Kaisar Langit Generasi Ketiga

Kaisar Langit Generasi Ketiga
Episode 26 (sampai tujuan)


__ADS_3

"Benar, aku Hirokisu" jawab Hirokisu pendek.


Sambil memandang wajah Hirokisu lebih jeli lagi, dewi perang bertanya kepada Hirokisu tentang apa yang telah terjadi padanya selama dirinya berada dalam tawanan para iblis.


"Hirokisu, aku tak menyangka kau berada dihadapanku"


"Apakah sekelompok iblis yang telah menculikmu berhasil kau kalahkan?" tanya dewi perang penasaran


Hirokisu segera menjawab pertanyaan Dewi perang secara spontan


"Akarin, justru sekelompok iblis lah yang telah menyelamatkanku"


"Mereka menampung ku dan lihatlah aku sekarang"


"Aku mempunyai kesempatan hidup yang kedua kalinya" ucap Hirokisu


"Hirokisu, kau salah besar"


"Saat peperangan antara negeri langit dan negeri iblis, mereka menculik mu dan saat diculik kau tertidur"


"Kau tak mungkin tau apa yang telah terjadi" ujar dewi perang menjelaskan.


"Akarin, kau tak perlu menjelaskan tentang hal yang tak aku ketahui"


"Yang aku tau, negeri langit tak berpihak kepadaku" ujar Hirokisu


"Sekarang, aku ingin pergi ke langit ke tujuh"


"Ada beberapa hal yang belum aku selesaikam di sana" ujar Hirokisu sambil terbang meninggalkan Dewi perang sendirian di langit ke enam.


Tentunya putri mimpi tak ingin kehilangan kesempatan. Dirinya mengikuti kemanapun Hirokisu pergi.


Sesampai di langit ke tujuh, Hirokisu bertemu dengan beberapa Dewa yang kebetulan sedang berbincang-bincang mengenai masalah dunia yang semakin pelik. Walaupun bertemu dengan beberapa dewa di langit ke tujuh, Hirokisu mencoba untuk menghindari mereka dan tak ingin identitasnya terbongkar.


Sementara itu, Putri mimpi yang telah mendampingi Hirokisu sampai ke langit ke tujuh meminta ijin untuk kembali ke negeri iblis terlebih dahulu karena dirinya takut iblis ming akan marah padanya karena sudah sekian lama dirinya tak memberikan kabar mengenai kondisi Hirokisu dan dirinya selama melakukan perjalanan ke negeri langit.


"Hirokisu, aku akan pergi ke negeri iblis terlebih dahulu"


"Jika nanti urusan ku telah selesai, aku akan kembali menemui mu" ujar putri mimpi kepada Hirokisu.


"Baiklah putri mimpi"


"Apa yang harus aku lakukan jika aku ingin bertemu dengan mu?" tanya Hirokisu sambil menggenggam erat tangan putri mimpi.


"Cara memanggilku sangatlah mudah bagimu"


"Saat kau hendak tidur, panggillah namaku 3 kali, nanti aku akan datang" jawab putri mimpi kepada Hirokisu.


"Kalau begitu, aku akan pergi sekarang" ucap putri mimpi dan setelah berkata demikian, tubuh putri mimpi menghilang dengan sekejab dari hadapan Hirokisu.

__ADS_1


"Hem, cepat sekali kau pergi"


"Bahkan aku belum berkata iya kepadamu" ujar Hirokisu berbicara sendiri.


Setelah putri mimpi pergi darinya, hal pertama yang dilakukan oleh Hirokisu adalah mampir ke tempat pesta langit yang di sana disediakan berbagai macam kesenangan bersama para dewi khayangan.


Di bumi, perdana menteri kerajaan Amenor rupanya telah sampai ke istananya kembali. Dirinya meletakkan mantra budha di berbagai pintu masuk tempat kediamannya. Para prajurit setianya juga turut membantu agar tindakan yang dilakukan perdana menteri cepat selesai.


Jin min yang saat itu tengah asyik bersenda gurau bersama para dayang-dayangnya mulai sedikit kepanasan.


"Ah, mengapa badanku terasa panas?"


"Apakah cuaca sedang kemarau?" tanya jin min kepada salah satu dayang kepercayaannya.


