Kaisar Langit Generasi Ketiga

Kaisar Langit Generasi Ketiga
Episode 44 ( Sebuah rasa )


__ADS_3

Siluman cermin mengangguk tanda menyanggupi seluruh perintah dari iblis Samun.


"Ha ha ha"


"Bagus"


"Sekarang pergilah dari sini, dan laksanakan tugasmu"! ujar iblis Samun memberi perintah.


"Siap, aku akan melaksanakan semua yang kau perintahkan" ucap siluman cermin sambil beranjak pergi.


Diperjalanan menuju ke arah dimana iblis ming berada, siluman cermin menggerutu dalam hatinya.


"Uh, sial sekali aku hari ini"


"Sepertinya, Iblis ming sudah tak punya kekuatan lagi"


Di tempat lain, putri aurora dan putri Sanum berada di dalam gua yang semakin lama semakin tak berujung. Hingga tiba waktunya mereka berdua sadar jika telah jauh berjalan menyusuri gua.


"Putri aurora, apakah kau sadar kita telah tersesat?" tanya putri Sanum sambil melihat-lihat ke sekeliling gua.


"Benar, sepertinya kita telah berjalan terlalu jauh"


"Kalau begitu, ayo kita kembali?" ajak putri aurora


Mereka berdua segera berbalik arah dan kembali keluar dari gua. Namun, hal aneh terjadi. Mereka berdua tak dapat kembali karena suasana gua gelap dan tak terlihat pintu keluar.


"Ah, sial sekali nasib kita"


"Mengapa kita tak menemukan jalan keluar?"


"Padahal, arah jalan menuju ke luar sudah benar" ujar putri aurora sambil melihat ke sekeliling gua yang penuh kegelapan.


"Putri Sanum, coba keluarkan permata duyungmu untuk menerangi jalan kita"


"Sejak tadi, aku hanya bisa meraba-raba saja tanpa tahu kemana jalan keluar" ucap putri aurora sambil terus menggandeng tangan putri Sanum yang sejak tadi bersamanya.


Permata putri duyung akhirnya memancarkan sinarnya dan sedikit terang lah gua yang mereka lewati.


"Waw, gua ini berisi banyak permata"


"Sungguh sangat indah" ujar putri aurora kagum melihat di dinding gua terdapat banyak permata.


Putri Sanum juga melihat sekeliling gua dan benar apa yang dikatakan oleh putri Aurora bahwa di dalam gua itu terdapat banyak permata.


Saat kagum melihat banyaknya permata yang ada di dinding gua, putri aurora mencoba mengambil satu permata dan hal aneh pun terjadi


Gua bergerak-gerak seakan ada gempa. Hal itu membuat putri aurora dan putri Sanum ketakutan. Mereka berdua berpegangan erat satu sama lain.


Samar-samar, terdengar suara menggelegar.

__ADS_1


"Siapa yang mengganggu tidurku" ucap siluman air dengan suara sangat keras menggelegar.


"Putri, apakah kau mendengar suara aneh itu?" tanya putri aurora dengan suara bergetar


"Iya, aku mendengarnya"


"Jangan sampai penunggu gua ini mengetahui keberadaan kita" ucap putri Sanum


"Kalau begitu,Ayo kita lari secepatnya" ajak putri Sanum kepada putri Aurora


Mereka berdua berlari untuk menghindari siluman air yang saat itu mulai bangun karena terusik akan keberadaan mereka


Dalam pelarian, secara tak sengaja, mereka berdua terperangkap di lubang air dan terjatuh tepat di depan siluman air, penunggu gua itu.


"Hai putri, mengapa kau mengusik tidurku?"


"Dari manakah kalian berdua dan mengapa berada di wilayahku tanpa seijinku?" tanya siluman air dengan tatapan penuh amarah


"Oh, engkau siluman air rupanya"


"Apakah kau tak ingat kepadaku?" tanya putri sanum sambil mengibaskan ekor duyungnya di hadapan siluman air yang saat itu terlihat marah kepadanya.


Sambil melihat ke arah putri Sanum, siluman air berusaha mengingat sesuatu entah apa itu


"Hem, aku tak ingat apapun tentang mu"


"Kali ini, aku tidak main-main"


"Terimalah ini" tantang siluman air sembari mengeluarkan pusaran air yang begitu dahsyat ke arah putri aurora dan putri Sanum secara mendadak.


