Kaisar Langit Generasi Ketiga

Kaisar Langit Generasi Ketiga
Pernikahan


__ADS_3

Tiba saat nya iblis ming melaksanakan pernikahannya dengan tiobeng. Para pendeta dari segala penjuru telah diundang oleh Raja amenor untuk turut serta mendoakan agar tiobeng dan iblis ming mencapai kebahagiaan yang hakiki sebagai pasangan suami istri.


Disisi lain, sebagian kaum iblis yang berada di kerajaan amenor merasa sedikit risau karena kedatangan pendeta diluar ekspetasi mereka.


Mereka takut, jika Mantra budha yang diucapkan oleh para pendeta membuat kekuatan para iblis sedikit melemah.


Namun, kecemasan mereka sedikit hilang karena iblis ming telah mempunyai perisa yang melindungi telinga mereka dari mantra yang akan diucapkan oleh para pendeta yang datang di kerajaan amenor.


Tiba saatnya acara pernikahan tiobeng dan iblis ming dimulai. Suasana kerajaan amenor sangat meriah. Rakyat kerajaan amenor turut serta dalam acara pernikahan putri Raja mereka.


Tiobeng dengan wajah cantik nya berjalan di atas panggung kerajaan dan rakyat beserta seluruh punggawa istana sangat takjub melihat pernikahan ini.


"Tiobeng, kau sungguh sangat cantik hari ini" ujar iblis ming memuji kecantikan tiobeng yang tak seperti biasanya


Tiobeng hanya menjawab dengan senyuman. Tampak nya tiobeng juga sangat senang atas pernikahan yang sebentar lagi akan dilaksanakan.


Dewa bumi yang saat ini berada di istananya merasa was-was karena pernikahan beda alam antara tiobeng dan iblis ming akan benar-benar terjadi.


"Istriku, bagaimana ini?"


"Mengapa pernikahan tiobeng dan iblis ming terjadi di bumi ini?"


"Setiap hentakan kaki antara tiobeng dan iblis ming membuat tubuhku terasa panas" ujar dewa bumi kepada istri dan selir-selirnya.


"Tenanglah suamiku, ayo kami kipas agar kau tidak kepanasan lagi" ujar salah satu selir dewa bumi


Usaha para selir dewa bumi untuk mendinginkan tubuh dan hati dewa bumi tampaknya sia-sia. Dewa bumi tetap saja kepanasan karena menahan aura mistis iblis ming dan tiobeng yang akan melakukan pernikahan sebentar lagi.


"Oh dewa bulan, apakah permintaan ku hanya kau anggap angin lalu saja?" teriak dewa bumi meratapi dirinya sendiri.


Ratapan dewa bumi tampaknya terdengar sampai ke telinga dewa bulan.


Dewa bulan yang saat itu sedang bersama istrinya berkata


"Dewa bumi, kau tenang saja"


"Bumi tak kan hancur hanya gara-gara pernikahan beda alam" ujar dewa bulan


"Sekarang, garis cinta tiobeng tak kan setragis yang kau pikirkan"


"Bukankah aku telah mengubahnya?" ucap dewa bulan


Pancaran suara dewa bulan tampaknya tersampaikan ke telinga dewa bumi. Persahabatan mereka yang sangat kuat sejak masa lampau membuat hal itu mudah terjadi.


Dewa bumi yang mendengar ucapan dari dewa bulan sedikit lega.


" Rupanya, Dewa bulan tak melupakan janjinya kepadaku" ujar Dewa bumi

__ADS_1


Sementara itu di negeri langit sedang gempar akibat mendengar pernikahan antara tiobeng dan iblis ming yang berbeda alam.


"Dunia semakin rusak"


"Apa yang akan terjadi jika tiobeng menikah dengan bangsa iblis?" ucap dewa angin kepada dewi petir


"Benar dewa angin" jawab dewi petir


"Jika itu sampai terjadi, keseimbangan dunia langit dan bumi akan semakin tak terkendali"


"Kita lihat saja apa yang akan dilakukan dewa abadi sebagai penjaga alam semesta" ujar dewi angin.


Dewa abadi yang saat itu sedang beristirahat karena sebagian energinya telah terkuras akibat melawan Hirokisu mulai gerah.


