
Hubungan Sioming (reinkarnasi jin min) dan iblis ming tampak nya semakin dekat saja. Setiap hari Sioming mempersiapkan segala kebutuhan iblis ming sehingga membuat iblis ming terbiasa dengan nya.
"Sioming, ambilkan pedangku" perintah iblis ming kepada Sioming
"Baiklah tuanku" jawab Sioming sambil pergi ke ruang senjata untuk mengambilkan senjata milik iblis ming.
Sementara itu, Siluman ulat sutra masih dalam perjalanan mencari obat penawar sukma di perbatasan antara negeri langit dan negeri iblis. Obat penawar sukma yang dicari oleh siluman ulat sutra bukan sembarang obat. Cara memperolehnya sangatlah sulit karena harus melewati berbagai rintangan yang memilukan.
Nama lain dari obat penawar sukma adalah bubuk penawar jiwa. Bentuknya seperti bubuk kopi berwarna agak kehitaman dan baunya mewakili bau parfum milik peri khayangan.
Jika telah berhasil memperoleh bubuk penawar jiwa, Siluman ulat sutra berencana akan langsung memberikannya kepada Sioming.
Usaha yang dilakukan oleh siluman ulat sutra merupakan usaha dengan kategori yang mendekati gila. Karena selama ini, tak ada satupun makhluk yang berhasil mendapatkannya.
"Aku tak peduli jika nantinya seluruh tubuhku akan lebur jadi abu"
"Yang aku inginkan, Jin min bisa kembali kepadaku seperti sedia kala" gumam Siluman ulat sutra
Ternyata, Cintalah yang telah membuat siluman ulat sutra melakukan hal yang bisa saja mengancam nyawanya. Konsekuensi dari kegagalan mendapatkan bubuk penawar jiwa adalah kehancuran abadi tak berbekas. Walau siluman ulat sutra tahu apa yang harus diterimanya jika dirinya gagal memperoleh bubuk penawar jiwa, namun dirinya tak pernah merasa takut.
Sosok Sioming saat ini menjadi siluman ular betina bahkan tak mengenalnya sama sekali, dan hal ini membuat siluman ulat sutra semakin resah.
Sedangkan siluman ulat sutra juga tak bisa menjelaskan perihal Jin min kepada iblis ming karena bagi iblis ming hal itu adalah hal yang mustahil dan kedudukan iblis ming di kerajaan Iblis sangatlah kuat.
Dengan tenaganya yang masih tersisa, siluman ulat sutra terbang melesat menuju ke arah timur dimana bubuk penawar jiwa itu berada.
"Aku harus terbang cepat agar aku bisa segera sampai di tempat tersimpannya bubuk penawar Jiwa" gumam siluman ulat sutra sambil terbang melesat menuju ke arah timur.
Di istana langit, rupanya Hirokisu disambut oleh Raja langit dan permaisuri langit dengan sangat gembira.
"Hirokisu, kau telah kembali rupanya"
"Hal apa yang sedang kau alami, sehingga di dunia langit tak bisa melacak keberadaanmu?" tanya Raja langit penasaran
"Ayah, ceritanya sungguh sangat panjang" jawab Hirokisu sambil duduk di tempat yang telah disediakana oleh Raja langit untuknya.
"Aku dikurung di dalam batu berongga oleh Dewa abadi selama 500 tahun"
__ADS_1
"Sejak saat itulah, aku tak bisa bergerak sama sekali"
"Kemarahan Dewa abadi terhadapku sungguh di luar batas" ujar Hirokisu kesal.
Permaisuri langit segera menghibur Hirokisu agar bisa mengontrol kemarahannya.
"Anak ku Hirokisu"
"Sebentar lagi, kau akan menjadi penerus tahta langit generasi ketiga"
"Ayahmu akan beristirahat menjadi raja langit karena dia akan bertapa denganku menuju nirwana"
"Untuk itu, janganlah berpikir buruk kepada Dewa abadi karena dia lebih tau dari apa yang kau tahu" ucap permaisuri langit sambil mengelus kepala Hirokisu dengan lembut.
Saat sedang asyik berbincang dengan permaisuri langit, dewi perang tiba-tiba muncul dihadapannya. Tak banyak perubahan yang terjadi dari raut wajah dewi perang. Dirinya tetap cantik dan pemberani seperti 500 tahun yang lalu.
