
Di langit ke 6, dewi perang dan Hirokisu masih saja terjebak di dunia mimpi. Putri mimpi yang telah berhasil masuk ke dalam alam pikiran dewi perang menemukan beberapa memori kenangan antara dewi perang dan Hirokisu di masa yang lampau.
Di dalam memori jejak alam pikiran batin dewi perang disebutkan bahwa Hirokisu adalah teman kecil dewi perang. Mereka berdua sering latihan bersama saat berada di negeri langit. Namun karena adanya peperangan antara negeri langit dan negeri siluman, mereka berdua terpisah sampai saat ini.
Setelah putri mimpi berhasil mengetahui jejak masa lalu dewi perang dan Hirokisu, putri mimpi segera mengubah suasana menjadi sediakala dan dewi perang mulai tersadar dari mimpinya begitu juga dengan Hirokisu.
"Hem, apa yang terjadi denganku?"
"Apakah aku sedang bermimpi?"
"Hirokisu?"
"Apa benar yang aku temui di dalam mimpiku adalah Hirokisu teman masa kecilku?" gumam dewi perang dalam hati.
"Ah, aku tak boleh lengah hanya karena mimpi"
"Saat ini, ada makhluk siluman yang berada di depanku"
"Aku harus membunuhnya agar tak menjadi penghalang kedamaian di langit" ucap Dewi perang sambil mengeluarkan pedangnya
Setelah kondisi batin dan fisik nya telah siap dan kembali seperti sedia kala, Dewi perang mulai menyerang ke arah Hirokisu yang saat itu berdiri di depannya.
Pukulan bertubi-tubi dia arahkan ke tubuh Hirokisu namun pukulan Dewi perang sering meleset karena Hirokisu selalu berhasil menghindari serangan Dewi perang.
"Hem, maklhuk apakah ini?"
"Mengapa dia selalu bisa mengimbangi seranganku?"
"Seolah dia tau apa yang akan aku lalukan" gumam dewi perang dalam hati sambil terus memantau gerak-gerik Hirokisu yang semakin aneh.
Wajah Hirokisu tetap tak bisa di lihat oleh Dewi perang sehingga semakin menambah penasaran dewi perang terhadap siapa sosok yang saat itu sedang berperang dengannya
Peperangan antara dewi perang dan Hirokisu terus berlanjut dan seimbang. Rupanya Hirokisu mulai jengkel kepada Dewi perang karena dirinya tak ingin membuat dewi perang terluka, namun disisi lain, dirinya tak ingin dewi perang menghalangi jalannya untuk pergi ke langit ke tujuh menemui ayahnya.
Akhirnya Hirokishu mengeluarkan jurus andalannya dan kekuatan Hirokisu membuat Dewi perang terkejut
"hai maklhuk siluman"
__ADS_1
"Kau memang sangat licik"
"Sekarang, kau harus terima pembalasanku" ujar Dewi perang sambil mengeluarkan anak panah dari tangannya.
Anak panah dewi perang pun melesat ke arah Hirokisu dan menghantam tubuh Hirokisu secara terus menerus. Hal ini membuat Hirokisu kewalahan dan terluka. Anak panah milik Dewi perang tepat mengenai dada kanan Hirokisu dan mengalirlah darah Hirokisu membasahi tubuhnya.
"Ah..., Pekik Hirokisu menahan kesakitan.
Dengan tetap mempertahankan keseimbangannya, Hirokisu segera melarikan diri dan turun satu tingkat menuju ke langit ke 5.
Hirokisu pun langsung mencari tempat persembunyian untuk menghindari serangan dewi perang yang semakin ganas.
Dengan nafas yang masih terengah-engah, Hirokisu mencoba mencabut anak panah dewi perang yang mengenai dada kanannya.
Dan usaha Hirokisu pun berhasil. Anak panah yang melekat ke dada nya berhasil di cabut, namun darah hirokisu tetap tak bisa berhenti mengalir.
Dewi perang pun berusahan mengejar Hirokisu menuju ke langit ke lima. Dirinya tak ingin Hirokisu lolos dari ancamannya.
