, sayur terus nanti ada hewan-hewan gitu juga"
"nggak perlu jalan-jalan dong yang kalau di rumah ada semua?"
"kan rumah harus nyaman yang kalau bisa ya buat bermain sekalian kamu kan kalau lagi sivu juga jarang bisa ngajak jalan, kalau di rumah lengkap kan enak"
"baiklah tuan Putri doakan suami kamu ini supaya dapat rezeki melimpah biar bisa membuat rumah impian kita"
"pasti suamiku"
"sekarang istirahat ya sudah hampir jam 10"
"besok anterin ke butik ya tapi kan weekend"
"iya sayang besok mas temani, mau beli apa emangnya?"
"beli gaun, gaunku banyak yang nggak muat"
"ah siap pak suami"
"beli kado juga buat ray sama silvi"
"iya siap bos"
"sekarang tidur"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
keesokan paginya mereka sarapan bersama-sama kemarin malam papi sam dan mami tasya memutuskan menginap karena hari sudah larut jadi sekarang mansion papa nico bertambah anggotanya.
"papi mami kemarin menginap?" tanya ricky pada orang tuanya
"iya karena kita selesai sekitar pukul 12 malam" sahut papi sam
"oh gitu"
"kalian sudah rapi gitu mau kemana?" tanya papa nico
"oh ini pa mau ke butik sama ke mall" ucap ricky
"ada barang penting yang harus di beli emangnya? ingat loh istrimu sedang hamil" ucap papa nico
"iya pa agnia mau beli gaun sama baju hamil katanya banyak bajunya yang nggak muat" ucap ricky
__ADS_1
"gausah ke butik untuk gaun sudah jadi kok sudah di buatin sama mommy reva" ucap mama citra
"tapi baju nya belum sampai ma kalau nggak muat gimana" ucap agnia
"bentar lagi sampai nanti cobalah, untuk besan juga ada jadi tunggua aja ya" ucap mama citra
setelah selesai makan mereka ke ruang keluarga untuk sekedar berbincang-bincang. tak lama datanglah bibi bersama pegawai butik tiba di ruang keluarga.
"nya ini orang butik sudah sampai" ucap bibi
"oh iya bi terima kasih, buatkan minum ya bi"
"baik nya"
"ayo mei sama riko kalian bawa kesini bajunya, biar di coba"
"baik nyonya" ucap mei dan riko kompak
setelah selesai mencoba baju dan dirasa semua pas mei dan riko pun pamit undur diri dan mama citra mengantar mereka sampai depan pintu utama.
"kalian hati-hati jangan ngebut nyetir nya"
"iya nyonya" ucap mereka berdua kompak
setelah anak buahnya kembali ke butik mama citra pun kembali ke ruang keluarga.
"oh ya gimana kalau ke mall bareng-bareng? kan kita juga cari kado buat silvi nanti" ucap mami Tasya
"boleh tuh mi" ucap agnia
"yaudah siap-siap aja kalau gitu" ucap papa nico
"siap-siap mau kemana?" tanya mama citra yang baru tiba di ruang keluarga
"ke mall ma kita rame-rame kesana nya" ucap papa nico
"oh gitu hayukk"
di mall...
setelah menempuh perjalanan 30 menit akhirnya mereka tiba di mall terbesar di kota itu.
"mas kita mau kasih kado apa buat silvi sama rayyan?" ucap agnia
"kamu mau ngasih apa?"
"jam tangan couple aja deh"
"yaudah ayo cari, mami papi mama papa kita cari jam tangan dulu ya" ucap ricky
"oke nanti kalau udah cari kami di tempat perhiasan ya" ucap mami tasya
"oke mi"
"ayo jeng cariin hadiah buat silvi" ajak mami tasya pada mama citra
"ayo jeng aku mau beliin gelang aja deh" ucap mama citra
__ADS_1
"aku juga gelang aja jeng biar ke pakai" ucap mami tasya