
"Dasar Hirokisu"
"Kau selalu saja meledekku" ucap Dewi perang dengan nada sedikit kesal.
Hirokisu terus berjalan meninggalkan Dewi perang yang sejak tadi terus saja mengikutinya
"Akarin, mengapa kau selalu mengikutiku terus?"
"Apa kau tak merasa bosan?" ejek Hirokisu kepada Dewi perang
"Hirokisu, kau jangan besar kepala dulu"
"Aku mengikutimu atas kehendak kaisar langit"
"Dirinya telah kehilanganmu dalam waktu yang lama"
"Terus, apa hubungannya denganmu?"ucap Hirokisu bertanya kembali.
Mendengar ucapan Hirokisu, dewi perang tak kehilangan akal untuk menjawab
"Aku diperintahkan Raja langit untuk mencarimu"
"Kebetulan, kau hadir di sini dan kesempatan ku untuk melapor kepada Raja langit bahwa putra mahkota langit dalam keadaan baik-baik saja" ucap dewi perang kepada Hirokisu.
" Baiklah, kalau begitu"
"Sampaikan kepada ayahku, bahwa aku telah sampai di negeri langit dengan selamat"
"Tujuan ku kemari ingin mengambil tongkat naga air yang masih tersimpan di istana laut timur"
"Kunci tongkat naga air ada di istana langit dan aku belum sempat mengambilnya" ujar Hirokisu panjang lebar.
"Namun sebelumnya, aku ingin pergi ke dewa bulan karena aku sedang membutuhkan bantuannya" ujar Hirokisu kepada Dewi perang.
Mendengar rencana Hirokisu yang tidak masuk akal, Dewi perang sedikit resah karena tongkat naga air adalah sumber keseimbangan antara dunia langit dan bumi.
Jika itu diambil, maka akan terjadi gempa dan perbatasan antara dunia langit dan bumi akan sulit untuk dilalui oleh para Dewa sekalipun.
"Hirokisu"
"Apakah kau yakin ingin mengambil tongkat naga air di istana laut timur?" tanya dewi perang
Hirokisu segera menjawab pertanyaan Dewi perang dengan berkata
"Benar"
"Aku akan mengambil tongkat naga air di istana laut timur setelah aku menyelesaikan urusan ku di negeri langit" ucap Hirokisu sambil tersenyum sinis.
Tak terasa sambil berbincang-biincang dengan Dewi perang, Hirokisu telah sampai di istana Dewa bulan dan hal itu membuat Dewa bulan terkejut.
"Hai dewa bulan, apakah kau ingat dengan ku?" tanya Hirokisu kepada Dewa bulan
"Apakah kamu Hirokisu?"
__ADS_1
"Putra mahkota langit yang sempat hilang?" tanya dewa bulan sedikit tak percaya
"Benar Dewa Bulan, aku adalah Hirokisu" jawab Hirokisu sambil berlari ke perpustakaan milik Dewa bulan untuk sekedar membaca catatan percintaan milik Dewa bulan.
"Tunggu, apa yang kau lakukan di perpustakaanku?"
"Mengapa kau langsung masuk begitu saja tanpa meminta ijin kepadaku?" ucap dewa bulan sambil mengejar Hirokisu ke arah ruang perpustakaan miliknya.
"Dewa bulan, kau penulis takdir jodoh yang tak punya belas kasihan"
"Lihatlah, catatan percintaan milik putri aurora kerajaan Amenor, sungguh sangat miris"
"Aku akan mengubahnya sesukaku" ujar Hirokisu kepada Dewa Bulan.
"Tolong hentikan Hirokisu"
"Takdir cinta seseorang telah digariskan sejak awal" ucap Dewa bulan sambil menggelengkan kepalanya.
Semenjak berada di bumi bersama iblis ming, sifat sopan yang dimiliki oleh Hirokisu kian pudar karena pendidikan yang diajarkan oleh iblis ming sangat berbeda dengan dunia langit. Hal ini membuat Dewa bulan kaget karena Hirokisu tanpa meminta ijin langsung masuk ke ruangan pribadinya yang bahkan dewa langit pun tak tahu isi perpustakaannya.
Hirokisu memandang wajah dewa bulan dengan tatapan garang. Hirokisu pun berkata dengan penuh semangat
"Dewa bulan, aku tak mau ada kesedihan di dunia karena cinta"
"Kau sangat tega menuliskan kisah cinta mereka tanpa menanyakannya terlebih dahulu kepada mereka, mau apa tidak mengalami nasib cinta yang tragis ketika mereka hidup" ucap Hirokisu
Sementara itu, di samping Hirokisu yaitu Dewi perang tak bisa mencegah Hirokisu untuk berbuat sesukanya karena Hirokisu adalah teman mainnya sejak kecil.
