
agnia "1 juta anggaran lomba, untuk alat tulis gue ada nanti bisa di pakai buat hadiah kalian tinggal beli aja yang lain, kalau sudah fiks lebih baik di buat penanggung jawab setiap lomba jadi nanti yang bertugas menyiapkan kebutuhan lomba ya penanggung jawab itu"
rahma "nah gue setuju sana agnia lebih baik kita buat penanggung jawab"
rayyan "oke kita fiks kan dulu lomba nya apa baru buat penanggung jawabnya"
isna "ya lombanya seperti apa kata desi aja balap kelereng, balap karung, makan kerupuk, tusuk air, ambil koin, masukkan paku ke botol, lomba adzan, lomba wudhu, lomba sholat"
agnia "kayaknya lomba adzan wudhu sholat nggak usah deh buka apa-apa sih tapi anak-anak disini kan agama nya beda-beda mending cuma permainan aja toh buat seru-seruan"
rahma "nah iya bener kalau lomba, ini kan untuk umum jadi jangan menyangkut pautkan agama apalagi warga disini nggak semua muslim, permainan seru-seruan aja lah"
rayyan "balap kelereng, balap karung, makan kerupuk, tusuk air, ambil koin, masukkan paku ke botol aja ya, jadi ada 6 permainan jadi 12 anak tolong menjadi penanggung jawabnya lainnya bisa menyiapkan hadiah dan pembawa acara atau tempat pendaftaran"
agnia "aku pendaftaran aja ray sama nyiapin hadiah juga nggak apa-apa soalnya pas hari itu kemungkinan papa mamaku datang"
setelah menentukan penanggung jawab mereka pun istirahat ke kamar masing-masing sedangkan anak laki-laki memilih pergi ke warung kopi.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
ke esokan hari nya agnia silvi rahma dan Ricky mereka pergi mencari hadiah yang cocok untuk
hadiah lomba besok.
agnia "cari snack aja dulu, kalau alat tulis udah ada beberapa tinggal beli sedikit"
silvi "mending beli alat tulis dulu baru snack deh"
Ricky "beli alat tulis aja dulu ya tokonya di kiri jalan kalau beli pulangnya harus nyebrang lagi malas"
agnia "iya deh nurut sopir saja hehehe"
mereka membeli beberapa alat tulis saja di toko buku itu setelah itu mereka lanjut ke toko yang menyediakan berbagai macam ciki-ciki.
rahma "nia kamu besok jadi ke kota?"
agnia "enggak tapi papa mama yang kesini"
rahma "oh enggak jadi"
silvi "kenapa ma, mau ikut pulang?"
rahma "iya kangen saka ibu negaraku"
__ADS_1
silvi "bukan nya udah di jenguk ya kamu"
rahma "udah sih cuma kan masih kangen sil"
agnia "aku juga rindu kali ma"
Ricky "nia aku bisa titip barang nggak ya ke orang tuamu?"
agnia "bisa mungkin kak"
Ricky "kalau gitu nanti biar di kirim ke alamat rumahmu ya"
agnia "mau titip apa kak?"
Ricky "titip gitar sama sepatu aku"
agnia "oh iya nanti biar aku bilang ke papa"
Ricky "iya terima kasih, udah sampai nih gih kalian masuk pilih snack nya"
"siap bos" jawab ke 3 cewek itu kompak
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
sejak tadi rayyan dan fandy sibuk membagikan informasi kepada anak yang melintas dan mereka juga keliling desa untuk memberitahukan bahwa besok akan ada lomba di posko kkn.
anak-anak yang lain sibuk menyiapkan lokasi lomba yang berada di halaman depan dan halaman samping rumah, mereka menyiapkan banyak hal mulai dari karung, kelereng botol dan masih banyak lagi.
Ricky dan yang lain telah tiba di posko mereka langsung sibuk membungkus hadiah walau sebenarnya hadiah itu bisa di bungkus besok atau lusa namun mereka memilih tidak menunda pekerjaan karena mereka pasti akan sibuk menyiapkan acara penutupan.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
tibalah acara lomba dimulai...
agnia "selamat pagi adik-adik, apa kalian sudah siap mengikuti perlombaan hari ini?"
"sudah kak" ucap mereka kompak"
agnia "oke sekarang kalian berbaris yang rapi di depan kakak, kak rahma dan kak silvi, kalian bisa mendaftar lomba kepada kami, ingat tapi harus berbaris yang rapi kalau tidak baris rapi maka tidak bisa ikut lomba hari ini"
"iya kak siappp" ucap anak-anak kompak
butuh waktu 30 menit untuk mereka menangani pendaftaran lomba dan kini mereka bertiga harus menulis ulang siapa-siapa yang ikut lomba.
__ADS_1
jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi kini acara perlombaan pun dimulai. mereka mengikuti perlombaan dengan bahagia karena biasanya lomba ini hanya ada di bulan agustus sedangkan kali ini special di bulan februari sudah ada perlombaan. anak-anak sangat senang mengikuti lomba walau pun mereka tidak bisa mendapatkan juara namun mereka tetap bahagia.
jam sudah menunjukkan pukul 11 siang namun ada 4 perlombaan yang belum di selesaikan akhirnya mereka memilih melanjutkan nanti sore karena sekarang waktunya istirahat.
jam sudah menunjukkan pukul 3 sore anak-anak sudah banyak yang hadir bahkan bukan hanya anak-anak saja melainkan ibu-ibu juga turut hadir di acara sore ini, bahkan ada beberapa pedagang yang hadir di acara ini.
jam 5 sore lomba sudah selesai, sangat jelas kegembiraan di wajah anak-anak pemenang lomba ini, setelah anak-anak meninggalkan lokasi agnia menyempatkan diri membeli jajanan yang dari tadi sangat ramai di kerumuni anak-anak.
agnia "pak jualan apa? saya lihat dari tadi ramai sekali"
penjual "sate tahu neng, anak-anak di sini memang sangat suka dengan jajanan neng"
agnia "1 tusuk nya berapa?"
penjual "500 rupiah neng"
agnia "aku beli 20 ribu pak"
penjual "tunggu sebentar ya neng"
silvi "nia lo beli apa?"
agnia "sate tahu, pak saya tinggal ya saya mau beli sempol dulu"
silvi "ye malah di tinggal"
agnia "gue beli makanan dulu sil, kalau lo mau beli juga"
silvi "iya, pak berapa satu tusuk nya?"
penjual "500 rupiah neng"
silvi "saya beli 20 ribu pak"
penjual "iya neng di tunggu dulu ya"
silvi "iya pak"
agnia dan silvi sudah mendapatkan jajanan yang dari tadi ramai di Beli anak-anak, mereka berdua pun kembali ke posko anak-anak kkn yang melihat jajanan yang di bawa agnia pun juga tertarik untuk membeli, akhirnya mereka berhamburan keluar untuk membeli jajanan itu.
malam hari anak-anak di posko itu berkumpul mereka membahas mengenai acara penutupan posko, mereka memang membuat planing sangat dadakan untung saja orang dari pihak electon dan sound system bisa membantu hari itu.
mereka sebenarnya keteteran membuat acara penutupan ini bagaimana tidak besok mereka sudah mulai repot karena acaranya lusa malam ba'da isya, mereka besok akan melakukan kegiatan sesuai tugas dan tanggung jawab mereka.
__ADS_1
orang tua agnia tidak jadi datang hari ini sehingga besok baru datang ke posko, banyak sekali titipan agnia dan dengan senang hati papa mama nya menuruti keinginan Putri semata wayang mereka.