Kaisar Langit Generasi Ketiga

Kaisar Langit Generasi Ketiga
Episode 37 (Permainan)


__ADS_3

Tongkat naga laut timur terus mendekat ke arah Hirokisu tanpa bisa dikendalikan lagi. Tiba-tiba terdengar bunyi


"Plak "


Ternyata tongkat naga laut timur memukul kepala Hirokisu hingga Hirokisu hilang keseimbangan.


"Aduh"


"Sakit"


"Mengapa kau memukul ku tongkat naga laut timur?"


"Apakah kau marah karena aku telah mengejekmu?" tanya Hirokisu sambil memandang gerak gerik tongkat naga laut timur yang tak bisa diam sejak tadi.


Ucapan Hirokisu rupanya membuat tongkat naga laut timur meliuk ke kiri dan ke kanan tanda tak suka.


Hirokisu melihat gerak-gerik tongkat naga laut timur dan gerakan itu terasa tak wajar baginya.


"Hai tongkat ajaibku, kau jangan marah sekarang"


"Marahnya nanti saja"


" Sekarang, Lihatlah, musuh kita dewa abadi telah menunggu kita untuk melawannya"


"Ayo bantu aku sekarang" ujar Hirokisu kepada tongkat naga laut timur.


Tampak nya tongkat naga laut timur tetap marah kepada Hirokisu dan berulah lebih ganas lagi.


Tak berlangsung lama, tampaknya Hirokisu mendekati tongkat naga laut timur dan membisikkan sesuatu kepadanya.


Bisikan Hirokisu rupanya membuahkan hasil. Tongkat naga laut timur mulai berbalik dan sedikit lebih jinak. Entah apa yang dibisik kan oleh Hirokisu sehingga membuat tongkat naga lait timur menjadi sangat jinak kepadanya.


"Dewa abadi, lihatlah"


"Aku akan memberikan perlawanan padamu"


"Ayo tongkat sakti ku, lawan dia" ujar Hirokisu sambil terbang menuju ke arah Dewa abadi.


Dewa abadi tampaknya menanggapi tantangan Hirokisu dan beberapa waktu kemudian, Hirokisu mengeluarkan jurus andalannya.


Tongkat naga laut timur yang ada di samping Hirokisu juga turut membantu Hirokisu dengan melakukan berbagai serangan yang ditujukan kepada Dewa abadi.


Serangan Hirokisu yang dibantu oleh tongkat naga laut timur rupanya tak bisa melawan kekuatan dewa abadi yang amat dahsyat.


Walaupun begitu, Dewa abadi terlihat kewalahan karena tongkat naga laut timur bisa berubah bentuk dan dapat melenturkan tubuhnya.


Peperangan antara Hirokisu dan Dewa abadi rupanya mencapai puncak. Serangan dewa abadi membuat tubuh Hirokisu terpental, namun lagi-lagi tongkat naga laut timur membopong tubuh Hirokisu untuk bangkit kembali.


Melihat Hirokisu yang belum juga berhasil dikalahkan, Dewa abadi mengeluarkan sebuah batu besar berongga. Dengan cepat batu besar berongga langsung dihantamkan ke arah Hirokisu dan keajaiban terjadi.


Hirokisu terperangkap ke dalam batu besar dan tak bisa bergerak lagi.

__ADS_1


"Hai Dewa abadi..."


"Mengapa kau mengurungku di sini?"


"Aku ingin keluar"


"Janganlah jadi Dewa yang pengecut"


"Ayo, berduel lah dengan ku" tantang Hirokisu


Dewa abadi hanya tersenyum melihat tingkah Hirokisu yang kebingungan dengan hal yang terjadi padanya.


"Hirokisu, aku akan menghukum mu agar tetap berada di dalam bongkahan batu ini selama 500 tahun untuk menebus dosamu"


"Setelah 500 tahun, kau bisa bebas dan menjalankan aktifitas mu seperti biasanya"


"Telah banyak dosa yang kau lakukan hingga negeri langit dan bumi menjadi kacau" ujar Dewa abadi memberi peringatan


"Dewa abadi, kau salah paham"


"Aku hanya ingin bermain dan berpetualang bersama dengan tongkat naga laut timur" ujar Hirokisu kepada Dewa abadi.


"Hirokisu, walaupun keinginan mu hanya bermain saja, tapi kau telah merusak sistem tata surya" ujar Dewa abadi.


Setelah berkata panjang lebar kepada Hirokisu, Dewa abadi langsung pergi meninggalkan Hirokisu yang sendirian terkurung dalam bongkahan batu besar.


