Kaisar Langit Generasi Ketiga

Kaisar Langit Generasi Ketiga
Episode 47 (Masukan yang bagus)


__ADS_3

Sambil berpikir keras, siluman ulat sutra menemukan cara jitu untuk mengalihkan pikiran peri laut barat agar dirinya tak perlu melayaninya


"Tuan putri, bolehkah aku memberikan ideku kepadamu?" ucap siluman ulat sutra dengan penuh harap


"Apa idemu?" tanya peri laut barat penasaran


"Kau mengatakan, kau akan tidur dengan lelaki yang meminta bantuan kepadamu'


"Dan setelah berhasil tidur dengan nya, kau akan memberikan apa yang mereka minta"


"Bagaimana jika aku menyulam kan pakaian untukmu, sehingga kau tak telanjang lagi?"


"Kemampuan ku adalah bisa menenun jubah terbaik di dunia fana maupun dunia langit' ucap siluman ulat sutra kepada peri laut barat.


"Hem, apakah benar?"


"Sejak lama aku tak pernah memakai pakaian yang indah"


"Aku selalu membiarkan sebagian tubuhku telanjang agar menarik minat para lelaki yang datang kemari" ucap peri laut barat dengan tatapan setengah menggoda.


"Aku rela membuatkan mu sebuah gaun, dan gaun itu akan selesai satu tahun lamanya"


"Setelah gaun sutra itu jadi, aku akan memberikan nya kepadamu dengan imbalan, kau harus memberikan bubuk penawar sukma milikmu" ucap siluman ulat sutra kepada peri laut barat.


peri laut barat terdiam sejenak mendengar penawaran dari siluman ulat sutra yang menurutnya juga masih menguntungkan untuknya.


Tanpa banyak berpikir lagi, peri laut barat menyetujui ide dari siluman ulat sutra untuk menenun sebuah gaun untuknya.


Setelah menyetujui ide siluman ulat sutra, peri laut barat segera menyediakan ruangan khusus yang nantinya akan dipakai oleh siluman ulat sutra untuk menenun gaun untuk nya


"Siluman ulat sutra"


"Lihatlah dibelakangku"


"Di sini, aku sediakan kamar khusus, untuk kau membuat gaun yang indah untukku"


"Ingatlah"


"Aku tak sudi jika gaun yang kau buat tak seindah bayangan alam pikiran ku" ucap peri laut barat setengah mengancam.


Mendengar ancaman dari peri laut barat, siluman ulat sutra tetap berusaha tenang dan mematuhi segala arahan dari peri laut barat yang ditujukan kepadanya


"Kalau begitu, ijinkanlah aku menuju ruangan yang sudah kau sediakan"


"Aku akan membuatkan mu sebuah gaun sutra yang tak kalah dari dewi khayangan" ucap siluman ulat sutra memberikan janjinya.

__ADS_1


"Baiklah"


"Cepat lakukan sekarang" ucap peri laut baray sambil membuka pintu ruangan khusus yang memang telah disediakan olehnya.


Siluman ulat sutra segera menuju ke arah kamar yang sudah disediakan oleh peri laut barat dan setelah dirinya berhasil memasuki ruangan, pintu ruangan itu tertutup secara otomatis.


Suasana dalam kamar itu sungguh sangat mengerikan. Namun, siluman ulat sutra tak menghiraukan nya karena di alam iblis, suasanya lebih jauh menyeramkan dibanding suasana dalam kamar itu.


Siluman ulat sutra segera membuka bajunya dan mulai bertapa. Benang-benang sutra mulai menjalar dari ujung lidahnya hingga sampai ke lantai kamar itu.


Siluman ulat sutra membuat bulatan benang sutra dengan rajin dan tekun. Keringat membasahi kepalanya. Pembuatan benang sutra membutuhkan waktu yang sedikit lama. Dirinya harus menyeimbangkan cairan yang ada dalam tubuhnya untuk menghasilkan kualitas sutra terbaik.


Pengumpulan benang sutra berangsur - angsur terkumpul selama berbulan-bulan. pertapaan siluman ulat sutra berlangsung sangat lama. Sesekali siluman ulat sutra menyeka sendiri keringatnya karena dirinya hanya seorang diri dalam kamar itu.


