JODOHKU TEMANKU KKN

JODOHKU TEMANKU KKN
bab 35


__ADS_3

hari minggu telah tiba hari dimana divisi ekonomi harus melakukan demo masak di gedung serbaguna desa permai, jadwal yang harusnya pagi tapi mereka buat malam hari agar ibu-ibu yang hadir banyak. kini anggota posko kkn 22 desa permai sedang berkumpul untuk berdiskusi.


agnia "guys jadi gini aku mau minta bantuan kalian untuk menyukseskan acara demo masak dari divisi ekonomi malam nanti, tidak semua aku mintai bantuan hanya beberapa saja, dari divisi publikasi aku minta tolong nanti kalian foto atau video kegiatan kami dari awal dan akhir, dan aku minta bantuan Aisyah sama Maya buat menyambut tamu dan mengisi daftar hadir, lalu waktu masak aku minta bantuan rahma sama cika, dan aku minta desi isna sama rika untuk mengkondisikan ibu-ibu dan untuk yang cowok aku minta bantuan nya untuk menyiapkan keperluan acara, apa ada yang keberatan?"


rahma "kalau aku nggak kok"


fikri "kenapa nggak semua aja ikut?"


agnia "enggak dari pada semua ngrumpi kan lebih baik sedikit aja tapi kerja semua, lagi pula aku mencari mereka yang bisa bersosialisasi dengan ibu-ibu fik"


fikri "oh begitu"


fandy "kalau gitu apa yang harus kita siapkan?"


Ricky "semua sudah siap tinggal masukkin elf aja terus bawa ke gedung serbaguna"


fandy "gimana kalau habis dhuhur aja? atau sekarang?"


rayyan "habis dhuhur aja soalnya jam 10 masih ambil banner"


fandy "oke baiklah, yasudah bagaimana kalau sekarang siap-siap aja dulu buat malam nanti ya misalnya menyiapkan pakaian buat nanti malam gitu"


agnia "pakai pdh aja, kalau belum di setrika silahkan ke kamarku aku bawa setrika, untuk yang cowok bisa titip aja nanti aku setrikain terus kalian bisa istirahat dulu mengingat nanti acara nya sampai malam"


rayyan "dan nanti malam aku minta tolong sama fandy dan siapa terserah untuk kalian ambil pesanan makanan"


fandy "ada jatah buat kita kan?"


rayyan "ada kok santai aja"


agnia "untuk undangan nanti hanya 120 orang kok dan konsumsi kita beli 150 porsi apabila nanti kalian nggak kebagian santai saja habis acara kita langsung cari makan, elf nya nanti stand bye aja di depan balai desa"


rayyan "jangan khawatir pokoknya, intinya buat tamu dulu konsumsinya kita nanti saja kalau sisa kalau nggak ya cari"


fandy "berangkat"


agnia "sudah jam 10 nih lebih baik kalian ambil baju buat di setrika, banner nya kamu aja ray yang ambil"


rayyan "iya siap"


fandy "bener nih di setrikain?"


agnia "iya, nanti biar di bantu yang lain orang nggak gosok kok setrikanya"


Ricky "fan pdh gue sekalian ya"


rayyan "punya gue juga fan ini mau berangkat ambil banner"


fandy "iya siap"


tak lama fandy dan Bintang kembali membawa 6 pdh untuk di setrika oleh agnia.


fandy "ini pdh nya nia"


agnia "oke gue setrika dulu kalian istirahat aja mumpung nggak ada kerjaan"

__ADS_1


"iya siap" jawab ke 4 cowok itu serempak


yang lain sudah meninggalkan tempat sejak tadi bersamaan rayyan dan Ricky yang meninggalkan tempat.


di kamar agnia dan silvi


agnia "guys pakai setrika yang ini aja jangan yang gosok yang gosok udah aku packing soalnya"


rahma "loh kamu bawa setrika 2?"


