Kaisar Langit Generasi Ketiga

Kaisar Langit Generasi Ketiga
Episode 6 (Kerajaan Amenor)


__ADS_3

Percobaan pertama


Hirokisu akhirnya telah sampai di kerajaan Amenor. Dirinya disambut oleh Raja amenor dengan suka cita. Iblis ming memandang ke segala arah untuk melihat situasi yang ada. Di pojok istana, putri aurora yang tubuhnya dirasuki oleh arwah Jin min duduk diam melihat ke arah iblis ming. Rupanya Jin min mencari keberadaan siluman ulat sutra yang merupakan kekasihnya.


Dirinya mendengar kabar jika siluman ulat sutra ikut dalam rombongan Hirokisu dan kawan-kawan. Dan ternyata, memang benar. Siluman ulat sutra berada di belakang iblis ming.


Setelah melihat kekasihnya juga ikut dalam rombongan itu, Jin min sedikit lebih tenang. Sementara itu, Hirokisu juga melihat suasana di kerajaan Amenor yang masih asing baginya


Tiobeng, yang merupakan putri kerajaan amenor juga ikut menyambut kedatangan hirokisu namun wajah sinis tiobeng tak dapat disembunyikan.


"Selamat datang di kerajaan Amenor" Raja Amenor menyapa Hirokisu dengan perasaan suka.


"Yang mulia, terimakasih kau telah menyambutku dengan meriah" jawab Hirokisu sambil tersenyum lebar


"Perkenalkan, putriku satu satunya" ucap Raja Amenor sambil melirik ke arah Tiobeng


Tiobeng dan Hirokisu saling berpandangan dan tak lama kemudian, Tiobeng mengalihkan pandangannya.


Hirokisu pun dengan tampang cuek memandang ke berbagai arah dan pandangannya langsung tertuju ke arah putri aurora. Sambil mengangkat alisnya, Hirokisu berkata kepada iblis ming


"Paman, sepertinya, aura roh ada pada tubuh putri aurora"


"Roh yang ada dalam tubuhnya tak seimbang dengan tubuhnya"


"Ada roh makhluk lain yang merasuki tubuhnya"


"Apakah paman melihatnya?" ucap Hirokisu kepada iblis ming


Iblis ming terkejut melihat kemampuan Hirokisu yang meningkat pesat. Dirinya tak menyangka jika Hirokisu mampu mencium hawa roh yang berbeda dengan tubuh yang ditempatinya.


Sementara itu, siluman ulat sutra juga mendengar pembicaraan antara iblis ming dan Hirokisu dan mulai memberikan kode kepada kekasihnya jin min yang saat itu merasuki tubuh putri aurora agar berhati-hati.


Jin min yang menerima sinyal kode dari kekasihnya, pada saat itu juga segera pergi meninggalkan pesta penyambutan kedatangan Hirokisu.


Jin min berlari ke arah utara dimana disana terdapat taman privasi hanya khusus untuk para putri bangsawan. Tak ada seorang pria pun yang boleh masuk kecuali para kasim istana dan Raja sendiri.


"Hem, sepertinya berada di tempat ini aku terbebas dari Hirokisu yang mulai mencurigai keberadaanku" gumam Jin min dalam hati.


Sementara itu arwah putri aurora terbang melayang-layang berkelana tak tentu arah. Hingga akhirnya, dirinya tersesat di alam antara alam langit dan alam dunia.


Disana, terdapat Dewa penjaga kedua alam bertanya kepada arwah putri aurora mengapa sampai dirinya tersesat disana.


"Hai arwah cantik, mengapa kau sampai tersesat kemari?"


"Bukankah di sini adalah tempat perbatasan antara dunia langit dan bumi?


"Arwah sepertimu seharusnya berada di akhirat dan menunggu giliran reinkarnasi" ujar Dewa penjaga dua alam

__ADS_1


Mendengar perkataan Dewa penjaga dua alam, arwah putri aurora berkata


"Oh Dewa penjaga dua alam, asal engkau tau, arwah ku dipaksa keluar oleh arwah lain"


"Aku tidak bisa mengendalikan tubuhku"


"Arwah itu memaksa tubuhku keluar"


"Aku tak punya kekuatan karena arwah itu begitu kuat" ujar putri aurora menambahkan


Dewa penjaga dua alam akhirnya mulai membuka cermin ajaibnya dan dirinya melihat apa yang telah terjadi pada arwah yang tersesat itu.


