
di kediaman ariez tepatnya di kamar baru agnia
"mas"
"apa sayang"
"pingin di kamar atas aja mas, kan ada lift"
"iya sayang nanti habis lahiran di kamar atas lagi sekarang masih mau di renovasi biar nanti baby nya juga nyaman sayang, jangan sedih ya"
"kalau gitu ayo belanja box nya sama baju-baju nya" ajaknya pada sang suami
"kan kata mama belum boleh nanti kalau sudah masuk usia delapan bulan baru kita belanja, nanti aku ambil cuti biar bisa nemenin kamu yang"
"janji?"
"iya janji, yaudah aku kekantor dulu ya baik-baik di rumah, hello anak daddy sedang apa sayang bangun dong sudah siang loh daddy mau berangkat kerja, eh baby nendang"
"awh"
"baby jangan kenceng-kenceng sayang kasian mommy kesakitan, pelan-pelan ya nendangnya daddy berangkat kerja dulu ya jagain mommy baby jangan rewel oke" ucap nya pada perut agnia
"oke daddy" ucap agnia menirukan suara anak kecil
"uh gemes deh sama mommy jadi gak pengen berangkat ke kantor hmm"
"berangkat gih aku mau minta tas"
"baiklah aku berangkat dulu baik-baik di rumah kalau ada apa-apa cepat kabari"
"iya mas, mas aku boleh ke kantor?"
"ngapain? kan pekerjaan kamu sudah selesai yang"
"nganterin makan siang kamu"
"hmm boleh tapi hati-hati ya minta sopir yang antar yang masak biar bibi aja, aku bilangi nanti pak joko nya"
"iya mas"
jam 9 pagi agnia memulai rutinitas nya di dapur untuk memasak makan siang meskipun sudah di larang tapi agnia tetaplah agnia yang suka bandel, berbeda dengan agnia kini silvi sibuk make up karena dia akan belanja seserahan bersama calon mertua nya dan rayyan sudah menunggu nya di lantai bawah.
"maaf nunggu lama" ucap silvi pada rayyan
"gak apa-apa, oh ya om Indra sama tante reva mana?"
"mommy sama daddy sudah ke kantor tadi bilang nya langsung pergi aja gitu soalnya daddy ada meeting"
"yaudah aku kirim pesan ke om indra aja, yuk berangkat mama sudah berangkat ke mall juga"
"tante sama siapa?"
"sama sopirnya"
di mall
"assalamualaikum tan maaf nunggu lama"
"waalaikumsalam sayang mama juga baru sampai kok, sekarang panggil mama aja ya jangan tante"
"eh iya ma"
"cari make up kamu dulu aja yuk"
"boleh deh Tan eh ma"
"kamu biasa pakai cream dokter atau cream dari luar negeri atau produk lokal?"
"dari luar negeri ma"
2 jam sudah mereka belanja sudah banyak barang-barang yang mereka beli dan dengan setia rayyan mengikuti 2 wanita itu dan membawakan belanja nya.
"tinggal cari perhiasan, gimana kalau makan siang dulu?" ucap mama nadia
"boleh ma ray juga lapar"
"makan dimana ma?"
__ADS_1
"di nusantara food and drink aja yuk"
"bilang aja mau gratis ma"
"iya lah, ayo sayang kamu harus mencoba makanan di restoran keluarga kita"
"nusantara food punya mama?"
"iya punya papa dan mama"
"aku udah sering banget ma kesini sana mommy daddy dan agnia"
"masa sih mama kok nggak pernah tau sih, menu favorite kamu apa?"
"hampir semua menu di restoran mama aku suka kecuali jengkol hehehe"
"yaudah boleh pesan sesuka kamu disini"
"ini yang menunya" ucap rayyan pada silvi
"aku nasi pecel + rendang aja minumnya es cendol"
"udah itu aja? nggak mau coba sate lilit ini menu baru loh"
"boleh deh tambah air putih ya"
"oke, mama mau apa?"
"semur jengkol, rendang, udang balado minumnya samain silvi aja"
"oke ma"
"ma aku ke kamar mandi dulu ya"
"iya hati-hati ya nak"
"iya ma"
tak lama rayyan sudah kembali ke tempat yang tadi mereka duduki.