agnia "nggak ini kemarin di bawain mama trs yang lama suruh packing mau di ambil kalau balik dari london"


rahma "oalah gitu, enak ini sih gak perlu gosok kayak biasanya malah langsung licin"


agnia "iya hasilnya Bagus yang setrika uap ini, yaudah duluan aja aku mau istirahat dulu"


cika "istirahat aja yang nyetrika biar aku aja"


agnia "nggak lah punya cowok-cowok kan juga"


rahma "di bagi aja deh yang cowok"


cika "iya bener banget di bagi aja"


Maya "udah sini biar gue setrika semua kalian istirahat aja"


☘️☘️☘️☘️☘️


jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, kini mereka telah berada di gedung serbaguna desa permai.


rayyan "jadinya lesehan kan?"


agnia "iya lesehan aja biar semua bisa lihat"


Ricky "karpet nya di gelar sekarang apa nanti?"


agnia "sekarang nggak apa-apa tapi jangan di injak nanti pas balik"


rahma "ni kainnya mana? buat dekor meja nya?"


agnia "ada tuh di tas"


rahma "oke"


agnia "udah siap nih tinggal hias meja sama nata bahan"


silvi "ini bahan-bahan nya grils"


agnia "susun disini sil"


rahma "kok ada keju sama choco chips?"


agnia "iya buat toping"


rahma "coklat batangan ini juga?"

__ADS_1


agnia "nggak kalau itu buat coklat pisang nya"


Ricky melihat agnia yang begitu cekatan menyiapkan segalanya "tuhan jika boleh aku mau jodohku dia bukan yang lain kalau memang tidak bisa aku ingin wanita pilihan papa mama itu seperti dia" ucap Ricky dalam hati


jam 5 sore semua persiapan pun sudah selesai anak laki-laki sebagian tinggal di gedung serbaguna untuk menjaga tempat itu sedangkan yang lain kembali ke posko untuk membersihkan diri.


Ricky "kenapa nggak di kunci aja sih ray"


rayyan "jangan lah kak, nanti gimana kalau hilang?"


Ricky "iya sih apalagi barang mahal semua kayaknya"


rayyan "nah maka dari itu"


fikri "ini selesai kira-kira jam berapa?"


Ricky "jam 9 paling udah selesai"


fikri "habis itu ngopi yuk di depan sana"


Ricky "kan nanti mau makan, kamu mau ikut makan tidak?"


fikri "habis makan deh ngopi"


Ricky "boleh tapi habis nganterin cewek-cewek pulang baru pergi"


fikri "kak apa kabar cctv?"


Ricky "bentar gue cek dulu"


rayyan "cek kak hari ini kan banyak banget yang ninggalin posko"


Ricky "eh si rina ngapain nih naik ke atas?"


rayyan "aku cek cctv atas"


fikri "ngapain tu anak ya?"


rayyan "nih lihat dia mencoba buka pintu kamar agnia sama silvi tapi nggak bisa terus balik lagi"


Ricky "itu anak makin mencurigakan aja sih"


rayyan "iya nih kak gimana dong mana masih 2 minggu lagi kita bersama dia"


Ricky "kayaknya kita harus pantau terus deh cctv nya jangan sampai kecolongan"


fikri "apalagi agnia sama silvi tanggung jawab kalian loh"


Ricky "iya bisa di gorok kalau ada apa-apa sama agnia"


rayyan "iya nih bisa-bisa di gorok, kayaknya harus membuat dia sibuk deh kak biar kalau dia punya rencana itu gagal gitu"


Ricky "kita lihat aja seberapa dia berani kalau sampai kelewat batas baru kita bertindak tegas dan nanti di malam terakhir kita, kita buka kedok dia"


fikri "tapi gue yakin dia nggak berani deh, lagi pula dia nggak punya teman disini kalau masalah malam terakhir jangan deh mending pas pulang sebelum ke rumah kita mampir dulu dimana gitu buat bahas kelakuan dia, kasian aja sih kalau pulang di kucilkan sama anak-anak"

__ADS_1


rayyan "tapi kalau kita nggak langsung pulang kayaknya gak efisien deh, tau ah di pikirkan nanti aja lah kalau dia keterlaluan ya laporin ke dosen pembimbing gampang kan"


__ADS_2