"Dasar pengecut"
"Saat kalah, kau berusaha lari dariku"
Usaha Dewi perang untuk mencari Hirokisu rupanya sia-sia. Hirokisu berhasil bersembunyi di suatu gua di langit ke lima yang tak mungkin bisa terjamah oleh dewa lain karena gua itu awalnya adalah gua dimana tempat hirokisu menyalurkan energinya untuk melakukan latihan bela diri saat dirinya masih kecil.
"Dimana makhluk itu berada"
"Dasar makhluk licik"
"Jika sampai aku menemukannya, aku akan mencincang tubuhnya hingga menjadi abu" gumam dewi perang dalam hati.
Sementara itu putri mimpi yang melihat Hirokisu terluka berusaha untuk menyembuhkan Hirokisu dari lukanya dengan mencari obat penawar dari anak panah beracun milik dewi perang.
Melalui tenaga dalamnya, putri mimpi akhirnya menemukan obat penawar untuk Hirokisu namun obat penawar tersebut terletak di negeri iblis dimana iblis ming tinggal.
"Aku harus segera pergi ke negeri iblis untuk mencari penawar anak panah beracun untuk Hirokisu"
"Hirokisu, kau tunggulah di sini"
__ADS_1
"Aku akan menuju ke negeri iblis untuk mencari obat penawarnya" ucap putri mimpi sambil bersiap pergi menuju ke negeri iblis.
"Putri mimpi, apakah benar ini kamu?" tanya Hirokisu
"Benar"
"Aku adalah putri mimpi yang selalu mengisi mimpi-mimpi mu selama ini"
"Aku sudah tidak kuat dengan luka yang aku derita"
"Jika kau mau, bunuhlah aku putri mimpi"
"Rasa panas yang menusuk dadaku sudah tak kuat lagi aku tahan" rintih Hirokisu kepada putri mimpi
Melihat wajah Hirokisu yang meringis kesakitan, Putri mimpi mencoba menenangkan Hirokisu dengan berkata
Tenanglah, tahanlah sakitmu sebentar saja" ucap putri mimpi mencoba menenangkan hirokisu yang saat itu sedang terluka
"Agar kau tak merasakan sakit, aku akan membawa jiwamu ke alam mimpiku"
"Tubuhmu akan aku lindungi dengan energi mimpiku"
"Jika sampai ada yang menemukan tubuhmu, mereka akan terhanyut ke alam mimpi dan tak kan mungkin bisa kembali" ujar putri mimpi kepada Hirokisu.
Hirokisu pun mengangguk dan menyetujui apa yang akan dilakukan oleh putri mimpi kepadanya.
Setelah Hirokisu menyetujui penawarannya, putri mimpi membawa jiwa Hirokisu ke alam mimpi dan setelah meletakkan nya di alam mimpi, putri mimpi pergi ke negeri iblis untuk mencari obat penawar luka yang diderita Hirokisu.
Tubuh putri mimpi terbang melesat sangat cepat dan tak menunggu waktu lama, dirinya telah sampai di negeri iblis.
Sesampai di negeri iblis, putri mimpi terkejut dengan perubahan yang telah terjadi karena awalnya negeri iblis adalah negeri yang tak bertuan sejak kekalahannya berperang di negeri langit di masa yang lalu.
"Hem, sepertinya iblis ming telah menata kembali sistem pemerintahan negeri iblis yang dulu sempat porak poranda"
"Aku berharap, dia tak tahu jika aku datang ke sini karena jika sampai dia tahu, aku akan terhalang lebih lama disini" gumam putri mimpi dalam hati.
Denganz sangat hati-hati dan tanpa diketahui siapapun, putri mimpi mengumpulkan tumbuhan obat di negeri iblis dan rupanya racikan obat telah terkumpul dan hanya satu tumbuhan yang belum dia dapat.
__ADS_1
Tumbuhan obat pelengkap yang dimaksud adalah bunga keabadian yang hanya hidup seribu tahun sekali dan bunga keabadian itu dijaga ketat oleh siluman laba-laba.
Siluman laba-laba telah menanam bunga keabadian sejak beribu-ribu taun yang lalu dan bunga tersebut diturunkan kepada anak cucu mereka. Hanya makhluk tertentu saja yang mendapat ijin untuk memanfaatkan bunga tersebut sebagai obat karena sekali dipetik, perlu ribuan taun lagi untuk membuat bunga tersebut mekar kembali