"ke toilet katanya"
"sholat duhur dulu yuk ma, nanti kalau silvi kembali biar nyusul kita pesan ke pelayan aja nanti"
"baiklah ayo"
rayyan dan mama Nadia menuju mushola mall untuk menunaikan sholat dzuhur, setelah selesai wudhu mama Nadia dan rayyan pun masuk ke dalam musholla bertepatan dengan silvi yang sudah selesai sholat.
"loh sayang kamu sholat duluan?"
"eh iya ma tadi sekalian"
"yaudah kembali aja ke restoran mama sama ray sholat dulu"
"aku nunggu disini aja ma"
"baiklah"
silvi bersyukur mendapatkan laki-laki yang taat melaksanakan sholat 5 waktunya dan apalagi melihat rayyan yang menjadi Imam untuk mama nya sungguh dia menjadi laki-laki idamannya.
setelah sholat dhuhur mereka kembali ke restoran nusantara.
"nyonya tuan muda nona silahkan ke ruang vip tuan sudah menunggu disana" ucap pegawai disana
"tuan disini?"
"iya nyonya sudah tiba 15 menit yang lalu"
"baiklah saya segera kesana, ayo sayang kita menemui papa"
"iya ma"
di ruang vip
"papa kok nggak bilang kalau kesini?" ucap mama Nadia
"papa tadi kunjungan kesini terus pas karyawan menenata makanan di meja makan papa tanya buat siapa kok gak ada orangnya gitu eh ternyata punya mama dan anak-anak" ucap papa yudi
__ADS_1
"iya pa soalnya tadi solat dulu"
"oh gitu, duduk sil sini"
"iya om"
"panggil papa dong masa om sih kan manggil mama ke istri papa"
"iya pa"
"yaudah ayo kita makan keburu dingin"
"iya pa, oh ya habis ini papa kemana?"
"gak tau ma, paling ke restoran pusat kalau nggak ya pulang"
"ikut belanja yuk pa masih kurang belanjanya"
"baiklah ratuku"
"semoga rayyan juga romantis seperti papa nya" ucap silvi dalam hati
setelah makan siang mereka pun melanjutkan belanja.
"belanja apa nih?" tanya papa yudi
"kurang perhiasan pa" ucap mama nadia
"oh pantas papa diajak pasti mama mau beli juga kan?"
"hehehe papa tau aja"
"nggak ah ma nanti aja, papa masih mau buka cabang restoran di Kalimantan dan Sulawesi" ucap papa yudi
"ih kok gitu sih pa, kenapa juga buka cabang jauh-jauh"
"dalam membuka usaha kita kan juga harus memperhatikan kondisi tempat kita membuka usaha ma dan disana belum ada restoran seperti punya kita jadi itu kesempatan Bagus buat kita apalagi disana itu ma tempat Rantau para pekerja jadi kan kalau kita jual makanan khas nusantara setidaknya mengobati rasa rindu mereka gitu"
"iya sih pa, yaudah deh mama nggak minta papa minta rayyan aja"
"tergantung mana yang mama pilih deh kalau murah aku beliin kalau mahal minta aja sama papa" ucap rayyan
di toko perhiasan
"nak pilih mana emas putih atau yang emas biasa?"
"putih aja ma"
"mbak mas putih terbaru ya" ucap mama Nadia ke pegawai toko emas
"maaf bu yang putih tinggal yang bertabur berlian"
"lihat dong mbak"
"sebentar bu"
"sama sepasang cincin lamaran sekalian ya"
"baik bu"
hari sudah sore dan semua belanjaan seserahan sudah terbeli, semua barang dibawa di mobil papa yudi dan kini rayyan mengantar pulang silvi.
"yah macet" gerutu rayyan
"kan memang jam padat ray apalagi ini weekend"
"iya sih tapi biasanya nggak separah ini loh"
"kami buru-buru? kalau iya aku naik ojol aja"
"eh nggak kok aku nggak buru-buru, aku bakal nganterin sampai rumah dengan selamat lagian kan sekalian mau minta maaf sama om dan tante karena pergi dari pagi baru pulang sekarang"
"aku biasa kok pulang telat kalau sama agnia"
"ya kan beda ini kamu sama aku ya aku nggak mau dong di bilang nggak tanggung jawab, kalau kamu capek tidur aja nanti aku bangunkan kamu pasti lelah jalan seharian"
"hmm baiklah"
__ADS_1