Kaisar Langit Generasi Ketiga

Kaisar Langit Generasi Ketiga
Episode 24 ( pertemuan mengejutkan)


__ADS_3

Tanpa berpikir panjang, Putri mimpi langsung menarik tangan Hirokisu menuju ke negeri iblis dimana Bunga keabadian berada di sana.


"Putri Mimpi, mau kau bawa kemana aku?" ucap Hirokisu sambil berusaha mengelak


"Sudahlah Hirokisu, ini semua demi kebaikan mu"


"Lupakan bertarung dengan dewi perang karena untuk saat ini, kau bukan tandingannya" ucap putri mimpi kepada Hirokisu.


Akhirnya, putri mimpi dan Hirokisu terbang menuju ke negeri iblis dimana bunga keabadian tinggal.


Sementara itu, Iblis ming hampir selesai membuat lapisan pelindung untuk wilayah kekuasaan nya agar makhluk asing tak dapat masuk ke dalam wilayahnya dengan mudah.


Iblis ming mengubah wilayah iblis menjadi beberapa lapisan dan tiap lapisan mempunyai beberapa penjaga yang merupakan pengikut setianya.


Setelah berhasil melaksanakan tugasnya, iblis ming berencana kembali ke kerajaan Amenor untuk menyusun kekuatan barunya di negeri itu.


"Awarin, jagalah negeri iblis dari serangan musuh"


"Aku akan kembali ke sini jika aku sudah selesai membuat benteng pertahanan di negeri itu" ujar iblis ming kepada Awarin.


"Baiklah tuanku"


"Aku akan menjaga singasanamu dari serangan musuh"


"Sekarang, pergilah ke alam dunia" ujar awarin


Akhirnya iblis ming kembali ke dunia bersama tiobeng dan Sani. Di sepanjang perjalanan menuju alam dunia, iblis ming sedikit memikirkan Hirokisu karena sudah lama Hirokisu tak kembali menemuinya.


Dengan kekuatan batinnya, mantra Iblis ming terpancar mencari keberadaan Hirokisu dan bola kristal pemberian iblis ming yang masih tetap berada di saku baju Hirokisu memberikan sinyal nya.


"Hem, Dimana Hirokisu berada?"


"Sepertinya, dia berada tak jauh dari sini"


"Aneh"


"Bukankah Hirokisu saat ini berada di negeri langit?"


"Mengapa sinyal keberadaan Hirokisu berada tak jauh dari sini?"


"Apakah dia membuang kristal pemberian ku ke negeri iblis?" gumam Hirokisu


"Ah, tapi tak mungkin dia melakukan hal itu"


Iblis ming meneruskan perjalanannya bersama Tiobeng dan Sani untuk pulang ke negeri amenor tanpa peduli lagi tentang keberadaan Hirokisu. Iblis ming yakin, darah iblis dan bisikannya tempo hari telah membuat Hirokisu berpihak padanya.


"Tiobeng, mengapa dari tadi kau terlihat gelisah?" iblis ming mulai menatap ke arah tiobeng yang sejak tadi bertingkah laku aneh


Tiobeng terkejut mendengar pertanyaan tiobeng yang dilontarkan kepadanya secara tiba-tiba.


"Hem, aku merasa aneh saja"


"Wilayah mu seperti bukan wilayah manusia"


"Seluruh penduduk di sini mempunyai muka yang sangat aneh dan buruk" ujar tiobeng dengan nada polos.


Sani yang saat itu berada di samping tiobeng membenarkan perkataan majikannya itu dengan berkata


"Iya tuanku"


"Suasana di tempat ini sangat mencekam"


"Aku merasa tidak nyaman dan takut sekali" ucap Sani

__ADS_1


Iblis ming hanya tertawa mendengar ocehan dua manusia yang ada di hadapannya saat itu. Dengan santai iblis ming menjawab


"Ha ha ha"


"Kalian jangan berpikiran terlalu jauh"


"Kalian bisa lihat, apakah wujudku seperti setan?"


"Aku manusia seperti kalian"


"Mungkin kalian hanya melihat sebagian orang yang kebetulan berwajah aneh"


"Jika kalian takut, tutup mata kalian sekarang juga"


"Tiobeng!"


"Sani!"


"Pejamkan mata kalian sekarang juga" ucap iblis ming sambil menatap tajam wajah tiobeng dan Sani yang saat itu masih saja ketakutan melihat suasana yang mencekam di negeri iblis.


"Baiklah" jawab Tiobeng


Mereka berdua segera memejamkan mata mereka dan tak terasa dalam sekejab, mereka berdua telah berada di negeri amenor.


