
kini rayyan dan ricky sudah tiba di posko kkn 22 desa permai.
rayyan "sorry guys lama, sekarang kalian ambil nasi gih biar gue bagi lauknya"
fandy "apa nih lauknya?"
rayyan "ayam krispy, udah sana ambil nasi, sil ambilin gue sekalian"
silvi "iya ray"
ricky "nitip sekalian ya nia"
agnia "iya kak, martabak aku dapar kan?"
ricky "dapat tapi ambilin nasi dulu"
agnia "oke siap"
tak lama mereka kembali membawa piring berisikan nasi.
rayyan "semua duduk yang rapi"
Ricky "kalau protes jatah kalian hilang"
rayyan membagikan gorengannya, semua kaget karena rayyan bilang ayam krispi tapi kenapa gorengan yang dibagikan.
rayyan "udah gausah shock ayam krispy nya yang bagiin kak Ricky"
Ricky "nih dua-dua mau makan langsung silangkan mau buat besok juga silahkan"
mereka semua sangat senang menerima lauknya dan mereka makan dengan lahap.
agnia "habis ini ada kumpulan nggak?"
rayyan "nggak sih cuma aku minta kalian setor agenda kalian besok seluruh devisi, gue harap besok semua meninggalkan posko karena akan ada kunjungan dari pihak lp2m, yang di posko kayaknya anak ekonomi karena agenda nya membuat laporan jadi gue harap yang lain meninggalkan posko daripada nanti mendapat pertanyaan dari lp2m"
fandy "baiklah lagian besok agenda padat"
aisyah "iya nih besok padat banget"
rayyan "yaudah kalau besok agendanya padat silahkan tidur karena makan juga sudah selesai, yang belum sholat isya jangan lupa sholat dulu"
agnia "kak ric martabak nya mana?"
rayyan "ini 3 kotak kan?"
agnia "thanks kak, ayo sil ke kamar"
rina "punya makanan bawa kamar sendiri"
agnia "iya lah gue beli kalau mau ya beli aja sendiri"
ricky "nih buat kalian gue kasih gratisannya, boy ayo ke posko, yang belum kenyang ambil nasi soalnya ayam nya masih"
rayyan "siap"
Bintang "pesta dong ini cacing di perut gue"
fandy "alhamdulillah"
di kamar agnia dan silvi
silvi "martabak banyak banget? snack kan masih juga"
agnia "buat rame-rame lo buat grup deh, gabungin Maya Aisyah rahma cika kita makan di kamar tidur bareng-bareng sekalian kalau perlu"
silvi "oh oke siap"
di posko laki-laki
fandy "ray besok beneran lp2m kesini?"
rayyan "kak gimana?"
ricky "jadi gini guys besok rencana aku mau pasang cctv di area dapur, cuma pengen tau aja siapa yang suka nambahin garam apa orang nya sesuai yang di otakku aja"
__ADS_1
Bintang "kalau di otak gue sih si rina"
fandy "oh gitu yaudah besok divisi pendidikan biar gue sibukkan"
ricky "jangan sampai bocor kalau gue pasang cctv area dapur"
"iya siap" ucap mereka serempak
Bintang "ini martabaknya enak beli dimana?"
rayyan "kaga tau pokoknya pinggir jalan aja"
ricky "arah ke pasar lo cari deh kalau mau beli"
fandy "kalau enak gini ngapain tadi di kasihin si rina"
ricky "ini tadi tuh gue beli 4 ya gue mikirnya kita 1 kotak ajalah tapi bapaknya bilang beli 5 gratis 2 nah jadilah beli 5 dan gratisnya 2 box buat si rina tadi, tenang aja itu martabak original bonus nya"
fandy "oalah tadi gratisan"
Ricky "iya gratisan"
Bintang "udah kenyang banget gue"
wilda "iya lah dari tadi makan terus"
fikri "itu perut apa gentong sih bin"
Bintang "perut lah ya kali gentong"
rayyan "masa perut banyak banget isinya"
Bintang "iya lah banyak, perut kalian juga banyak isi nya dan isinya itu sama ada usus ada lambung"
wilda "serah lu deh bin, mending gue tidur"
fandy "iya apalagi besok harus bangun pagi-pagi"
dikamar agnia dan silvi
agnia "jangan kenceng-kenceng ntar yang lain denger loh"
cika "tau ih rahma"
agnia "sudah-sudah mending di makan deh"
silvi "iya keburu dingin"
Maya "makan guys makan, habis ini tidur dijamin deh pulang dari sini berat badan naik"
rahma "gak nunggu pulang may ini aja aku udah naik"
agnia "kalian kalau timbang dimana?"
