
"Aku telah diberi kesempatan kedua untuk hidup"
"Tak kan aku sia-siakan kesempatan ini" ucap Hirokisu kepada putri mimpi yang sejak tadi di sampingnya.
"Kalau begitu, apa rencana kamu selanjutnya?"
"Apakah kau akan kembali ke langit ke 6 dan menemui dewi perang?" tanya putri mimpi sambil menatap Hirokisu dengan sangat tajam.
"Putri mimpi, aku akan menggunakan cara lain"
"Aku akan mengakui diriku sebagai Hirokisu, teman lamanya"
"Aku ingin melihat bagaimana reaksinya" ucap Hirokisu kepada Putri mimpi.
"Oh, setelah kamu berhasil ke negeri langit, apakah kamu akan kembali ke bumi menemui iblis ming?"
"Putri mimpi, aku pasti akan kembali ke bumi karena aku telah menjadi panglima perang negeri amenor"
"Iblis ming sudah seperti paman ku sendiri, dan aku tak mungkin meninggalkannya"
"Aku akan menetap di bumi untuk sementara waktu, selebihnya aku ingin tinggal di negeri iblis" ucap Hirokisu sambil berjalan pelan menuju ke tempat dimana siluman laba-laba berada.
"Siluman laba-laba, terimakasih kau mengijinkanku menemui bunga keabadian"
"Sekarang, aku akan pergi ke negeri langit untuk menemui Raja langit"
"Jagalah bunga keabadian untuk seribu tahun ke depan" ucap Hirokisu kepada pemimpin kelompok laba-laba.
"Baiklah Hirokisu"
"Pergilah"
"Jika kau berkenan, dan sudah menyelesaikan urusan mu, mampirlah kemari" ucap salah satu pemimpin klan laba-laba
"Baiklah" ujar Hirokisu
akhirnya tubuh Hirokisu terbang melesat menuju ke negeri langit bersama dengan putri mimpi.
Sementara itu di kerajaan Amenor, iblis ming mulai menunjukkan pengaruhnya yang tak bisa disepelekan. Ilmu sihirnya telah meningkat pesat dan bisa dikatakan mengimbangi kekuatan Hirokisu saat ini.
Dengan kekuatannya yang telah pulih hampir seperti sedia kala, Iblis ming membuat benteng pertahanan kerajaan Amenor dan memasukkan beberapa rakyat iblis ke dalam lingkup pemerintahan kerajaan Amenor.
Hal itu membuat aura kerajaan amenor semakin keruh dan kelam. Beberapa pendeta yang rajin membacakan mantra setiap harinya lambat laun mulai berkurang akibat berpindahnya para pendeta ke kerajaan sebelah karena sistem pemerintahan kerajaan amenor yang tak begitu berpihak kepada para pendeta.
Perdana menteri kerajaan Amenor yang merupakan ayah putri aurora berusaha mencari tahu tentang penyebab putrinya berbuat hal aneh. Untuk menjawab rasa penasarannya, Perdana menteri kerajaan Amenor pergi ke kediaman pendeta Saolin untuk meminta bantuan.
Pendeta Saolin adalah salah satu pendeta yang terkenal di kerajaan Amenor. Kemampuannya meramal masa depan sangatlah handal.
Perjalanan menuju ke ke tempat tinggal pendeta Saolin membutuhkan waktu sehari semalam, namun hal ini tak mematahkan semangat bagi perdana menteri kerajaan Amenor untuk pergi ke sana.
Tak terasa, Perdana menteri kerajaan Amenor telah sampai di tempat kediaman pendeta Saolin dan kebetulan pendeta Saolin berada di luar halaman rumahnya.
__ADS_1
Tak ingin kehilangan kesempatan emasnya, Perdana menteri kerajaan amenor segera menyapa pendeta Saolin dan berkata
" Wahai Pendeta Saolin, perkenalkanlah"
"Aku adalah perdana menteri kerajaan amenor dan saat ini sedang butuh bantuanmu" ujarnya
Pendeta Saolin yang saat itu sedang memejamkan matanya segera membuka matanya dan berkata
" Ada apa kau meminta bantuan ku?"
"Apakah ada masalah yang besar sehingga kau rela jauh-jauh mencariku?" tanya pendeta saolin
"Benar pendeta"
"Sudi kiranya engkau membantu mengatasi permasalahan ku di kerajaan amenor" ucap perdana menteri kerajaan amenor.