Tangan dan kaki Hirokisu tertumpuk bebatuan berongga dan tak dapat digerakkan. Hanya kepalanya saja yang bisa digerakkan.


Tabir itu berguna untuk menutup tubuh Hirokisu agar tak dapat terlihat oleh kaum dewa, manusia maupun kaum iblis.


Sementara itu, tongkat naga laut timur tetap berada di samping Hirokisu siang dan malam. Dia menemani Hirokisu dengan setia.


Hirokisu dalam kondisi sangat terpuruk, namun disisi lain dirinya masih sedikit terhibur karena tongkat naga laut timur selalu ada di samping nya.


Di saat panas terik menyengat, dan sang deea surya memancarkan sinarnya, Hirokisu merasakan kepanasan yang sangat luar biasa.


Sambil berteriak sekuat tenaga, Hirokisu mencoba memanggil dewa surya agar menghentikan pancaran cahaya nya agar tak sampai mengenai kepalanya.


"Dewa surya.."


"Apa yang kau lakukan kepadaku?"


"Mengapa kau memancarkan sinarmu yang sangat panas ke arahku?"


"Apakah kau tidak melihat aku sedang berada di sini sendiria"


"Ayo, tolong aku...Dewa Surya.." teriak Hirokisu kepada Dewa surya.


Teriakan Hirokisu rupanya tak didengar oleh Dewa Surya karena tabir gaib milik Dewa abadi menutup seluruh tempat yang dihuni oleh Hirokisu


Bahkan, putri mimpi yang merupakan kekasihnya di dunia mimpi tak dapat mengetahui keberadaan Hirokisu.

__ADS_1


"Sial"


"Usahaku memanggil Dewa Surya rupanya sia - sia"


" Aku harus mencari cara agar aku bisa terbebas dari tempat ini sebelum 500 tahun"


"Lima ratus tahun adalah waktu yang lama bagiku" gumam Hirokisu dalam hati.


Saat Hirokisu berada dalam suasana yang sangat panas, Hirokisu merasakan rasa haus yang amat sangat


"Ah, haus sekali"


"Aku ingin minum tapi aku tak dapat bergerak"


"Sial sekali hari ini" ujar Hirokisu terus mengoceh.


Ocehan Hirokisu rupanya diperhatikan oleh tongkat naga laut timur


Sambil bergerak ke kanan dan ke kiri, tongkat naga laut timur berada di hadapan Hirokisu


Melihat tongkat kesayangannya bergerak kesana kesini, Hirokisu mulai paham dan berkata kepada tongkat naga laut timur


"Hai tongkat naga laut timur"


"Sekarang, aku sedang kepanasan ditambah lagi aku juga merasakan kehausan" ujar Hirokisu dengan suara parau


"Aku meminta tolong kepadamu"


"Ambilkan aku air"


"Dan payungilah kepalaku dengan dedaunan agar aku bisa berteduh"


"Kau lihatlah "


"Tubuhku tak bisa digerakkan"


"Aku tak bisa berbuat apa-apa dengan tubuhku" ujar Hirokisu


Rupanya tongkat naga laut timur memahami perkataan Hirokisu dan dengan gerakan memutar, tongkat naga laut timur mencari sumber air terdekat untuk memberikan Hirokisu air agar Hirokisu tidak kehausan lagi.


Tak jauh dari tempat Hirokisu di hukum rupanya ada sungai yang sangat jernih airnya dan tongkat naga laut timur berusaha mengambil air untuk diberikannya kepada Hirokisu.


Saat hendak mengambil air minum untuk Hirokisu, tongkat naga laut timur dengan ajaib melenturkan tubuhnya dan berubah wujud menjadi cawan air, tempat dimana air dituangkan.


Tak menunggu waktu lama, cawan air itu terbang menuju ke tempat dimana Hirokisu di hukum.


Sambil bergerak ke samping kanan dan kiri, cawan air yang merupakan penjelmaan dari tongkat naga laut timur mulai mendekati Hirokisu dan memberikan seteguk air kepada Hirokisu yang sejak tadi merasakan kehausan.


"Hem, segar sekali"


"Tongkat saktiku, darimana kau mendapatkan air sesegar ini?" tanya Hirokisu penasaran

__ADS_1


Tongkat naga laut timur yang baru saja menjelma menjadi cawan air bergerak-gerak dan menghadap ke arah utara, menunjukkan sungai tempat dirinya mencari air untuk Hirokisu.


__ADS_2