"Perjuangan ini sungguh sangat melelahkan"


"Aku hampir tak sanggup melakukannya"


"Tapi, jika pekerjaan ku aku tunda, maka semakin lama aku bisa bersatu dengan Jin min" gumam siluman ulat sutra dalam hati.


Sementara itu di negeri iblis, jelmaan Jin min yang saat itu telah berganti nama menjadi Sioming tampak bahagia bersama iblis ming yang juga mulai mencintainya.


Walau perang besar telah berlangsung antara negeri iblis dan negeri langit, dirinya dan iblis ming hanya memantau perkembangan perang dari negeri iblis melalui cermin ajaib yang memang tersedia dalam istana.


Cermin ajaib tersebut merupakan ayah dari siluman cermin yang tetap setia kepada iblis ming. Berbeda dengan siluman cermin yang berbalik arah menjadikan iblis Samun sebagai tuannya.


"Apakah kita susul mereka ke sana?"


"Aku ingin sekali bertarung langsung dengan Raja langit"


"Jika aku berhasil melawan nya, maka aku akan menguasai tiga dunia"


"Ha ha ha ha" iblis ming tertawa puas sambil memperlihatkan taringnya yang menjuntai ke bawah.


Kebahagiaan iblis ming disaksikan juga oleh Sioming.


"Tuanku, kau sungguh sangat bahagia sekali hari ini"


"Kalau tuan mau, aku akan menemani tuan untuk pergi melawan para dewa di langit" ujar Sioming sembari menatap wajah iblis ming yang dianggapnya sangat tampan


"Sioming"


"Kau tak boleh ikut bersamaku"


"Aku memintamu tetap menjaga alam iblis ini agar tetap seimbang"

__ADS_1


"Aku tak mau, alam iblis ini diambil alih oleh makhluk lain selain aku" ujar iblis ming sambil menatap tajam wajah Sioming.


"Tuanku, apakah tuan tidak ingat?"


"Di kerajaan iblis, telah ada beberapa iblis yang selalu menjaga alam ini agar tetap seimbang"


"Tuanku tidak perlu kawatir" ucap Sioming


"Sioming"


"Sudahlah"


"Aku tak mau berpikir lagi"


"Melihat tekad mu yang begitu besar untuk ikut dengan ku melawan para dewa di langit, aku tak bisa melarang mu lagi"


"Sekarang, berkemaslah"


"Aku akan mengadakan perjalanan panjang dengan mu menuju ke negeri langit menyusul panglima perangku yaitu iblis Samun yang telah terlebih dahulu melakukan penyerangan ke negeri langit" ucap iblis ming sembari pergo berjalan menuju luar istana.


Sioming tampak senang melihat iblis ming mulai luluh padanya.


"Kalau begitu, aku akan berkemas dulu tuan"


"Tunggulah aku" ucap Sioming tersenyum lebar.


Setelah berkata demikian, Sioming segera pergi ke tempat tinggalnya untuk mengambil jubah ular miliknya.


Jubah ular itu digunakan oleh Sioming untuk melindungi tubuhnya ketika dirinya nanti berperang menghadapi para dewa langit.


Sementara itu, di alam mimpi, putri mimpi mulai bertapa. Kandungannya rupanya telah membesar. Hampir melahirkan keturunan dari Hirokisu yang sebenarnya tak boleh lahir ke dunia.


Berhubung putri mimpi bersembunyi di alam mimpi, para dewa yang bertugas membasmi hubungan terlarang tak sempat memantau hingga sejauh itu.


Mereka disibukkan oleh kepentingan lain ditambah lagi dengan adanya serangan dari negeri iblis yang makin ganas.


"Hirokisu, setelah anak ini lahir, aku akan menyembunyikannya di alam mimpi"


"Dengan itu, kehidupan nya akan aman dari serangan berbagai makhluk yang tidak senang kepadanya suatu saat nanti"


Di masa penantian kelahiran keturunan Hirokisu, putri mimpi beristirahat sambil meminum ramuan khusus.


"Hirokisu, apa yang sedang kau lakukan sekarang?"


"Sepertinya, kau sangat akrab dengan akarin sang dewi perang"

__ADS_1


"Di masa lalu, aku sempat masuk ke alam mimpinya dan aku membaca isi kepalanya, ada namamu di sana" ucap putri mimpi.


__ADS_2