
Sioming merasa sangat tersinggung atas penghinaan yang dilontarkan oleh Iblis Samun dan dengan nada amarah dirinya berkata
"Ketahuilah iblis Samun"
"Aku bukan seorang pengkhianat seperti kau"
"Aku adalah siluman ular betina yang sampai kapan pun akan setia kepada iblis ming" ucap Sioming sambil menghela nafas dalam -dalam.
Sioming sangat geram dengan ulah iblis Samun yang tak tahu balas budi. Dirinya mulai mengeluarkan kekuatan nya ke arah iblis Samun tanpa sepengetahuan iblis Samun.
Dan tiba-tiba saja bola api berwarna merah kehitaman terbang melesat menuju ke arah iblis Samun. Untungnya, Hirokisu melihat hal aneh itu dan langsung menangkis serangan Sioming dengan sangat mudah.
Bola api besar yang semula diarahkan ke iblis Samun berubah menjadi bola-bola kecil dan meletus ke segala arah. Hal itu membuat beberapa tanaman langit yang terkena menjadi terbakar dan mati.
Hal itu tak menjadi masalah karena tanaman langit akan cepat tumbuh kembali jika mendapat siraman hujan dari sang dewa hujan.
Hanya saja, Dewi penjaga taman bunga yang dulunya adalah pesuruh setia dewi bunga tak terima jika taman langit peliharaannya mati sia-sia hanya karena emosi tak terduga Sioming kala itu.
"Sioming, kau sungguh siluman ular betina yang menjijikkan"
"Lihat ulahmu"
"Seluruh tanaman langit milikku mati karenamu"
"Kau tahu?"
"Sebagian tanaman langit digunakan untuk pengobatan"
"Dan kau merusak itu semua" ujar dewi penjaga taman bunga dengan nada marah.
Mendengar ocehan Dewi penjaga taman bunga yang seakan marah kepadanya, Sioming berkata
"Hei, Dewi penjaga taman bunga"
"Ingat"
"Kau di sini hanya sebagai tukang kebun bunga langit"
"Jabatan terendah di negeri langit"
"Tak perlu kau mengoceh di hadapan ku"
"Jika kau ingin tanaman bungamu tumbuh kembali, kau tinggal menanam nya lagi dan merawat nya lagi saat perang ini selesai" ujar Sioming dengan nada mengejek.
Mendengar ejekan dari Sioming, Dewi penjaga taman bunga semakin geram karena ucapan Sioming cukup mempermalukan harga dirinya dihadapan para dewa maupun para siluman yang berada di sana.
__ADS_1
"Sudahlah" ucap Hirokisu memotong pembicaraan antara Sioming dan Dewi penjaga taman bunga
"Dewi penjaga taman bunga sudah aku anggap nenek ku sendiri karena dia telah mengabdi kepada Dewi bunga sejak ribuan taun lalu"
"Dan kau siluman ular betina"
"Kau siluman terbusuk yang pernah ada"
"Wanita ular sepertimu harus aku bunuh sekarang juga" ucap Hirokisu dengan nada sinis.
Dewi penjaga taman bunga sedikit lega karena dirinya mendapatkan pembelaan dari Hirokisu.
Sementara itu, iblis ming yang berada tepat di samping Sioming sedikit merasa gentar karena kekuatan Hirokisu tak bisa di anggap enteng.
Tak menunggu waktu lama, Hirokisu sebagai pemimpin perang negeri langit dibantu oleh dewi perang segera mengumumkan perang melawan iblis ming dan Sioming.
Seluruh prajurit langit, dengarkan aku"
"Tindakan Sioming tak dibenarkan karena menurut aturan perang, pihak lawan tak boleh mengawali perang tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu"
"Setelah kalian mendengar aba-aba dariku, ayo kita lawan iblis ming dan Sioming secara bersama-sama" ucap Hirokisu
"Hirokisu, kau sungguh licik"
"Aku ingin kita bertanding satu lawan satu" ucap iblis ming
"Ha ha ha"
"Aku tak sebodoh yang kau pikirkan iblis ming"
"Bukankah saat aku berada di bumi, kau mengajarkan hal ini kepadaku"?
