
jam 10 malam acara pun belum usai masih banyak tamu undangan yang berada di dalam ballroom hotel.
ricky "capek yang?"
agnia "kaki ku pegal pakai high heels lama kak"
ricky "di lepas dulu ya biar diambilkan dion flatshoes, sekarang duduklah
agnia "iya kak"
perlakuan manis ricky kepada agnia tak luput dari pandangan keluarga dan tamu undangan yang tanpa sengaja melihat panggung hal itu membuat mereka menepis pikiran nya bahwa kedua mempelai itu di jodohkan sesuai berita yang beredar walaupun tanpa mereka ketahui perjodohan itu benar adanya.
ricky "dion"
dion "ada apa ky?" ya dion memang asisten ricky namun dia adalah sahabat Ricky saat kuliah di universitas Bintang harapan
ricky "tolong ambilkan flatshoes atau sandal terserah pokoknya yang bisa di pakai istri gue"
dion "itu kan ada high heels bro"
ricky "iya tapi istri gue capek pakai high heels dan berdiri lama"
dion "oke gue ambilkan"
dion yang sebenarnya tidak tahu mau mengambil sepatu atau sendal dimana akhirnya dia memutuskan untuk membelikan sepatu ke mall yang buka 24 jam.
mommy Tasya "dion mau kemana?"
dion "eh tante ini Tan mau beliin agnia sepatu soalnya mau ambil punya agnia aku nggak tau harus kemana"
mommy Tasya "buat apa? kan agnia sudah pakai high heels"
dion "iya tapi katanya capek berdiri terus kalau pakai heels"
mommy Tasya "yaudah kamu ambilkan aja di kamar rias minta perias aja kalau nggak sala agnia bawa beberapa sepatu kok"
dion "oh oke Tan terima kasih informasinya"
mommy "sama-sama, cepat kembali kasian menantuku kalau kakinya pegal"
dion "iya tan"
tak lama dion kembali dengan membawa flatshoes milik agnia yang ia ambil di ruang rias.
agnia "thanks ya kak"
dion "sama-sama nona"
jam sudah menunjukkan pukul 12 malam agnia dan ricky mereka bergegas ke kamar hotel begitu juga keluarga yang lain karena mereka menunggu tamu benar-benar habis.
ricky "aku bersih-bersih dulu yang"
agnia "iya kak, aku masih mau copot aksesoris di kepalaku"
setelah ricky selesai mandi dia langsung keluar kamar dengan menggunakan piyama mandi yang di sediakan hotel.
ricky "mandi gih yang"
agnia "iya mas"
di dalam kamar mandi agnia membuka pakaian nya alangkah kagetnya dia bahwa tamu bulanan nya tiba dan dia tanpa membawa pembalut sama sekali, selesai mandi agnia hanya mondar mandir di dalam kamar mandi.
30 menit menunggu agnia keluar kamar mandi ricky mulai resah dan khawatir akhirnya ricky memilih mengetuk pintu kamar mandi.
__ADS_1
tok
tok
tok
"sayang apa kamu baik-baik saja? kenapa lama sekali?" ucap ricky setengah berteriak
"aduh mas ricky udah manggil lagi gimana dong" liringnya
"sayangg buka pintunya dong jangan buat khawatir lama di kamar mandi"
"iya mas"
ceklek
"akhirnya kamu keluar kamar mandi yang, kamu ngapain di dalam?" ucap ricky yang melihat agnia keluar kamar mandi
"eh hmm"
"kenapa?"
"aku boleh minta tolong nggak kak?"
"minta tolong apa?"
"boleh nggak minta tolong beliin pe**alut soalnya aku lupa nggak bawa"
"astaga cuma gara-gara ini kamu lama di kamar mandi, eh tapi kalau butuh pe**alut itu artinya?"
"maaf kak"
"ahhh udah nunggu lama masa di tunda, gagal deh" ucap ricky yang frustasi
"yaudah aku beliin pe**alut"
"yang bungkus hitam 35cm yang sayap 1 bungkus aja" ucap agnia
"iya"
dengan langkah gontai dan dengan terpaksa malam-malam ricky harus ke supermarket membeli pem**lut.
di supermarket 24 jam ricky hanya mondar mandir karena memang dia tidak tau tempat dan model pe**alut itu hingga membuat salah satu karyawan penasaran dan menghampiri Ricky.
