
agnia "guys sorry lama" ucapnya yang baru tiba di dapur
silvi "santai aja"
agnia "ini telur nya ambil 5 biji aja sosisnya juga 6 aja"
silvi "okay siap"
20 menit kemudian sarapan pun sudah jadi karena memang semua bumbu sudah di siapkan oleh Maya dan silvi.
setelah selesai sarapan mereka kembali melanjutkan aktivitas masing-masing.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
jam sudah menunjukkan pukul 1 siang kini mereka sudah hampir 75% menyelesaikan persiapan nya.
rayyan "team bersih-bersih sudah selesai, team konsumsi kurang apa?"
agnia "kurang weci sama martabak mini ray tenang aja bisa cepet kok"
rayyan "1 jam selesai nggak?"
agnia "kalau gue mungkin selesai nggak tau kalau rahma"
rahma "sejal lebih dikit lah ray kalau aku"
rayyan "gak bisa gitu sebagian goreng di luar biar cepat selesai?"
rahma "disini aja ray nanti minyak nya banyakin cepey selesai kok"
rayyan "yaudah terserah tapi aku minta setengah 3 sudah selesai semua"
agnia "iya ray siap"
jam 2 siang ternyata mereka belum menyelesaikan pekerjaan nya dan ternyata pak edi sudah sampai di posko kkn desa permai.
rayyan "selamat datang pak edi"
pak edi "iya, kalian apa kabar?"
"alhamdulillah baik" ucap mereka
Ricky "mari masuk pak"
pak edi "bisa berkumpul sebentar sebelum nanti bersama warga?"
Ricky "tapi hanya sebagian pak soalnya yang anak cewek banyak yang masih masak"
pak edi "yaudah nanti dulu aja, bapak mau lihat kegiatan anak-anak di sini"
rayyan "mari ke dapur pak"
di dapur....
__ADS_1
pak edi "wah lagi masak apa ini"
agnia "eh pak edi, siang pak"
pak edi "siang, lagi masak apa?"
agnia "buat martabak mini sama weci pak, ray ini jam berapa?"
rayyan "jam 2 santai aja"
pak edi "tenang belum saatnya kok, saya aja datangnya kecepetan soalnya mau bicara dulu sama kalian mengenai proker tapi kayaknya masih pada sibuk"
agnia "sebentar lagi selesai kok pak, nanti kami bisa menyusul teman-teman juga sudah siap-siap kok"
silvi "iya pak sementara perwakilan dulu aja sebentar lagi kami nyusul"
pak edi "yaudah kalau gitu ketuanya tolong kumpulkan yang lain kita diskusi dulu"
kini penghuni posko 22 desa permai sudah berkumpul di ruang tamu kecuali agnia silvi rahma dan Maya yang memang masih belum selesai pekerjaan nya.
agnia "gue selesai, kalian selesai belum?"
silvi "ini tinggal 10 donat yang di oles kok"
rahma "gue tinggal 1 gorengan lagi nia"
Maya "nia kamu mandi aja duluan kan sudah selesai"
silvi "iya lo mandi dulu gih"
kini mereka ber 4 sudah bergabung dengan yang lain di ruang tamu.
pak edi "yang baru bergabung bisa duduk bersama divisi nya"
agnia "baik pak"
pak edi "silahkan di lanjut divisi agama dan budaya"
fikri "untuk ke agama an rencana kita itu mengaktifkan kembali tpq di mushola dekat sini pak soalnya dulu pernah ada tpq di mushola sini namun karena ustadz nya meninggal tpq nya berhenti"
pak edi "Bagus itu terus ustadz nya ngambil dari mana?"