rahma "kemarin aku di apotek"
Aisyah "kemarin, tadi siang kali ma"
rahma "oh iya deh tadi siang sorry lupa"
agnia "kalau mau timbang berat badan kesini aja aku bawa timbangan kok"
Maya "serius? oke habis ini gue timbang"
agnia "silahkan"
silvi "eh kalian tidur disini aja"
rahma "apa muat 6 anak?"
silvi "tenang bisalah di atur"
cika "gak bisa kayaknya gue gak bisa tidur sempit"
rahma "iya lah orang lu tidur muter-muter nggak jelas"
__ADS_1
Aisyah "tau tuh ya kali kaki nya nyampek kepala gue"
agnia "tidur apa pencak silat non gitu banget"
cika "ya aku mah nggak tau kan aku tidur"
rahma "mending kalau cuma tidur banyak tingkah dari pada si zalin beh ngorok keras banget"
agnia "masa sih cantik-cantik ngorok?"
rahma "iya beneran, lu coba deh kalau jam 1 malam itu beh pasti suara kenceng banget"
agnia "yaudah nanti kita coba yuk, kepo gue"
rahma "boleh lah nanti"
silvi "buat mie instant enak kali malam-malam nanti"
Maya "nggak takut gemuk sil?"
cika "tau lo sil orang kita aja takut makan malam"
silvi "ntar gue kasih minuman diet deh, aku juga minum sih tapi kalau pas memang bener-bener makan berat dan banyak aja"
agnia "iya tenang ntar gue kasih juga deh"
rahma "jadi kalian minum minuman buat diet?"
agnia "bukan diet sih hanya biar metabolisme tubuh sempurna aja, jadi nggak ada deh tuh lemak menumpuk aku sih minum 3 hari sekali tapi kalau pas liburan itu bisa tiap hari minum biasalah kalau liburan tujuan pertama pasti kuliner"
rahma "iya sih bener kuliner nomor 1"
mereka pun berbincang kesana kemari, membicarakan hal-hal lucu dan tidak penting hingga tengah malam.
rahma "eh udah hampir jam satu nih guys, mau lihat si zalin ngorok nggak?"
agnia "boleh ayo"
silvi "yuk"
Maya "berangkat"
dan benar saja di lantai dasar mereka mendengar suara ngorok yang sangat keras, mereka sampai tertawa mendengar nya apalagi ada suara ngorok yang bersahutan.
agnia "eh siapa satunya yang ngorok?"
cika "kayanya si desi deh"
agnia "oh desi"
rahma "yaudah yuk jadi bikin mie nggak?"
agnia "hayuk buat"
Maya "gue nggak deh stok mie habis"
cika "iya sama stok mie habis"
agnia "punya ku masih banyak banget masak mie punya ku aja, yuk ambil kalian pilih yang rasa apa"
rahma "serius nih?"
agnia "iya ayo"
silvi "gue mie goreng aja nia, gue siapin air"
agnia "berani sendiri?"
silvi "enggak, may temenin ya"
agnia "yaudah may temenin silvi kamu mau rasa apa?"
Maya "sambal ijo ada nggak?"
agnia "ada kayaknya may yaudah ayo yang lain ikut ambil"
__ADS_1
mereka mengambil mie instan di kamar agnia dan mereka memilih mie sesuai selera mereka.