Dewi perang hanya memanggil nama Hirokisu tanpa melakukan perlawanan yang berarti.
"Dia sudah sangat lelah menulis catatan percintaan seluruh makhluk baik di langit dan di bumi"
"Jangan kau tambah penderitaannya" ucap dewi perang sambil menahan tangan Hirokisu agar tak jahil lagi mengambil buku catatan percintaan milik makhluk hidup yang ada di bumi dan di langit.
Hirokisu tetap mengambil catatan percintaan milik manusia maupun Dewa dan berusaha mengubah jalan ceritanya.
Tiba saatnya dia memegang buku catatan percintaan milik dirinya sendiri dan diapun terkejut
Hirokisu hanya diam dan mengajak Dewa bulan untuk berbicara empat mata dengannya karena tak ingin akarin tau apa yang dibicarakannya dengan Dewa bulan.
"Akarin, kau tunggulah di sini"
"Aku ingin berbicara 4 mata dengan dewa bulan" ucap Hirokisu kepada Dewi perang.
"Baiklah Hirokisu" ucap Dewi perang kepada Hirokisu.
Akhirnya, Hirokisu berhasil berbicara 4 mata dengan Dewa bulan di sebuah ruangan khusus dimana Hanya ada dewa bulan dan dirinya yang berada di ruangan itu.
Hirokisu pun segera mengutarakan maksud nya dan berkata
"Dewa bulan, mengapa kau menjodohkan aku dengan Akarin?"
"Akarin sang Dewi perang yang ganas, tak punya naluri seorang perempuan?"
__ADS_1
"Aku saja hampir dibunuhnya saat aku menyamar sebagai makhluk lain"
"Dewi perang yang seharusnya hanya menjadi teman bermainku?"
"Kau sudah gila ya?" tanya Hirokisu kepada dewa bulan.
"Ayo, ubahlah sekarang juga"
"Jika aku tidak ditolong oleh bunga keabadian, aku tak mungkin berada di depanmu sekarang" ujar Hirokisu kepada Dewa bulan.
"Sekarang, ubahlah nasib perjodohanku dengan wanita yang mau menuruti semua perintahku"
"Ayo, cepatlah Dewa bulan"
"Kalau tidak kau ubah sekarang juga, aku akan menyobek seluruh catatan percintaan yang telah susah payah kau tulis" ancam Hirokisu kepada Dewa bulan.
"Hirokisu"
"Dasar kau anak nakal"
"Dewi perang sangar cocok dengan mu karena dia bisa mengendalikan kenakalan mu nantinya" ucap Dewa bulan kepada Hirokisu.
"Sudahlah Dewa bulan"
"Cepat, hapus catatan percintaan ku dengan Dewi perang"
"Aku hitung sampai tiga kalau kau tetap diam, aku akan menyobek seluruh catatan percintaan mu yang tragis" ujar Hirokisu kepada Dewa bulan.
"Baiklah Hirokisu"
Akhirnya Dewa bulan menghapus perjodohan antara Hirokisu dan dewi perang. Setelah berhasil menghapusnya, Dewa bulan segera menyodorkan catatan percintaan milik Hirokisu kepada Hirokisu.
"Nih, lihatlah sekarang"
"Catatan percintaan milik mu dengam Dewi perang telah berhasil aku hapus"
"Sekarang, apa yang kau inginkan lagi dariku"? tanya Dewa bulan kepada Hirokisu.
"Oh ya, satu lagi pertanyaanku"
"Emangnya kau mau berjodoh dengan siapa lagi?"
"Sifat nakal mu akan membuat para wanita merana" ucap Dewa bulan meledek Hirokisu.
Mendengar ejekan dari Dewa bulan, Hirokisu pun berkata
"Sudahlah Dewa bulan"
"Aku akan mengubahnya sendiri"
"Di catatan percintaan milikku, kau telah menjodohkan aku dengan banyak wanita, dan hal ini aku berterimakasih padamu"
"Tapi khusus untuk Dewi perang, aku tak mau berjodoh dengannya" ujar Hirokisu kepada Dewa bulan.
__ADS_1
Bersambung
Tunggu episode selanjutnya..masih mau menulis lagi mumpung author libur kerja..makasih dukungannya.