"Baiklah"
"Tolong ceritakan, apa yang membuat hatimu risau sehingga kau meminta bantuan kepadaku" ucap pendeta Saolin
"Aku mempunyai seorang putri satu-satunya"
"Dia sangat patuh kepadaku dan periang"
"Namun, akhir-akhir ini tingkahnya sangat berbeda dari biasanya"
"Tubuhnya seperti sedang kerasukan makhluk asing"
Pendeta Saolin yang mendengarkan perkataan perdana menteri kerajaan Amenor pun berkata
"hem, coba sentuhlah tanganku sekarang juga" ucap pendeta Saolin kepada perdana menteri kerajaan Amenor.
Tak menunggu waktu lama, perdana menteri kerajaan Amenor segera menyodorkan tangannya kepada pendeta Saolin dan pendeta Saolin mulai memejamkan matanya.
Beberapa lama kemudian, pendeta Saolin tampak terkejut dan melepas genggaman tangan perdana menteri kerajaan Amenore dan segera berkata
"Tuanku, kau mendapat masalah besar"
"Putri kesayanganmu saat ini adalah bukan putri mu yang sebenarnya"
"Dia adalah arwah seorang gadis ribuan taun yang lalu dan tak mempunyai jasad"
"Dia berada di bawah perlindungan raga putrimu" ujar pendeta Saolin kepada perdana menteri kerajaan amenor
"Lalu, dimana keberadaan putriku sekarang?"tanya perdana menteri kerajaan Amenor.
"Tunggu sebentar" ucap pendeta Saolin
Pendeta Saolin langsung memejamkan matanya kembali dan dirinya tersenyum sambil berkata
"Putrimu sekarang berada di negeri langit"
__ADS_1
"Tampaknya dia sedang menunggu seseorang yang nantinya akan membantunya"
"Kau tak perlu kawatir" ucap pendeta Saolin.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan untuk memisahkan raga makhluk jahat itu dari jasad putriku?" tanya perdana menteri kerajaan Amenor.
"Perdana menteri, kau tak perlu melakukan apa-apa"
"Bersikaplah tenang"
"Jika tidak, jiwamu akan terancam"
"Ada kekuatan besar yang menyertai arwah itu"
"Tenagamu tak mungkin cukup"
"Aku tak bisa membantumu untuk kali ini karena tenagaku baru saja pulih"
"Kekuatan iblis telah tumbuh di kerajaan Amenor"
"Kau harus segera melakukan perlindungan diri dengan mantra budha" ucap pendeta Saolin kepada Perdana menteri amenor.
Dengan muka tertunduk lesu, perdana menteri kerajaan Amenor berkata
"Baiklah pendeta"
"Aku akan menjalankan apa yang kau perintahkan"
"Ini sedekah ku untukmu"
"Terimakasih banyak kau telah membantuku" ujar perdana menteri kerajaan Amenor.
Setelah berkata demikian, perdana menteri kerajaan Amenor segera pergi meninggalkan kediaman pendeta Saolin.
Sementara itu, rakyat negeri amenor selalu berpesta tiap waktu. Tampaknya energi iblis sebagian telah menguasai separuh negeri itu tanpa mereka sadari.
Negeri yang biasanya diliputi oleh pendeta dengan doa, berubah menjadi negeri yang selalu berpesta, dan rakyat kerajaan Amenor sebagian besar telah lalai menjalankan kewajibannya beribadah.
Iblis ming yang menyaksikan perubahan yang terjadi sedikit bernafas lega karena hal ini sangat sesuai dengan rencananya.
Di tempat lain yaitu di negeri langit ke enam, dewi perang terlihat duduk sambil meminum anggur kesukaannya. Dirinya tak menyadari jika Hirokisu datang menemuinya kembali.
Dewi perang menyangka jika lawan nya yang tak lain adalah Hirokisu telah tewas karena tak ada makhluk manapun yang bisa bertahan jika telah terkena serangan panahnya.
Hingga pada suatu waktu, Dewi perang dikejutkan oleh suara panggilan yang menurutnya sangat tidak asing.
"Dewi perang, apakah kau tidak ingat kepadaku?" tanya seorang lelaki yang tiba-tiba berada di belakangnya.
Dewi perang segera menoleh ke belakang dan dirinya sangat terkejut melihat siapa yanh datang
"Hah, Benarkah ini kamu?"
__ADS_1
"Hirokisu" tanya dewi perang setengah tak percaya