"Hirokisu, lama tak jumpa"
"Apakah kau telah siap berada di dunia langit yang penuh dengan aturan?" tanya dewi perang dengan nada mengejek.
"Kau membuat aku bosan saja"
"Lihatlah dirimu"
"Tak ada satupun dewa yang berani mendekatimu karena menurutku kau dewi liar" ejek Hirokisu
Dewi perang yang mendengar ejekan Hirokisu tak menganggapnya serius. Dirinya hanya tertawa saja.
Di tempat lain, Dewa hujan melihat adanya indikasi penyerangan dahsyat yang dipersiapkan oleh bangsa iblis. Dalam cermin nya tampak Rakyat iblis melakukan latihan menyeluruh dan sepertinya hampir mencapai tahap puncak.
Melihat fenonena yang sangat aneh, dirinya langsung melaporkan kejadian ini kepada kaisar langit.
Laporan Dewa hujan tampaknya ditanggapi dengan baik oleh kaisar langit. Tak menunggu waktu lama kaisar langit segera mengumpulkan seluruh dewa khayangan untuk melaksanakan rapat akbar guna membahas permasalahan ini.
Rapat penentuan dilakukan dan diperoleh hasil bahwa Hirokisu dan dewi perang yang akan memimpin negeri langit dari serangan iblis jahat yang dipimpin oleh iblis ming.
Pergolakan antara dunia langit dan dunia iblis kian memanas saja. Hal ini dimanfaatkan oleh siluman cermin untuk mencuri berbagai berita dan menyebarkan nya di segala penjuru langit maupun negeri iblis.
__ADS_1
Pemberitaan dari siluman cermin tentang pergolakan dua dunia rupanya membuat beberapa dunia lain ikut terkena imbasnya. Terutama dunia roh yang berisi para roh manusia, iblis, maupun dewa yang masih berkumpul di situ untuk ikut membantu dunia mereka masing-masing saat mereka masih hidup.
Di istana dewa bumi, suasana masih tampak biasa-biasa saja. Tak ada perubahan yang berarti. Dewa bumi tetap dengan para selirnya yang cantik-cantik dengan kebiasaannya yang meminum anggur untuk menghilangkan kepenatannya selama ini.
"Setelah tenang untuk beberapa saat akibat ulah Hirokisu, sekarang kita diberi kabar bahwa akan ada perang akbar antara negeri langit dan negeri iblis" ucap Dewa bumi kepada para selir nya yang masih setia memijitnya sepanjang waktu
"Ah, dunia makin membuatku pusing saja" ucap dewa bumi berkata lagi.
Salah satu selirnya yang saat itu sedang memijit pundak Dewa bumi mulai bertanya kepada dewa bumi tentang apa yang akan dilakukannya jika hal buruk tiba-tiba terjadi.
"Suamiku, apa yang kau lakukan jika pergolakan antara dunia langit dan iblis?" tanya salah satu selir dewa bumi.
"Tentunya, wilayahku akan terkena imbas nya juga karena alam iblis terletak di bumi" ujar dewa bumi pendek.
"Apakah kau tak berusaha untuk menghentikannya seperti kau pernah berusaha di masa yang lalu?" tanya salah satu selir dewa bumi.
"Sudahlah istriku"
"Perjuanganku untuk melobi negeri langit maupun perbatasan nirwana pasti sia-sia"
"Mengapa aku mengusahakan sesuatu yang telah tertulis?"
" yang terjadi biarlah terjadi"
"Jika tubuhku remuk, kalian pijiti saja sampai aku puas"
"Aku sudah sangat lelah jika memikirkan ini"
"Tak kan pernah ada habisnya" ucap Dewa bumi sambil meminum satu gelas anggue terakhirnya.
"Yah, anggurku telah habis"
"Lebih baik aku tidur saja"
"Paling tidak aku akan menyusun tenagaku"
"agar aku tak kaget jika tubuhku menerima pukulan bertubi-tubi akibat nafsu serakah kaum iblis yang mulai berkembang subur" ucap Dewa bumi mengakhiri pembicaraannya.
__ADS_1