"Makin banyak makhluk yang menyalahi aturan"


"Jika pernikahan ini aku biarkan, bisa menjadi malapetaka baik di dunia iblis maupun dunia fana" ujar Dewa abadi sambil terus memantau pernikahan antara tiobeng dan iblis ming.


Tak betah dengan pemandangan yang dilihatnya, Dewa abadi terbang menuju ke bumi guna menghentikan pernikahan yang dilakukan oleh iblis ming dan tiobeng.


Rupanya pernikahan tiobeng dan iblis ming di gelar dengan meriah. Janji suci dihadapan para pendeta akan segera mereka lakukan.


Saat hendak melakukan perjanjian suci pernikahan, tiba-tiba waktu sejenak terhenti. Seluruh suasana kerajaan amenor berubah menjadi diam, hening, dan tak ada pergerakan sedikitpun dari mereka.


Hanya iblis ming dan bala tentaranya yang tetap sadar atas apa yang telah terjadi.


"Dewa abadi, apa yang kau inginkan dariku?"


"Mengapa kau mengganggu rencanaku?"


"Aku telah menyusunnya dengan sangat rapi tapi kau dengan mudah menghancurkannya" ujar iblis ming kepada Dewa Abadi


"Iblis ming, asal kau tau"


"Tiobeng adalah golongan bangsa manusia sedangkan kau berasal dari bangsa iblis"


$Pernikahan kalian berdua tidak dibenarkan oleh aturan langit"


"Jika kau melanggar, hukuman akan menimpamu"


"Aku tak segan akan menghukummu" ujar dewa abadi sambil mengeluarkan cambuk miliknya.


Iblis ming tampaknya sangat ketakutan akan ancaman dewa abadi. Untuk menghindari kemarahan dewa abadi yang semakin ganas, iblis ming mencoba bersujud pada dewa abadi agar dewa abadi tak menghukum nya


"Oh dewa abadi"


"Maafkan aku"

__ADS_1


"Kalau kau tak ingin aku menikah dengan tiobeng, apa yang harus aku lakukan setelah ini, agar aku terbebas dari hukuman mu?" tanya iblis ming kepada Dewa abadi.


"Iblis ming, dengarkanlah aku"


"Aku akan melemparkan mu ke alam iblis"


"Kembalilah ke alam iblis dan jangan ganggu peradapan manusia lagi" ujar dewa abadi kepada iblis ming.


Iblis ming tak punya pilihan lain selain menuruti semua perintah dari dewa abadi.


"Baiklah dewa abadi"


"Aku akan menuruti semua perintahmu" ujar iblis ming kepada dewa abadi


"Baiklah iblis ming"


"Aku akan memindahkanmu ke negeru iblis"


"Tapi sebelum itu, aku akan menghilangkan ingatan seluruh manusia yang menyaksikan pernikahan ini"


"ingatan tiobeng dan Raja amenor tentang keberadaan mu juga akan hilang"


"Mereka semua akan menyangka pesta ini adalah pesta istana tahunan yang sering mereka kerjakan" ucap dewa abadi kepada iblis ming.


Iblis ming menyetujuinya dan dengan sisa kekuatannya, iblis ming kembali ke negeri iblis agar terhindar dari kemarahan Dewa abadi.


Setelah iblis ming dan pengikutnya pergi meninggalkan kerajaan amenor, Dewa abadi membuat suasana di kerajaan amenor kembali seperti sedia kala.


Waktu yang awalnya terhenti kini berjalan lagi. Saat waktu telah berjalan kembali, Tiobeng dan Raja amenor tersadar dari pingsan nya.


Tiobeng yang melihat ayahnya tampak kebingungan segera bertanya pada ayahnya.


"Ayah, apa yang kita lakukan beberapa jam yang lalu?"


"Mengapa aku berada di sini tanpa aku sadari?" Tanya tiobeng pada ayahnya


"Lihatlah dandanan ku yah?"


"Aku seperti pengantin saja" ujar tiobeng


"Putriku, ayah juga tidak tahu apa yang telah terjadi"


"Mungkin saja kita sedang memperingati pesta tahunan kerajaan" ucap Raja amenor pendek


"Hem, mungkin saja" jawab tiobeng


"Kalau begitu mari kita lanjutkan acaranya" ucap Raja amenor.

__ADS_1


Akhirnya kerajaan amenor meneruskan pesta dengan suka cita tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi karena dewa abadi telah menghapus ingatan mereka dari kehadiran iblis ming.


__ADS_2