"Hem, benar apa yang kau katakan"


"Memang semua hal yang telah kau alami adalah buah dari perbuatan para leluhurmu terdahulu"


"Leluhurmu pernah membuat arwah terikat sehingga mereka tak dapat kembali berienkarnasi"


"Dan sekarang, kau sebagai cucu kesayangan mereka harus menanggung semua perbuatan yang telah mereka perbuat"


"Kau harus menerimanya" ujar Dewa penjaga dua alam kepada arwah putri aurora.


Mendengar ucapan Dewa penjaga dua alam, putri aurora sangat sedih dan menitikkan air matanya.


"Oh Dewa penjaga dua alam, apa yang harus aku lakukan sekarang"


"Jikalau sekarang aku pergi ke dunia akhirat, mereka tidak akan bisa menerimaku karena aku belum memiliki tiket kematian" ucap arwah putri aurora sambil tetap menangis


"Tenanglah"


"Aku akan membawamu ke tempat peristirahatan roh yang juga tersesat"


"Di sana, kau bisa menyeimbangkan energimu"


"Lambat laun, kau akan bisa beradaptasi dan bisa merebut tubuhmu kembali" ujar Dewa penjaga dua alam.


"Oh Dewa, mengapa kau tidak langsung saja membantuku"?


"Aku tak perlu susah payah menyusun kekuatan ku"


"Pastinya, aku membutuhkan waktu lama untuk melakukannya" ujar arwah putri aurora


" maafkan aku"


"Tugas ku hanya menjaga dua alam"


"Aku tak boleh ikut campur urusan dunia karena takdir telah dituliskan untukmu oleh tiga dewi penulis takdir" ucap Dewa penjaga dua alam.

__ADS_1


"Kalau begitu, dimana ketiga dewi penulis takdir itu?"


"Aku ingin menemuinya" ujar arwah putri aurora


"Aku tak mungkin mengatakannya kepadamu wahai putri" ujar Dewa penjaga dua alam.


"Tolonglah Dewa penjaga dua alam"


"Aku ingin, aku terbebas dari takdir buruk"


"Aku akan berusaha merubah takdirku" ucap arwah putri aurora.


melihat keinginan putri aurora yang begitu kuat, akhirnya dewa penjaga dua alam mulai luluh dan memberitahukan dimana ketiga dewi penulis takdir itu berada.


"Putri, Dewi penulis takdir berada di perbatasn dunia dewa dan nirwana"


"Kau tak kan mampu mencapainya" ujar Dewa penjaga dua alam


Setelah berkata demikian, dua alam langsung pergi menghilang di hadapan arwah putri aurora. Tinggallah dirinya seorang diri berads di perbatasan dunia dewa dan dunia manusia.


sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, tak lama kemudian, arwah putri aurora melihat kuda jantan dan betina sedang menarik kereta kencana menuju ke alam dewa


Dengan rasa penasaran, arwah putri aurora bertanya kepada kuda jantan dan betina tersebut


"Hai kuda jantan dan betina, kau akan pergi ke mana?" tanya arwah putri aurora


"Oh putri yang cantik, sedang apa kau di sini?"


"Bukankah arwah mu seharusnya ada di akhirat?" tanya kuda betina kepada arwah putri auora


"Arwahku tersesat karena suatu hal, aku tak punya arah dan tujuan"


"Bolehkah aku menumpang kereta yang kau jalankan?"


"Sepertinya sedang kosong dan tak ada yang menaikinya" ucap arwah putri aurora


"Kami akan menuju ke langit pertama"


"Disana, kami akan menemui Majikan kami yaitu dewi buah" ucap kuda betina


"Oh, apakah aku boleh ikut ke sana?" tanya Arwah putri aurora


"Boleh, silahkan naik ke kereta kami"


"Kami hanya bisa mengantar sampai langit ke satu"


"Untuk selanjutnya, kami tak dapat mengantarkan mu kembali ke tempat ini, apakah kau bersedia?" tanya kuda jantan kepada arwah putri aurora

__ADS_1


"


__ADS_2