Kaisar Langit Generasi Ketiga

Kaisar Langit Generasi Ketiga
Episode 53 ( Sadar )


__ADS_3

Iblis ming dengan kecepatan kilat pergi ke arah gua dimana Sioming dan siluman ulat sutra berada. Tak membutuhkan waktu lama, iblis ming sampai juga ke gua dimana Sioming dan siluman ulat sutra berada di sana. Situasi gua sangatlah sepi dan mata iblis ming tak henti-hentinya memandang ke sekeliling gua.


"Sioming, dimana kau" iblis ming mulai memanggil Sioming dengan suaranya yang menggelegar.


Teriakan iblis ming membuat gua bergetar hebat dan hampir meruntuhkannya.


Sementara itu Dewa bumi yang sedang tertidur pulas ikut terguncang merasakan getaran hebat yang ditimbulkan oleh pancaran energi suara yang dilontarkan oleh iblis ming.


"Ah, siapa lagi ini?"


"mengapa bumi berguncang lagi?" ucap dewa bulan sambil melihat ke sekeliling


Dewa bumi segera beranjak dari tempat tidurnya dan saat mulai memijakkan kakinya, guncangan di bumi semakin hebat dan membuat dirinya terjatuh dan kepalanya terbentur.


"Aw... dasar sial"ucap dewa bulan sambil berusaha berdiri dan berusaha menyeimbangkan tubuhnya kembali.


"Oh suamiku..mari ku bantu" ucap salah satu selir nya.


Akhirnya Dewa bumi bisa berdiri dengan seimbang dan dirinya segera membuka cermin ajaib yang ada di meja kerjanya


"Hai cermin ajaib"


"Cepat, katakan"


"Apa yang terjadi di wilayah kekuasaan ku" ucap Dewa bulan sambil berkonsentrasi memandang ke arah cermin ajaib miliknya.


Cermin ajaib milik dewa bumi segera menunjukkan gambaran sosok iblis ming yang berteriak dengan keras di dalam gua yang terletak di perbatasan antara negeri langit dan negeri siluman.


"Hem, dasar iblis ming"


"Kau selalu membuatku tak tenang" ujar Dewa bumi sembari meminum anggur yang telah disediakan oleh beberapa selirnya.


"Tenanglah suamiku"


"Kita lihat saja bagaimana sikap iblis ming setelah ini"


"Kau tau, Sioming kekasih iblis ming telah kembali ke pelukan siluman ulat sutra" ucap salah satu selirnya


"Ha ha ha" ya, aku tahu istriku" jawab dewa bumi sambil tertawa mendengar ucapan salah satu selirnya yang sedikit menenangkan hatinya.


"Kenapa kau tertawa?" tanya salah satu selirnya.


"Aku hanya ingin melihat bagaimana seorang iblis ming yang jahat, kalah dengan gejolak rasa dalam hatinya sendiri"


"Cinta memang membuat hati pupus, tak terkecuali kaum iblis sekalipun"

__ADS_1


"Dewa bulan sahabatku pasti senang melihat tulisan tangannya berhasil membuat sosok iblis ming terperosok ke dalam perasaan semu dirinya sendiri" ucap Dewa bumi.


Dewa bumi segera beranjak dari tempat tidurnya dan mulai memakai jubah kebesarannya.


"Suamiku, mau pergi kemana kau?" tanya salah satu selirnya penasaran


"Tenanglah"


"Kau tunggulah di istana kita"


" Aku ingin pergi ke perbatasan negeri langit dan negeri siluman" ucap Dewa bumi tanpa menjelaskan lagi maksud kepergian nya kepada selir-selirnya.


Sementara itu, di negeri mimpi, putri mimpi sudah hampir melahirkan seorang putra. Di alam mimpi tak ada satupun makhluk selain putri mimpi itu sendiri.


Dedaunan maupun pepohonan yang ada di alam mimpi adalah semu. Mereka hanya dibuat oleh putri mimpi sendiri untuk menemani hari-harinya yang sepi.


Dalam kesakitan saat melahirkan putra titisan Hirokisu, Putri mimpi pergi ke sebuah gua mimpi dimana dirinya terlahir di sana. Sesampai di gua, putri mimpi berbaring dan saat itu dirinya mulai berjuang seorang diri melahirkan putra pertamanya.


"Hirokisu, kau tak ada di sampingku saat aku berjuang sendiri melahirkan anak kita"


"Kelak, jika aku selesai melahirkan, aku akan pergi menemui mu dengan membawa putra kita" ucap putri mimpi sembari menyeka peluh yang ada di mukanya.