Dengan cekatan, putri Sanum menarik tangan putri aurora dan menariknya ke arah belakang. untuk menghindari serangan siluman air yang mulai mengganas.


"Siluman air, kau benar-benar telah lupa kepadaku" ucap putri Sanum sembari terus menghindar dari serangan siluman air


Putri Sanum sepertinya telah tahu apa yang akan dilakukan oleh siluman air untuk menyerangnya. Hal itu membuat putri aurora penasaran


"Putri Sanum, siapakah siluman air?"


"Ada hubungan apa kau dengan nya?" tanya putri aurora penasaran


Sambil menghindari serangan dari siluman air, putri Sanum berkata


"Ketahuilah putri auora, siluman air adalah mantan kekasihku dahulu"


"Dia telah bersamaku sejak lama"


"Karena suatu hal, aku dipinang oleh Raja laut timur untuk menjadi pelayannya, berubahlah sikap siluman air terhadapku karena rasa cemburu yang tak berujung"


"Kami sering bertengkar dan pada akhirnya, aku pergi meninggalkannya dan berpindah ke alam peri mengikuti Raja laut timur untuk megabdikan diri padanya"

__ADS_1


"Aku tergiur oleh iming-iming harta permata duyung sehingga aku meninggalkan siluman air yang begitu setia kepadaku"


"Sejak saat itu, siluman air telah berubah sifat menjadi siluman yang paling ganas yang pernah ada di negeri siluman"


"Dia tak segan membunuh siapa saja yang datang menuju wilayahnya" ujar putri Sanumm panjang lebar


"Tapi, mengapa dia lupa akan dirimu?"


"Mengingat, kau telah bersamanya sejak lama" ucap putri aurora penasaran


" Oh ya, nanti aku ceritakan"


"Tampaknya, siluman air telah mendekati kita"


"Bersembunyilah di balik punggung ku" ucap putri Sanum kepada putri Aurora


Akhirnya, putri aurora bersembunyi di balik punggung putri Sanum dan putri Sanum terus menghindari serangan dari siluman air.


Siluman air yang melihat serangan nya selalu gagal, menjadi semakin brutal.


"Kalian memang putri yang hebat"


"Tak ada satupun makhluk yang bisa menghindar dari jurus penyerangku"


"Kalau begitu, terimalah serangan keduaku" ucap siluman air


Siluman air segera mengeluarkan pusaran air yang hebat. Pusaran yang mengandung magnet sepertinya membuat tubuh putri aurora sedikit tertarik ke dalam pusaran itu.


Untungnya, putri Sanum tetap memegang erat putri aurora sehingga, lagi-lagi serangan dari siluman air gagal untuk kedua kalinya.


Melihat keberhasilan putri aurora dan putri Sanum menangkis serangannya yang kedua kalinya, siluman air berusaha mengingat siapa putri Sanum sebenarnya.


"Ah, aku tak bisa mengingatnya"


"Siapa dia sebenarnya"?


"mengapa dengan mudahnya mereka bisa menahan seranganku?" gumam siluman air kesal


Kekesalan siluman air rupanya membuatnya memegang kepalanya hingga muncullah ledakan di samping kanan kiri tubuhnya.


Rupanya, ledakan dahsyat itu berasal dari Rasa amarah siluman air yang kian menumpuk. Tumpukan energi itu akhirnya membuat energi panas muncul di sebelah kiri dan kanan tubuhnya sehingga timbullah ledakan itu.


"Ah, kenapa dengan kepalaku?"


"Bahkan, aku tak dapat mengingat siapapun kecuali raja langit" ucap siluman air dengan suara lantang.


Disaat rasa kebingungan siluman air yang makin menjadi, putri Sanum yang berada tak jauh dari siluman air berusaha melepaskan ikatan di kepala siluman air.


Bersambung

__ADS_1


Maaf teman -teman up nya dikit dikit, pasien ku lagi full gak sempat nulis nih..banyak yang positif omicron..jaga kesehatan..minum vitamin d dan vitamin b compek.


Jika linu-linu, batuk dan pilek menyerang banyak minum air hangat dan jika ada yang bertanya resep tulis aja di komentar..atau chat langsung jika mengikuti akun ku


__ADS_2