Kaisar Langit Generasi Ketiga

Kaisar Langit Generasi Ketiga
Episode 54 (Angan Semu)


__ADS_3

Rupanya, Hirokisu menghabiskan anggur terlalu banyak dan pada akhirnya Hirokisu mulai tertidur dan tak dapat menjaga keseimbangan tubuhnya. Meneguk anggur kesukaannya memang disengaja olehnya karena Hirokisu berharap dirinya bisa bertemu dengan putri mimpi di alam mimpi.


Tubuh Hirokisu lemas lunglai dan tertidur di lantai istananya. Sementara itu, tongkat ajaib miliknya mulai keluar dari dalam telinganya.


Dengan bergerak ke sana dan kemari, tongkat ajaib Hirokisu mulai menimbukan suara yang terdengar sampai ke telinga Dewi Perang.


Aneh nya, suara itu hanya terdengar oleh dewi perang saja, dan tak ada penghuni langit lainnya yang dapat mendengar suara tongkat ajaib milik Hirokisu.


"Hem, suara apakah itu, bising sekali" ucap Dewi perang sambil melihat ke segala arah untuk memastikan arah suara yang benar.


Kebetulan, Dewi perang saat itu berada tak jauh dari tempat dimana Hirokisu berada. Pancaran energi Dewi perang mulai bersinar. Dirinya segera terbang menuju ke arah dimana suara itu berada.


Hingga pada akhirnya, sampailah Dewi perang di mana Hirokisu berada.


"Hai, Hirokisu"


"Ayo bangun"! panggil Dewi perang sambil menggoyang-goyangkan tubuh Hirokisu.


Hirokisu tampak nya tak merespon panggilan Dewi perang dan tetap menikmati tidurnya. Dalam tidur Hirokisu, Jiwa suci hirokisu terbang tak tentu arah mencari dimana putri mimpi berada.


Dalam tidur panjangnya, Hirokisu melihat Suasana sedikit gelap dan remang-remang. Tak ada satupun makhluk yang berada di sana. Hirokisu dengan setengah sadar melewati berbagai lintas arah yang menurut pandangannya adalah jalan dimana dirinya bisa menemukan keberadaan putri mimpi.


"Putri mimpi, dimanakah kau?"


"Aku datang ingin mencari keberadaan mu"


"Telah lama aku tak melihat wajahmu" ucap Hirokisu sambil melihat ke sekeliling.


Walaupun Hirokisu memanggil putri mimpi berulang kali, dirinya tak menemukan keberadaan putri mimpi sehingga membuat dirinya makin penasaran akan keberadaan kekasih hayalan nya itu.


Sementara itu, putri mimpi yang saat itu berada tak jauh dari tempat dimana jiwa Hirokisu berada, hanya diam seribu bahasa dan asyik bersembunyi di balik pohon harapan, dimana berbagai makhluk yang jika berada di bawah pohon harapan, akan mengutarakan keinginan angan mimpinya.


Tanpa disadari, tiba-tiba terdengar Suara tangis putra Hirokisu yaitu pangeran mimpi yang saat itu berada di gendongan putri mimpi.


"hah, sepertinya suara bayi"

__ADS_1


"Bayi siapa yang berada di alam mimpi?"


"Setauku, semenjak kematian siluman mimpi, penghuni alam mimpi hanyalah putri mimpi sendiri" gumam Hirokisu dalam hati.


putri mimpi yang melihat Hirokisu mulai mendekat ke arahnya berusaha mengalihkan pandangan Hirokisu agar tak tertuju padanya.


Dan usaha yang dilakukan oleh putri mimpi rupanya membuahkan hasil.


Hirokisu dengan cepat menuju ke arah suara bayi yaitu di bawah pohon harapan dan ternyata tak ada apa-apa disana.


"Aku sangat yakin jika suara bayi itu berasal dari sini" ujar hirokisu sambil melihat ke berbagai arah.


Karena lelah, Hirokisu merebahkan tubuhnya di bawah pohon harapan dan sesekali memandang ke atas. Pandangan Hirokisu kosong tak ada apapun.


Angan Hirokisu berjalan mengitari alama bawah sadarnya dan samar-samar, dirinya mendengar suara panggilan dan hal itu cukup mengganggu telinganya.


Sementara itu, di alam langit, Dewi perang menggendong tubuh Hirokisu dan membawanya ke tempat dimana biasanya Hirokisu beristirahat.


"Hirokisu, ayo bangun..." Dewi perang berusaha memanggil Hirokisu yang saat itu masih saja tertidur.


Karena tak sabar melihat Hirokisu tak kunjung bangun dari tidurnya, akhirnya Dewi perang memukul kepala Hirokisu menggunakan tongkat ajaib milik Hirokisu yang sejak tadi tetap setia disamping Hirokisu


"Awz sakit..." pekik Hirokisu sambil berusaha membuka matanya.


Saat matanya mulai membuka, dirinya melihat wajah dewi perang memegang tongkat ajaib miliknya.


"Hei, dewi perang"


"Berani sekali kau mengganggu tidur panjangku"


"Kau juga dengan lancang memakai tongkat kesayangan ku untuk memukul kepalaku" ucap Hirokisu dengan nada kesal.


"Ha ha ha" tawa dewi perang menggelegar dan hal itu membuat langit bergetar halus.


"Hirokisu"

__ADS_1


"Kau adalah anak dewa yang tak berguna"


" Kerjaan mu hanya tidur saja"


"Apakah kau tidak ada pekerjaan lain selain tidur?" ucap Dewi perang dengan nada sedikit mengejek.


Hirokisu segera beranjak dari tidur nya dan berusaha berdiri guna menyeimbangkan tubuhnya.


"Ah, sudahlah dewi perang"


"Kau tak perlu ikut campur dengan urusan ku"


"Sekarang, kau urus wajahmu yang tak cantik itu"


"Aku muak setiap hari melihat wajahmu" ucap Hirokisu.


Dewi perang yang mendengar ejekan Hirokisu semakin geram dan tak terima akan ucapan buruk yang dilontarkan Hirokisu kepadanya.


Dengan wajah murung dan ketus, Dewi perang pergi meninggalkan Hirokisu tanpa berkata apa-apa lagi.


Hirokisu sedikit menyesal akan apa yang baru saja dilakukan nya. Tak seharusnya dirinya berkata demikian kepada Dewi perang mengingat sang dewi perang adalah teman bermainnya dari kecil.


Di tempat lain, yaitu di gua dimana iblis ming dan siluman ulat sutra berada, menunjukkan situasi semakin mencekam.


Rupanya, iblis ming telah mengetahui keberadaan siluman ulat sutra yang saat itu sedang menggenggam tangan Sioming tanpa seijin nya.


"Hai siluman ulat sutra"


"Kau apakan Sioming?"


"Dia adalah milikku"


"Mengapa kau tega merebut nya dariku"?


"Apakah kau akan mencoba berkhianat kepadaku dan melakukan hal yang sama seperti iblis Samun melakukan nya kepadaku?" tanya iblis ming dengan tatapan yang sangat ganas.

__ADS_1


Mendengar ucapan iblis ming, Siluman ulat sutra mencoba untuk menyadarkan iblis ming bahwa yang dilakukan nya adalah benar.


"Oh Tuan ku iblis ming, aku harap kau mengerti setelah mendengarkan penjelasan ku" ucap siluman ulat sutra berusaha meyakinkan iblis ming bahwa apa yang dilakukannya saat itu adalah benar


__ADS_2