Kaisar Langit Generasi Ketiga

Kaisar Langit Generasi Ketiga
Episode 46 (memulai)


__ADS_3

tiba saat nya peperangan di perbatasan langit pertama dan kedua mencapai titik puncak. Para Dewa sedikit kewalahan menangkis serangan dari para siluman yang menyerang mereka.


Banyak dewa yang terluka dan melarikan diri menuju ke wilayah perbatasan antara negeri iblis dan negeri siluman.


Sementara itu, Bangsa peri yang dipimpin oleh putri Sanum belum berbuat banyak karena mereka masih menunggu kedatangan putri Sanum dan putri aurora yang pergi entah kemana.


negeri peri yang ada di istana laut timur masih tertutup dan tak ikut campur atas masalah yang menimpa negeri langit dan negeri iblis


Iblis ming tertawa terbahak-bahak di temani oleh siluman ular betina (Sioming)


"lihatlah, para dewa telah kewalahan menangkis serangan rakyatku" ucap iblis ming kepada Sioming


Sioming yang ada di samping iblis ming juga tersenyum lebar. Dia senang melihat iblis ming bisa tertawa bahagia seperti sekarang ini.


Biasanya, iblis ming selalu cemberut namun semenjak ada Sioming di sampingnya, hatinya mulai berbunga-bunga.


Di tempat lain, siluman ulat sutra rupanya telah sampai di tempat dimana bubuk penawar jiwa berada.


Bubuk penawar jiwa berada di hamparan lautan yang sangat luas dan di tengahnya di jaga oleh Peri laut barat.


Peri laut barat masih satu saudara dengan putri sanum yang menguasai istana laut timur. Dirinya diberi kepercayaan oleh dewa kematian untuk menjaga bubuk penawar jiwa dan tidak sembarang orang boleh mengambilnya.


Dengan sedikit rasa takut, siluman ulat sutra memasuki wilayah kekuasaan peri laut barat. Terdapat pintu yang sangat besar dan siluman ulat sutra terlebih dahulu harus melapor kepada para penjaga pintu yang ada di laut barat.


"Hai siluman, mengapa kau datang ke negeri peri?"


"Apa yang kau ingin kan?"tanya penjaga pintu istana peri barat.


Siluman ulat sutra dengan sisa keberanian nya menjawab


"Ketahuilah, bahwa kedatangan ku kemari adalah ingin meminta bubuk penawar jiwa yanh konon katanya berada di wilayah istana laut barat" ucap siluman ulat sutra


"Untuk apa kau menginginkan bubuk penawar jiwa?"


"Ratu kami tak kan sembarangan memberikan bubuk penawar jika kepada orang asing apalagi bangsa siluman seperti kamu" ucap salah satu prajurit penjaga pintu istana lantang.


"Tenanglah prajurit"


"Berikan aku kesempatan agar aku bisa bertemu ratu terlebih dahulu"


"Selebihnya, aku akan menerima segala keputusan dari Ratu" ucap siluman ulat sutra.


Melihat kesungguhan siluman ulat sutra terhadap keinginan untuk mendapatkan bubuk penawar jiwa, akhirnya penjaga pintu laut barat memberi ijin siluman ulat sutra untuk masuk ke dalam istana mereka.


Pintu pun terbuka dan siluman ulat sutra melihat keindahan istana laut barat yang tak pernah di lihat selama hidupnya


Banyak permata warna hijau yang menghiasai dinding istana. Kaca di setiap sudut istana dan hal itu membuat siluman ulat sutra dapat berlama-lama melihat wajahnya sendiri.


"Oh, wajahku mulai berubah"

__ADS_1


"Semenjak jin min meninggalkan ku, aku terlihat sangat tua"


"Aku harus memurnikan tubuhku lagi" gumam siluman ulat sutra dalam hati.


Sesekali, siluman ulat sutra melihat ke sekeliling ruangan.


"Dimana singasana peri laut barat"?


"Aku tak menemukannya"


"Yang ada hanya hamparan kristal dan kaca" ucap siluman ulat sutra sembari melihat ke kiri dan ke kanan.


