Kaisar Langit Generasi Ketiga

Kaisar Langit Generasi Ketiga
Episode 29 ( Satu langkah lagi )


__ADS_3

Hirokisu tertawa lepas karena keinginan nya telah terpenuhi. Dewa bulan hanya bisa mengelus dada melihat tingkah Hirokisu yang semakin diluar kendali.


"Dewa bulan, terimakasih kau sudah menuruti semua keinginanku"


"Aku akan pergi ke istana laut timur" ujar Hirokisu kepada Dewa bulan.


"Hirokisu tunggu sebentar"


"Apakah kau tidak akan menemui ayah ibumu?"


"Mereka saat ini sedang berada di ruangan duka istana langit"


"Mereka berdua tak kan keluar ruangan jika belum melihat wajahmu"


"Kau tau, kerajaan langit sekarang dipimpin oleh putraku Sanu"


"Kalau kamu bersedia, temuilah kaisar langit terlebih dahulu" ucap Dewa bulan kepada Hirokisu.


"Baiklah dewa bulan, aku akan menemui ayahku dulu" ucap Hirokisu sambil pergi meninggalkan dewa bulan.


Hirokisu pergi tanpa melihat dewi perang yang ada di depan istana Dewa bulan.


"Hirokisu, mau kemana kau"? panggil Dewi perang


Panggilan Dewi perang rupanya tak begitu didengarkan oleh Hirokisu dan hal itu membuat Dewi perang merasa jengkel.


"Dewa bulan, kemanakah Hirokisu pergi?"


"Mengapa dia sangat cuek kepadaku?" tanya dewi perang kepada Dewa bulan.


"Oh, Hirokisu pergi menemui ayahnya"


"Apakah kau ingin menyusulnya?"tanya Dewa bulan sambil memandang iba kepada Dewi perang.


"Ah, sudahlah"


"Aku tidak akan mengejarnya lagi"


"Hirokisu sudah banyak berubah semenjak dirinya turun ke bumi"


"Sifatnya berbeda dibanding masa kecilnya dulu" ucap Dewi perang kepada Dewa bulan.


"Kalau begitu, setelah ini, kau akan kemana Dewi?" tanya Dewa bulan


"Aku akan kembali ke langit ke 6 dan menghabiskan hidupku di sana"


"Jika langit membutuhkan ku untuk menjaga keutuhannya, aku akan siap membantu" ucap Dewi perang datar.


"Baiklah Dewi perang"


"Jangan pedulikan Hirokisu karena dia tak mungkin memperdulikan mu"


"Sekarang, fokus saja terhadap kehidupan mu selanjutnya" ucap Dewa bulan memberi semangat


"Baiklah Dewa bulan"


Dewi perang pun pergi dengan sejuta rasa jengkel kepada Hirokisu. Dia tak menyangka Hirokisu berubah sangat dingin dan itu sangat berbeda dengan sifatnya yang dulu yaitu penuh kehangatan.

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, Hirokisu telah sampai di ruangan duka istana langit. Dirinya menyaksikan ayah dan ibunya sedang bermeditasi.


"Ayah"


"Ibu"


"Lihatlah, aku sudah pulang ke istana langit"


"Apakah kalian merindukan ku?" tanya Hirokisu.


Panggilan Hirokisu membuat Sujoku (kaisar langit) terkejut dan mulai membuka matanya. Begitu juga dengan permaisuri langit.


"Apakah benar kau Hirokisu?"


"Sejak kapan kau berada di negeri langit?"


"Bagaimana caranya kau bisa terbebas dari tawanan para iblis jahat?" tanya kaisar langit dengan wajah terharu.


"Ayah, kau tidak perlu kawatir"


"Aku bisa menjaga diriku sendiri"


"Aku pergi kemari hanya ingin agar ayah memimpin negeri langit lagi sehingga kondisi langit kembali damai" ujar Hirokisu kepada Raja langit.


"Baiklah Hirokisu"


"Kau lah penyemangatku"


"Mulai saat ini, aku akan kembali memimpin negeri langit"


Mendengar ucapan ayahnya, Hirokisu segera menolaknya karena banyak urusan penting yang belum diselesaikan nya.


"Tidak ayah"


"Banyak urusan penting yang harus aku selesaikan"


"Nanti jika urusan ku di dunia sudah aku selesaikan, aku akan kembali ke langit" ucap Hirokisu kepada ayahnya.


