
malam ini sesuai rencana mereka akan baberquan di halaman belakang mansion papa nico, agnia sudah kembali ceria seperti semula karena Ricky berhasil menghibur agnia.
"ayo kita mulai bakar-bakar nya" ucap mami Tasya dengan semangat
"tunggu sebentar sya katanya Indra dan reva mau kesini nggak tau mau ngapain sih tapi buat janji segala" ucap papa nico
"gak apa-apa malah tambah seru kalau ada mereka, kapan mereka sampai?" tanya mamo tasya
"ya harus nya sekarang sih" ucap papa nico
tak lama datanglah keluarga daddy Indra di kediaman papa nico.
ting
tong
ting
tong
bibi yang mendengar bel berbunyi pun langsung membukakan pintu "eh tuan Indra nyonya reva silahkan masuk tuan nyonya nona silvi" ucap bibi
"terima kasih bi" ucap mommy reva
"oh ya bi tuanmu dimana?" tanya daddy indra
"mereka di taman belakang tuan bersama tuan sam juga, silahkan langsung ke taman belakang saja" sahut bibi
"baiklah bi"
di taman belakang...
"wah mau bakar-bakar ya ini?" ucap daddy Indra yang baru sampai
"eh sudah sampai ndra sini gabung, kita emang lagi mau baberquan" ucap papa nico
"uh kangen" ucap silvi pada agnia
"sama gue juga kangen" ucap agnia
"hai baby apa kabar?" ucap silvi sambil mengelus perut agnia
"aku baik aunty" ucap agnia menirukan suara anak kecil
"kalian ada apa nih tumben mau kesini aja harus pakai janji segala kan biasanya juga langsung datang" tanya papa nico penuh selidik
"jadi gini gue mau ngundang lo sama sam buat datang besok ke rumah, sorry nih sam ngundang nya disini rencana sih nanti habis dari sini baru ke mansion lo"
"santai aja disini juga malah seneng gue jadinya kan nggak kehilangan gula sama teh" ucap papi sam santai
"dasar pelit lo sam" sahut daddy indra
"jadi ada apa ndra gue udah lapar nih mau bakar-bakar" ucap papa nico
"jadi gini besok selepas ashar gue minta kalian datang ke rumah bantuin gue buat menyambut calon besan gue kalian kan tau gue nggak ada saudara" ucap daddy indra
"haaa maksud lo silvi lamaran?" kaget papa nico
"masa iya jomblo lamaran dad" ucap daddy indra
"enak aja gue gak jomblo ya" sahut silvi dengan kesal
"siapa calon nya? padahal mau gue jodohin sama Kevin sahabat ricky" ucap papi sam
"adalah nanti kalian juga tahu" ucap daddy indra
"lo mah suka rahasia ndra" sahut papa nico
"sil lo beneran mau lamaran? setau gue lo kan jomblo? lo selalu bilang kalau masih jomblo" ucap agnia
__ADS_1
"hehehe udah nggak kok sebenarnya gue udah di lamar besok itu cuma peresmian aja" ucap silvi santai
"APA" teriak mereka semua kompak
"siapa sih cowok lo? apa rayyan?" ucap ricky
"kok kak Ricky bisa mengarah ke rayyan sih" ucap silvi dengan gugup karena dia takut tidak surprise lagi
"ya bisa lah" ucap ricky
"rayyan kan katamu masih di luar negeri lanjut s2 masa iya lamar anak om" ucap daddy indra
"halah om gasah mencoba drama aku tau rayyan kerja di perusahaan om beberapa bulan terakhir ini" ucap ricky dengan santainya
"hahaha kebaca lo jadi silvi sama rayyan?" ucap papa nico
"rayyan teman kkn?" tanya papi sam
"iya yang jagain silvi selama di posko" ucap papa nico
"oh jadi ceritanya jodohku temanku kkn nih" ucap mami tasya yang membuat ricky agnia dan silvi tertawa
"eh yang ajak ray kesini sekalian" ucap agnia
"mau apa emangnya?" ucap Ricky
"aku mau minta martabak sama dia sebagai traktiran" ucap agnia
"aku beliin aja ya" ucap ricky
"nggak mau" ucapnya dengan kesal
"oke oke aku telpon kan rayyan" ucap ricky
panggilan ricky dan rayyan
"assalamualaikum mas bro ada apa nih tumben?" ucap ricky
"ngrepotin apaan kok ngrepotin bilang-bilang" sahut rayyan
"anak gue pingin lo beliin martabak ray tolong beliin ya terus anter ke rumah papa nico ntar gue share alamatnya"
"wah berat ini kalau urusan ngidam, oke oke gue beliin deh daripada ponakan gue ileran"
"thanks ya bro sorry nih ngrepotin"
"sama-sama bro yaudah gue cari martabak nya dulu"
"oke bro"
panggilan pun terputus
"udah yang rayyan nya mau beliin martabak" ucap ricky
"yeyy kalau gitu ayo bakar-bakar" ajaknya dengan semangat
"no, kamu disini biar aku yang bakar aku nggak mau kamu capek oke"
"kan cuma bakar doang nggak capek" ucap agnia memelas
"benar kata suami kamu nak, ingat kamu sedang hamil loh nak" ucap papa nico
"iya iya" ucapnya dengan sebal
"jangan sebel gitu dong sayang, nurut apa kata suami ya" ucap mama Citra dengan lembut
"iya ma"
"mau di bakarin apa yang?" ucap ricky pada istrinya
__ADS_1
"aku mau tenderloin sirloin sama sosis jumbo" ucap agnia
"baiklah tunggu sebentar ya"
"hmm"
"ky mami mau dong" ucap mami tasya
"mami mau apa?" ucap ricky
"gausah ky biar papi yang bakarin punya mami kamu buatin istri kamu aja" ucap papi sam
"baiklah"
"pi mami mau tenderloin sama sosis sama udang" ucap mami tasya
"baiklah ratuku"
"pa mama mau juga samain punya agnia" ucap mama Citra kepada suami nya
"oke bidadariku di tunggu sebentar ya" ucap papa nico
"dad mom juga mau" ucap mommy reva kepada suaminya
"mau apa?" ucap daddy indra
"mau sirloin sama sosis" ucap mommy reva
"baiklah tunggu sebentar my wife" ucap daddy Indra
"terus kalau semua di bakarin suaminya gue siapa yang bakarin huhuhu" ucap silvi
"hahaha makanya buruan nikah" ucap agnia
"orang masih mau lamaran" ucap silvi
"yaudah gih telpon suruh nikahin sekarang biar bisa di bakarin suami" ucap agnia
"gausah telpon aku disini" ucap rayyan yang baru tiba
"huaaa martabak datang" ucap agnia dengan gembira
"ini buat bumil" ucap rayyan setelah menyerahkan martabak rayyan pun bersalaman kepada ibu-ibu yang ada di situ
"banyak banget nak" ucap mama citra
"ray nggak tau Tan agnia mau yang apa jadi aku beliin deh yang mungkin bumil suka" ucap rayyan
"hay bro sudah datang" ucap ricky
"iya baru aja"
"thanks ya, ini yang pesanan kamu"
"terima kasih" ucap agnia
"ray bakarin buat calon lo gih kasian tuh gak ada yang bakarin" ucap ricky pada rayyan
"iya ray kasian anak mommy tuh tadi hampir nangis" ucap mommy reva
"apaan sih mom" ucap silvi
"mau di bakarin apa?" tanya rayyan pada silvi
"mau kaya punya agnia" ucap silvi
"apa aku kan nggak tau"
"tenderloin sirloin sosis jumbo"
__ADS_1
"oke tunggu sebentar"