"permisi kak cari apa ya? dari tadi saya perhatikan mondar mandir" ucap karyawan supermarket
"saya cari pe**alut bungkus warna hitam 35cm sayap 1 bungkus mbak" ucap ricky dengan menahan malu
karyawan supermarket itu pun sontak menahan tawanya karena ada laki-laki tampan yang terlihat bodoh ketika mencari pesanan wanitanya.
"ini kak barangnya, mau cari apalagi? coklat mungkin biasanya kalau wanita sedang datang bulan mood nya suka berubah-ubah dan coklat bisa mengembalikan mood nya" ucao karyawan itu
"yaudah sekalian coklat si**er Queen yang besar 2 sama cad**urry yang besar 2"
"saya ambilkan dulu kak silahkan di tunggu di kasir"
"oke thanks mbak"
"untung mbak nya baik mau bantu gue kalau nggak bisa lama gue di supermarket ini apalagi nyari barang beginian" ucap ricky dalam hati
setelah membayar belanjaannya ricky kembali ke hotel milik keluarga nya dan menuju ke kamar pengantin nya tempat dimana seharusnya malam ini menjadi malam per**ma mereka.
"maaf lama ini pesanan kamu, dan itu ada cokelat kata mbak nya mood wanita yang datang bulan suka berubah-ubah dan cokelat bisa mengembalikan mood katanya" ucap ricky
__ADS_1
"terima kasih banyak kak, aku ke kamar mandi dulu" ucap agnia pelan karena sebenarnya dia malu menyuruh ricky membeli pem**lut
setelah keluar dari kamar mandi agnia menyusul ricky yang sudah berbaring di tempat tidur king size.
"kak maaf pasti kakak malu banget tadi di supermarket beliin barang itu" lirihnya
"udah nggak apa-apa, sudah jam 1 lebih ayo tidur" ucap ricky
"tapi kakak belum sholat isya loh"
"oh iya yaudah mas sholat isya dulu"
setelah ricky selesai sholat mereka sama-sama tidur dan tak lama mereka terlelap ke alam mimpi.
jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi pengantin baru itu belum menunjukkan Batang hidung nya di restoran hotel membuat para orang tua berfikiran kalau pengantin baru itu sedang menyicil mata.
daddy Indra "gue yakin deh kalian bakal cepat dapat cucu"
papi sam "iya dong harus"
papa nico "habis ini elo yang nyusul punya menantu"
daddy Indra "nunggu ada yang ngelamar anak gue lah"
papa nico "yang gercep sil"
silvi "hmm mulai deh"
hingga jam 9 pagi mereka menunggu pengantin baru yang tak kunjung tiba di restoran.
papa nico "jangan-jangan anak gue di gempur habis-habisan ini kalau sampai jam segini belum muncul"
mama Citra "gak mungkin, mama yakin mereka belum ngapa-ngapain"
papa nico "kalau gak ngapa-ngapain jam segini pasti sudah sarapan"
mama Citra "tuh yang kita tunggu-tunggu orang jalannya biasa aja gitu masa iya habis di gempur"
mami Tasya "anak gue mukanya kucel amat ya habis nikah jangan-jangan nggak dapat jatah dia"
daddy Indra "mukanya kayak Indra kalau lo ngambek nggak mau diajak ehem sya"
papi sam "mulut lo ndra gue lakban nih"
ricky "pagi"
papi sam "pagi wihh pengantin baru ham 9 lebih 15 menit baru keluar kamar"
"soalnya capek banget pi habis acara kemarin jadi ya kesiangan bangunnya" jawab ricky dengan malas
melihat jawaban ricky yang malas membuat mereka yakin bahwa belum terjadi sesuatu, ricky semakin tidak bersemangat ketika mengetahui dirinya harus menunggu seminggu lagi dan bisa saja lebih.
"kapan berangkat honeymoon?" ucap papa nico
"2 minggu lagi pa" jawab ricky cepat
"lama itu ky, berangkat besok aja ya" ucap mami tasya
"lusa iky ada meeting dengan klien dari Jerman dan tidak bisa di wakilkan mi"
"ya nggak seru ah, papi sih anaknya suruh langsung kerja"
"namanya juga mau menikah pasti butuh kerjaan lah mi buat menghidupi istrinya apa salah nya papi minta dia langsung urus kantor"
__ADS_1
"udah jangan berantem, kalian berdua lebih baik pesan makan gih kita mau pamit pulang dulu" ucap papa nico melerai mami Tasya dan papi sam