"apakah kau lupa?"
"Sifat licik kau juga punya"
"Jadi, janganlah berharap kau bisa bertarung dengan ku satu lawan satu"
"Tenagaku juga tak kan terbuang sia-sia karena prajurit langit dan para siluman bekas prajuritmu secara cuma-cuma akan membantuku untuk melawan mu" ujar Hirokisu sambil tersenyum kecil.
Mendengar ucapan Hirokisu yang mengejek nya, iblis ming merasa dirinya telah kalah sebelum berperang. Sosok pengawal setia milik nya hanyalah Sioming saja. Lainnya telah beralih membela iblis Samun dan sebagian telah mati dibunuh oleh iblis Samun.
"Ayo serang" ucap Hirokisu memberikan perintah kepada seluruh prajurit langit dan diikuti oleh arahan dari iblis Samun yang juga memimpin anak buahnya untuk menyerang ke arah iblis Ming dan Sioming.
Pertempuran yang tak seimbang akhirnya terjadi. Hirokisu terlihat bersantai ditemani oleh dewi perang dan dewa dewa tingkat tinggi lainnya.
__ADS_1
Mereka hanya menyaksikan iblis ming dan Sioming yang mati-matian melawan ribuan prajurit langit maupun prajurit siluman yang bersatu.
Sioming dengan segala keberaniannya tak gentar dengan perlawanan yang bertubi-tubi dari prajurit langit maupun dari prajurit siluman.
Segala ilmu yang dimiliki nya telah dikeluarkan nya walaupun tak bisa mengimbangi serangan dari lawan nya.
Saat tenaga nya hampir terkuras habis, siluman ulat sutra telah sampai di medan pertempuran dan melihat semua yang terjadi.
"Hah, ada apa dengan jin min?"
"Mengapa dia bertarung sendirian melawan prajurit langit?"
"Mengapa iblis Samun juga menyerang mereka berdua?"
"Sepertinya, selama kepergianku mencari bubuk penawar jiwa untuk jin min, banyak hal yang telah terjadi"
"Aku harus segera menyelamatkan jin min agar dia bisa terbebas dari perang yang tak seimbang ini" gumam siluman ulat sutra dalam hati.
Tak menunggu waktu lama, siluman ulat sutra segera pergi ke arah Sioming dan dengan cara paksa menarik tangan Sioming dan membawa pergi Sioming menjauh dari medan pertempuran yang mencekam itu.
"Hah, lepaskan aku"
"Mau kau bawa kemana aku?"
"Aku harus melindungi iblis ming dari serangan musuh" ucap Sioming sambil meronta-tonta dengan tujuan ingin melepaskan genggaman siluman ulat sutra yang semakin kuat mencengkeramnya.
"Sioming, kau harus ikut aku"
"Ada banyak hal yang tidak kau tahu" ucap siluman ulat sutra tanpa memperdulikan Sioming yang kesakitan dengan genggaman siluman ulat sutra yang semakin erat.
"Hei, siluman ulat sutra"
"Mau kau bawa kemana Sioming" teriak iblis ming sambil berperang melawan prajurit langit dan prajurit siluman.
Siluman ulat sutra tetap melaju dengan pesat meninggalkan medan pertempuran sampai tak terlihat lagi oleh pandangan iblis ming lagi
Iblis ming berusaha mengejar siluman ulat sutra yang telah membawa Sioming, namun usahanya sia-sia.
Pergerakannya tertahan oleh serangan bangsa siluman dan bangsa langit yang semakin menguras habis energi yang dimiliki nya saat itu.
Saat konsentrasi nya mulai terpecah, iblis Samun dengan cekatan menancapkan pedang iblis ke arah iblis ming dan darah iblis ming keluar dengan sangat deras.
Namun, karena kekuatan iblis ming yang sangat kuat, dirinya bisa menahan serangan dan luka bekas tusukan iblis Samun dapat menutup lagi dengan cepat.
Seluruh prajurit langit dan prajurit siluman terkejut melihat kekuatan iblis ming yang sulit terkalahkan oleh serangan dua kubu yang bersatu padu
__ADS_1