"Tuan putri, lihatlah"


"Kita telah berada di kamar tuan putri, kerajaan Amenor"


"Sungguh aneh"


"Mengapa kita cepat sekali sampainya?" ucap Sani penasaran


"Hem, benar Sani"


"Dimana calon suamiku?"


"Mengapa dia tidak di sampingku dan menghilang begitu saja?" Tanya Tiobeng penasaran


"Iya tuan putri"


"Kemana perginya tuan muda"? ucap Sani penuh tanda tanya.


"Sebentar, tuan putri"


"Aku rasa, tuan muda berada di luar kamar" jawab Sani sambil mencoba mengintip iblis ming dari dalam jendela kamar.


"Hem, benar tuan putri"


"Lihatlah"


"Tuan muda sudah ada di luar bersama para pengikutnya" ucap Sani bersemangat


"Hah, benarkah?"


Tiobeng berlari menuju jendela kamar dan apa yang dilihat Sani ternyata memang benar


Iblis ming memang benar-benat berada di luar kamar tiobeng.


Iblis ming hanya tersenyum melihat Tiobeng dan Sani mengintip nya dari jendela kamar dan dengan sikap cuek nya, iblis ming pergi menuju ke tempat peristirahatannya.


"Hem, tuan muda sangatlah tampan"


"Aku makin suka kepadanya" gumam Sani dalam hati.

__ADS_1


"Hai, mengapa kau melamun Sani?"


"Ayo siapkan baju tidurku" perintah tiobeng


"Baik tuan putri" jawab Sani.


Sani pun langsung mempersiapkam baju tidur tiobeng dan setelah itu mereka berdua beristirahat di kamar mereka masing-masing.


Di tempat lain, Hirokisu dan putri mimpi telah sampai di tempat bunga keabadian tinggal. Siluman laba-laba yang berjaga tampaknya memberikan celah untuk putri mimpi dan Hirokisu agar bisa masuk ke dalam tempat dimana bunga keabadian ada


Tak membutuhkan waktu lama, putri mimpi dan hirokisu telah sampai dan bertemu dengan bunga keabadian.


"Wahai bunga keabadian, aku telah membawa Hirokisu kemari"


"Aku mohon sembuhkan lukanya dengan energi yang kau miliki" pinta putri mimpi kepada bunga keabadian


"Putri mimpi, bawa Hirokisu ke mari" pinta bunga keabadian sambil membuka mahkota bunga nya.


Hirokisu segera mendekati bunga keabadian yang ukurannya sangat besar, yaitu 5 kali lipat dari besar tubuhnya.


"Hirokisu, naiklah ke atas tubuhku" ujar bunga keabadian kepada Hirokisu.


Hirokisu pun segera menuruti perintah bunga keabadian dan berangsur-angsur, wujud bunga keabadian terserap ke dalam tubuh Hirokisu dan tiba-tiba seluruh wujud bunga keabadian hilang tak berbekas dan menancap dalam tubuh Hirokisu


"Ah, apa yang telah terjadi"?


"Lukaku?"


"Apakah benar yang aku lihat?"


"Lukaku telah sembuh dengan tiba-tiba?"


"Bunga keabadian?"


"Dimanakah kamu?" teriak Hirokisu memanggil bunga keabadian yang tiba-tiba menghilang begitu saja.


Setelah Hirokisu berteriak memanggil bunga keabadian, Muncullah suara yang tidak diketahui dari mana asalnya.


"Hirokisu, aku berada dalam aliran darahmu"


"Akulah bunga keabadian"


"Di masa lalu, nenek moyangmu telah menancapkan serbuk bunganya di negeri iblis dan lahirlah aku"


"Aku diciptakan untuk mengabdikan diri kepada anak keturunan dewi bunga, sang dewi yang telah menanamkan bunga di negeri iblis"


"Agar aku terlahir kembali, tanamlah serbuk bunga yang saat in' sedang kau genggam" ucap suara aneh itu


Hirokisu pun segera melihat tangannya dan benar kata suara aneh itu. satu serbuk bunga menempel di telapak tangannya.


"Baiklah Bunga keabadian"


"Aku akan menanamkan kembali serbuk bunga milikmu"


"Aku harap, siluman laba-laba tetap menjagamu dengan baik"


"Dan aku berpesan padamu"


"Jika kau tumbuh seribu tahun lagi, berilah sari bungamu kepada siluman laba-laba sebagai hadiah telah menjagamu tanpa imbalan apa-apa"


"Jangan kau berikan kepada makhluk lain, sebelum siluman laba-laba memberikan ijin kepadamu"


"Dan mulai sekarang, hak bunga keabadian di negeri iblis diambil alih oleh siluman laba-laba dan segala keturunan klan laba-laba" ucap Hirokisu.

__ADS_1


__ADS_2