"Tidak tuan putri"


"Justru, sekarang adalah musim hujan"


"Kami tak merasa panas sedikitpun" jawab dayang istana.


"Hem, benar-benar aneh" gumam jin min dalam hati.


Jin min segera berlari menuju ke dalam kamarnya dan anehnya, Jin min sulit masuk ke dalam kamarnya sendiri, dan tiba-tiba terdapat benda yang menyilaukan matanya dan Jin min menjerit kesakitan


"Ah, sakit sekali" pekik Jin min.


Jin Min pun terjatuh dan tersungkur tepat di depan pintu kamarnya.


"Tuan putri tidak apa-apa?" tanya dayang istana penasaran


"Ah, tidak apa-apa"


"Aku hanya terpeleset saja" ucap Jin min berbohong.


Sementara itu, siluman ulat sutra yang saat itu berada tak jauh dari Jin Min merasakan getaran aneh yang berasal dari dadanya.


"Hem, ada apa dengan Jin min"


Mengapa dadaku terasa sakit sekali?" gumam siluman ulat sutra dalam hati.


Karena penasaran dengan kondisi Jin min, siluman ulat sutra segera pergi ke istana Jin min untuk melihat keadaan Jin min.


Sesampai di istana dimana Jin min tinggal, siluman ulat sutra melihat Jiin Min tampak murung dan mengaduh kesakitan.


Sambil mendekati Jin Min, siluman ulat sutra bertanya kepada kekasihnya itu


"Ada apa Jin Min?"


"Mengapa wajahmu terlihat sangat pucat?"

__ADS_1


"Apakah kau sedang sakit?" tanya siluman ulat sutra kepada Jin Min


"Aku juga tidak mengerti"


"Tiba-tiba saja tubuhku seperti meriang tidak karuan" jawab Jin min sekenanya.


Siluman ulat sutra pun dengan tanggap melihat ke sekeliling istana dan dirinya melihat banyak mantra budha yang di tempel di semua pintu masuk istana perdana menteri kerajaan Amenor.


"Hem, apakah mereka tau identitas Jin Min sebenarnya?"


"Aku harus segera bertindak sebelum terlambat" gumam siluman ulat sutra dalam hati


"Jin min, kau tunggulah di sini"


"Ada yang harus aku selesaikan sekarang juga" ucap siluman ulat sutra


Siluman ulat sutra pun langsung pergi menemui iblis ming untuk meminta bantuan.


Sesampainya di istana iblis ming, siluman ulat sutra segera mengutarakan maksud kedatangannya.


"Iblis ming, situasi di istana perdana menteri kerajaan Amenor semakin genting"


"Banyak mantra budha yang di tempel di segala pintu masuk istana"


"Jin Min tak mampu untuk menahannya" ujar siluman ulat sutra kepada iblis ming


"Hem, sungguh aneh"


"Apakah perdana menteri kerajaan Amenor telah mengetahui identitas Jin Min?" tanya iblis ming kepada siluman ulat sutra.


"Aku juga tak tahu"


"Yang aku tahu, perdana menteri kerajaan Amenor sangat sayang kepada putri aurora" jawab siluman ulat sutra.


"Baiklah"


"Aku akan langsung memantaunya" ucap iblis ming dan setelah itu iblis ming langsung pergi menuju ke istana perdana menteri kerajaan Amenor.


Setelah sampai di istana perdana menteri kerajaan Amenor, iblis ming melihat berbagai mantra budha yang di tempel di segala pintu masuk istana.


" Yah, benar ucapan siluman ulat sutra"


"Banyak mantra budha yang ditempel di pintu masuk istana".


"Aku harus segera bertindak karena jika tidak, anak buahku akan menjadi korbannya" ucap iblis ming berbicara sendiri.


Iblis ming langsung mengeluarkan tenaga dalamnya untuk menciptakan kekuatan angin yang sangat kencang.


tak menunggu waktu lama, angin pun bertiup dengan sangat cepat dan mantra budha yang telah di tempel di semua pintu masuk istana terlepas dan terbang tak tentu arah.

__ADS_1


Perdana menteri kerajaan amenor yang melihat kejadian itu berusaha memungut mantra budha dan berusaha menempelkannya kembali, begitu pula dengan prajurit kepercayaannya. Namun tindakannya tersebut sia-sia.


,


__ADS_2