"Hem, baiklah"


"Ayah tidak akan melarangmu"


"Sekarang, pergilah ke bumi untuk menyelesaikan semua urusan mu" ucap kaisar langit.


Hirokisu tersenyum senang, dan sebelum dirinya pergi meninggalkan istana langit, Hirokisu meminta ijin kepada ibunya, dan tak lupa meminta kunci tongkat naga air yang ternyata di pegang oleh ibunya.


"Ibu, aku minta kunci tongkat naga air" ucap Hirokisu memohon.


"Anakku, mengapa kau bersikeras meminta kunci tongkat naga air?"


"Bukankah tongkat itu sebagai penyangga keutuhan dunia langit dan dunia fana?" tanya ibunya.


"Ibu, aku hanya ingin meminjamnya sebentar saja"


"Dunia langit dan dunia fana akan tetap aman terkendali"


"Percayalah" ujar Hirokisu merayu ibunya.

__ADS_1


Rayuan Hirokisu rupanya membuat ibunya luluh dan memberikan kunci tongkat naga air kepada Hirokisu.


Setelah mendapatkan kunci tongkat naga air yang berada di istana laut bagian timur, Hirokisu segera pamit meninggalkan negeri langit untuk sementara waktu.


Setelah kedatangan Hirokisu ke negeri langit, kaisar langit mulai bisa menata hatinya dan bersemangat kembali memimpin negeri langit.


Sementara itu, Dalam perjalanannya kembali ke bumi, Hirokisu mulai bisa berpikir jernih setelah apa yang dia ketahui di negeri langit. Jika saja dirinya tak mendengarkan perbincangan antara dewa angin dan dewi petir, mungkin dirinya akan bertarung melawan ayahnya sendiri.


"Iblis ming, kau memang jahat"


"Kau telah membohongiku dalam waktu yang lama"


"Aku akan membuat perhitungan dengan mu, tapi tidak sekarang!" gumam Hirokisu dalam hati.


Saat Hirokisu melewati langit ke dua, dirinya teringat akan arwah putri aurora dan dengan kesaktiannya, Hirokisu berencana membawa arwah putri aurora kembali ke bumi agar putri aurora bisa kembali pada tubuh aslinya yang saat ini masih di pakai oleh Jin min.


"Putri aurora, aku akan membawa arwahmu kembali ke bumi dan merebut tubuh mu dari makhluk lain yang saat ini sedang menempati tubuhmu" ucap Hirokisu.


"Terimakasih Hirokisu"


"Aku sangat senang karena kau masih ingat kepadaku"


"Baiklah, aku akan bersembunyi di kotak kecil milik mu" ujar putri aurora kepada Hirokisu.


Akhirnya, Hirokisu meletakkan arwah putri aurora dalam kotak kecil milik Hirokisu dan Hirokisu menggantungkannya di dada sebelah kiri.


Dalam perjalanan menuju bumi, putri aurora selalu mendengarkan degup jantung Hirokisu yang berdetak teratur dan hal ini cukup untuk menghibur arwah putri aurora yang kesepian karena telah sekian lama dirinya terlunta-lunta sendirian tanpa jasad yang pasti.


Kecepatan terbang Hirokisu yang sangat cepat membuat arwah putri aurora terpental ke kanan dan ke kiri dan hal itu membuat putri aurora pusing.


"Hirokisu"


"Aku mohon jangan terlalu cepat terbangnya"


"Tubuhku terpental karena aku tak bisa mempertahankan keseimbangan, dan kepalaku terasa pusing" ujar putri aurora


"Tenanglah putri aurora"


Sebentar lagi kita sampai"


"Kalau aku tak terbang dengan cepat, maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke bumi"


"Jasad mu akan semakin menua"


"Kau tak ingin hal ini terjadi kan?" tanya Hirokisu setengah meledek.


"Oh begitu ya" ucap putri aurora


"Aku tak mau menjadi tua, Hirokisu"


"Baiklah, yang penting aku bisa kembali ke dalam tubuh ku"


Hirokisu tersenyum mendengar keluh kesah putri aurora selama perjalanan mereka. Memang benar jika Hirokisu memperlambat terbangnya, maka perjalanan ke bumi akan memakan waktu sehari waktu langit dan itu sama saja dengan 1000 tahun di bumi.


Bersambung.


Selalu dukung terus karyaku ya, semoga penulis mempunyai ide yang tidak membosankan pembaca..karya akan terus update sampai karya tamat

__ADS_1


__ADS_2