fikri "di masjid sana ada kelebihan ustadz dan ustadzah pak insyaallah mereka bisa membantu mendirikan kembali tpq disini, soalnya anak-anak disini banyak yang tidak ikut tpq karena tempatnya memang jauh"
pak edi "kalau bisa lanjutkan itu Bagus program kamu"
rahma "untuk budaya nya nanti tgl 29 bulan ini ada acara syukuran atas hasil panen di persawahan nah kita akan mengikuti acara tersebut lalu kita akan melatih team tari untuk bisa ngedance dan nanti juga ada mix antara tarian dan dance itu juga sebagian permintaan pelatih tarinya pak"
pak edi "lanjutkan kalau itu sudah permintaan pelatihnya, silahkan tinggal divisi ekonomi kalau divisi publikasi saya rasa tugasnya sudah jelas di buku pedoman ya"
Maya "iya pak"
agnia "untuk divisi ekonomi kami mempunyai 3 proker pak yang pertama membantu pemilik usaha untuk mengurus izin PIRT, yang kedua demo memasak olahan berbahasan dasar pisang, yang ketiga kami akan memberikan seminar tentang online shop dan hias mahar untuk remaja"
__ADS_1
pak edi "untuk progam yang pertama Bagus itu, progam kerja ke tiga juga Bagus, untuk yang kedua itu manfaatnya apa gitu loh"
agnia "jadi begini pak di desa ini banyak sekali tanaman buah pisang dan kalau buahnya di jual kata bu kades hanya laku 10 sampai 20 ribu saja, kalau sudah dijadikan olahan akan menambah nilai jual dari pisang tersebut kalaupun pisang itu tidak dijual bisa dijadikan camilan pak, kalau disini itu biasanya kan hanya di jadikan kripik pisang nah kita akan demo olahan pisang yang kekinian pak seperti yang ada di kota karena memang disini belum ada"
pak edi "yakin disini belum ada?"
agnia "belum pak soalnya waktu saya jalan-jalan sampai ke pasar podorejo itu belum ada yang jual makanan dari pisang kecuali pisang goreng"
pak edi "kalau saya tolak proker kedua kalian bagaimana?"
agnia "apa alasan menolak proker kami? sedangkan bu kades dan ibu sekdes sangat antusias dengan proker ini?"
pak edi "baiklah kalau memang bu kades dan bu sekdes sudah oke saya juga oke tapi kalau nanti ada proker yang di tolak maka saya juga memberikan saran untuk kalian membatalkan proker itu daripada kalian kesusahan di akhir"
agnia "iya pak"
Ricky "kamu memang cewek pemberani dan idamanku tentunya" ucap Ricky dalam hati
rahma "pak kalau begitu kami undur diri untuk menyiapkan konsumsi dikarenakan sudah jam 3"
pak edi "iya kalian siap-siap, sebagian ke depan menyambut tamu"
"baik pak" jawab mereka kompak
agnia rahma Maya silvi mereka ke dapur untuk menyiapkan semuanya.
agnia "guys di tata di piring yak semua nya, ya nggak semua sih per macam 5 piring aja isinya 1 piring 10 biji"
Maya "siap biar gue yang nata donat sama bolu pisang"
silvi "gue weci sama kacang aja deh"
agnia "oh ya nanti makan nya kapan? setelah selesai acara apa sebelum mulai acara"
rahma "kayaknya nanti aja deh setelah acara selesai aja paling sejam juga sudah selesai"
agnia "yaudah nasinya nanti saja"
Maya "kalau boleh saran sih mending sekarang nia soalnya ya nantikan kuahnya panas nah kalau nasi nya juga panas jadi gimana gitu kan pas mau makan, mending nasinya taruh mangkuk sekarang sama toge dan kubis sama ayam nya terus nanti tingal kasih sambal aja sama kuah"
agnia "iya oke siap bener juga sih kalau kuah juga panas kan jadi panas banget pas makan"
rahma "aku yang kasih nasi aja terus nanti kamu yang kash toge kubis sama ayam"
agnia "yaudah oke siap di meja makan aja ya nata nya ma terus nanti di tutup kertas minyak"
rahma "iya tapi meskipun nggak di tutup juga nggak apa-apa toh nggak ada lalat"
agnia "ya tapi tetap di tutup lah, dari pada nanti ada kotoran dari atas gitu"
rahma "iya sih"
agnia "yaudah ayo siapkan nasi nya"
__ADS_1
rahma "kamu contohin nasinya seberapa"
agnia "baiklah ma"