Setelah melihat ke arah pojok ruangan, tersapat cahaya berwarna biru, yang memancar. Spektrum cahaya biru membuat mata siluman ulat sutra menjadi silau.


"Cahaya apakah itu?"


"Mengapa pancarannya begitu kuat?" gumam siluman ulat sutra sambil terus berjalan menyusuri istana barat.


Tak lama kemudian, terdengarlah suara yang menggelegar dari sudut ruangan


"Wahai siluman, ada apa kau datang kemari?" ucap suara aneh itu.


Siluman ulat sutra terkejut mendengar suara itu karena masih tak tahu siapa yang sedang berbicara dengan nya.


Tiba-tiba, muncul perempuan cantik setengah telanjang berada tepat di depannya.


" Kaukah peri laut barat yang memimpin istana laut barat ini?" tanya siluman ulat sutra setengah tak percaya.


"Benar, aku adalah peri laut barat yang memimpin seluruh wilayah laut barat"


"Ada apa kau datang kemari?" tanya peri laut barat


Siluman ulat sutra terdiam kaku mendengar pertanyaan daru peri laut barat. Hal ini karena dirinya kaget melihat sebagian tubuh indah peri laut barat yang enak dipandang mata


Tubuhnya begitu mulus dan memancarkan cahaya mutiara sehingga membuat siluman ulat sutra tak bisa mengendalikan jantungnya yang berdetak begitu cepat.


"Siluman ulat sutra?"


"Mengapa kau hanya diam?"


"Jawablah pertanyaan ku"


"Apa yang kau inginkan hingga kau rela datang kemari menemuiku?" tanya peri laut barat sambil memandang mata siluman ulat sutra


"Oh tuan putri"


"Maafkan sikapku yang tak sopan karena tak menghiraukan apa yang kau tanyakan"


"Tujuan kedatanganku kemari adalah aku ingin meminta bubuk penawar sukma milik mu" ucap siluman ulat sutra sambil menundukkan kepalanya di hadapan peri laut barat.

__ADS_1


"Kau lancang sekali meminta bubuk penawar sukma kepadaku"


"Ketahuilah, bubuk penawar sukma adalah salah satu barang langka yang aku miliki" ucap peri laut barat sinis


"Tuan putri, tolonglah aku"..


"Sudah seribu tahun lebih aku menjalani ketidakpastian cinta bersama kekasihku Jin min"


"Saat ini, Jin min telah melupakan aku karena dia nekat melakukan perjalanan reinkarnasi ke alam iblis sama seperti diriku"


"Sebelumnya, kehidupan cintaku telah di tentang oleh langit"


"Berbagai rintangan dan perjalanan kehidupan telah kami jalani, namun tak ada titik terang"


"Untuk kali ini, tolonglah aku agar aku bisa bersama Jin min dan tak ada rintangan lagi" ucap siluman ulat sutra memohon.


"Wahai siluman ulat sutra"


"Permintaan mu sungguh berat bagiku"


"Ketahuilah, jika kau memang sangat menginginkan bubuk penawar sukma milik ku, kau harus tidur dengan ku" ucap peri laut barat kepada siluman ulat sutra


"Jika kau telah tidur denganku, kau boleh mengambil bubuk penawar sukma milik ku" ucap peri laut barat


"Hah, haruskah aku tidur dengan mu?"


"Bukan kah cintaku hanya untuk Jin min?"


"Aku tak bisa berbagi cinta dengan wanita lain"


"Jika aku berbagi, penantian ku selama ribuan taun akan sia -sia tuan putri" ujar siluman ulat sutra


"Tidak ada pilihan lain"


"Kau harus melayani hasrat ku sekarang"


"Jika tidak, kau tak kan bisa mendapatkan apa-apa"


"Kau harus memberikan ku benih mu"


"Agar aku bisa menjadikan nya prajurit setiaku di istana ini"


"Ketahuilah siluman ulat sutra"


"Seluruh prajurit kepercayaan ku disini adalah buah dari lelaki yang meminta bantuan kepadaku" ujar peri laut barat sambil tersenyum sinis


Mendengar perkataan peri laut timur yang diluar ekspetasinya, siluman ulat sutra berusaha mencari cara agar keinginan dan hasrat peri laut timur bisa di tawar


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2