Rasa sakit sudah tak tertahan lagi. Dengan kekuatan yang masih tersisa dan kesabaran putri mimpi, akhirnya putra Hirokisu terlahir dengan selamat.


"Kau sudah terlahir di dunia ini" ucap putri mimpi sembari membelai seorang bayi mungil dan lucu.


Putri mimpi segera membungkus tubuh bayi itu dengan pakaian yang telah dipersiapkannya sejak awal. Semua hal yang dilakukan putri mimpi saat itu tak dibantu oleh siapapun. Dirinya mengerjakannya seorang diri.


"Selamat tinggal Hidup yang penuh sepi"


"Dengan lahirnya kau di dunia ini, kau bisa menemaniku sepanjang waktu" ucap putri mimpi sambil mencubit pipi putra nya dengan penuh kasih sayang.


"Sekarang, kau akan aku beri nama Pangeran mimpi"


"Kau akan membantuku bertugas mengisi mimpi semu para dewa dan siluman dikemudian hari"


"Jika kau dewasa nanti, aku akan mengajak mu menemui ayahmu" ucap putri mimpi dengan tersenyum senang.


Sekarang putri mimpi telah mempunyai teman baru di alam mimpi yaitu putra kecilnya yang baru saja dilahirkannya.


Hari-harinya tak sepi lagi. Pekerjaan mengisi mimpi semu bagi kaum siluman, dewa dan manusia dijalankannya dengan baik. Untuk sementara waktu sengaja putri mimpi tak menemui Hirokisu karena melihat kesibukan Hirokisu yang masih padat selama di dunia langit.


"Hirokisu, paling tidak kau masih aman di negeri langit"


"Aku akan menyusul mu kelak di kemudian hari setelah pangeran mimpi telah dewasa" ujar putri mimpi sambil menidurkan pangeran mimpi.

__ADS_1


Sementara itu, Hirokisu dan beberapa prajurit langit telah kembali ke langit ke tujuh. Dirinya mengabarkan kepada kaisar langit bahwa iblis ming telah lari dan dirinya tak berniat untuk mengejarnya lagi.


"Ayah, iblis ming dengan kesendiriannya telah melarikan diri"


"Sengaja aku tidak mengejarnya lagi karena dia sudah tidak berdaya" ucap Hirokisu kepada ayahnya.


"Sudahlah Hirokisu"


"Tindakan mu sudah benar"


"Ayah akan tetap mengingat persahabatan ayah dengan Raja iblis di masa yang lalu"


"Untuk anak keturunannya, jika mereka menyerahkan diri, aku tidak akan menghukum mereka"


"Biarkanlah mereka pergi mencari jati diri dan kebenaran sejati" ucap Kaisar langit kepada Hirokisu


"Sekarang, tugasmu telah selesai"


"Aku harap kau segera menggantikanku sebagai kaisar langit"


"Aku ingin menuju ke nirwana dimana keabadian ada di sana" ucap kaisar langit kepada Hirokisu


"Tidak ayah"


"Aku belum menikah"


"Bukankah syarat untuk menjadi kaisar langit adalah telah menikah dan memiliki permaisuri pendamping?"


"Dan aku masih belum menginginkan hal itu" ucap Hirokisu dengan nada yang sedikit tinggi.


Dewi perang yang saat itu berada di samping Hirokisu menghela nafas panjang. Dalam hatinya Dewi perang sedikit berharap untuk bisa menikah dengan Hirokisu walau perasaan itu selalu ditepiskannya setiap saat.


Setelah berbincang-bincang dengan kaisar langit, Hirokisu segera pergi meninggalkan kaisar langit dan pergi menuju ke tempat istirahatnya.


Sesampai di tempat peristirahatannya, Hirokisu terus berangan-angan agar supaya putri mimpi datang menemuinya di saat dirinya sedang bergairah.


Akhir-akhir ini setelah peperangan antara negeri langit dan negeri iblis berakhir, gairah cinta hirokisu makin meletup tanpa ada lawan yang sesuai dengan kriterianya.


"Dimanakah kau putri mimpi?"


"Sudah lama aku tak menyentuhmu"


"Aku ingin sekali menyalurkam mimpi ku bersamamu" ucap Hirokisu sambil meneguk minuman anggur yang telah tersedia di depannya.


Sinyal dan angan Hirokisu rupanya telah sampai ke negeri mimpi dan terdengar jelas oleh putri mimpi. Sayangnya, putri mimpi belum merespon hal tersebut karena ada rencana besar setelah ini.

__ADS_1


__ADS_2