Kaisar Langit Generasi Ketiga

Kaisar Langit Generasi Ketiga
Episode 43 (tekad Hirokisu)


__ADS_3

Hirokisu dengan berat hati menerima perintah dari Raja langit untuk melindungi negeri langit dari serangan kaum iblis. Walaupun Hirokisu sangat membenci iblis ming karena pernah menipunya di masa yang lalu, namun disisi lain dirinya juga mempunyai beberapa sahabat dari kaum iblis yang masih tulus kepadanya.


"Haruskah aku mengorbankan beberapa sahabaatku di negeri iblis?"


"Aku tak mau hal ini sampai terjadi" gumam Hirokisu sambil melihat ke sekeliling istana langit.


Sementara itu di tempat lain, yaitu di istana laut timur, putri aurora tampaknya sudah beradaptasi penuh dengan penduduk di sana. 500 tahun berlalu, walaupun putri aurora sejatinya masih manusia biasa, namun berkat energi duyung yang ada pada tubuhnya, hidupnya bisa bertahan lebih lama dan awet muda.


Putri Aurora juga rajin meminum batu permata duyung sehingga tubuhnya tetap cantik dan tidak keriput. Keadaan di istana laut timur setelah hilangnya tongkat naga laut timur masih damai tanpa konflik yang berarti.


Walaupun tidak ada konflik, putri aurora merasa gundah karena dirinya tak mempunyai teman sejati layaknya di bumi. Kehidupan di istana laut timur terasa panjang baginya karena jika dibandingkan dengan hidup di dunia fana, dirinya sudah pasti sangat tua renta karena telah melewati lima ratus tahun lamanya.


Dalam kegundahan hatinya, putri aurora berjalan mengitari istana duyung sambil melihat koleksi mutiara milik pemimpin duyung yang telah menganggapnya menjadi keluarga sendiri.


"Hem, sudah lama aku di istana duyung"


"Mengapa Hirokisu tak pernah datang kemari walau sebentar"


"Waktu terasa tak berujung"


"Aku tak bisa merasakan tua dan mati seperti layaknya manusia" gumam putri aurora dalam hatinya.


Saat putri aurora melamun, dirinya dikagetkan oleh pemimpin para duyung yang bernama Sanum.


"Mengapa kau terlihat bersedih putri?"


"Bukankah, hidup di istana laut timur sangatlah menyenangkan?" tanya Sanum sambil membelai rambut putri aurora yang terurai panjang.


"Putri Sanum, aku sangat bosan hidup terlalu lama"


"Di dunia fana, kita cukup hidup 60 tahun dan bisa menemui kematian"


"Aku merasakan hidup terlalu panjang dan tak berujung" ujar putri aurora jujur.


"Oh, hanya itu masalahmu"?


"Mengapa kau baru menceritakan hal ini kepadaku?" ucap putri Sanum kepada putri aurora


"Kalau kau bosan, aku akan mengajak mu menuju tempat pusat petualangan, yang letaknya di sebelah barat istana laut timur"


"Disana, kau akan merasakan kehidupan sesungguhnya" ujar putri Sanum kepada putri aurora.


"Benarkah?" tanya putri aurora penasaran


"Benar"


"Aku berkata yang sebenarnya" jawab putri Sanum


"Baiklah"

__ADS_1


"Kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang" ajak putri aurora


"Ayo" jawab putri Sanum pendek.


Akhirnya mereka berdua pergi menuju ke tempat yang disebutkan oleh putri Sanum.


Perjalanan menuju ke tempat itu tak terlalu jauh..Beberapa waktu kemudian perjalanan mereka menuju ke tempat itu telah sampai.


Terkejutlah putri Aurora setelah mereka berdua telah sampai di tempat itu. Dengan rasa penasaran putri aurora bertanya pada putri Sanum.


"Putri, sungguh aneh tempat ini"


"Suasana sangat redup"


"Makhluk yang ada di tempat ini juga sangat aneh" ujar putri aurora penasaran


Putri Sanum tersenyum mendengar ucapan putri aurora. Sambil tersenyum, putri Sanum menjelaskan tentang tempat itu kepada putri aurora


"Ketahuilah putri aurora, ini adalah tempat dimana alam peri dan alam iblis bertemu"


"Sedangkan alam yang saat ini kita tinggali yaitu di istana laut timur termasuk dalam alam peri" ujar putri Sanum.


"Ayo kita bermain disini" ajak putri Sanum kepada putri aurora.


Putri aurora mengangguk senang. Mereka berduapun bermain sesuka hati mereka di perbatasan antara alam peri dan alam iblis. Hingga pada akhirnya mereka berdua lupa jika pijakan kaki mereka tersangkut ke alam iblis.


Dengan wajah pucat, putri Sanum menjawab pertanyaan putri Aurora


"Oh putri aurora, kita terjebak di alam iblis" jawab putri Sanum terbata-bata


"Kalau begitu, ayo kita kembali sebelum terlambat" ajak putri aurora sambil menggandeng tangan putri Sanum.


Mereka berdua pun terbang kembali dimana ke alam peri. Namun, rupanya suasana telah malam dan pintu perbatasan antara alam peri dan alam iblis tertutup.


"Ah sial"


"Kita harus menunggu besok jika ingin kembali ke alam peri" ujar putri Sanum dengan nada kesal.


"Trus, kita harus istirahat dimana?" tanya putri aurora


Putri Sanum memandang ke segala arah dan dari kejauhan terlihat sebuah gua bawah air dan putri Sanum mengajak putri aurora untuk beristirahat di sana.


"Ayo, kita istirahat di gua itu"


"Besok, kita kembali ke alam peri" ujar putri Sanum


Putri aurora menganggukkan kepalanya tanda setuju dan mereka berdua pergi ke gua bawah air alam iblis.


Mereka berdua tak tahu jika ada bahaya yang mengancam. dalam gua itu terdapat siluman air yang sangat ganas.

__ADS_1


Jika ada makhluk asing yang masuk, siluman air tak segan untuk membunuh mereka.


Sementara itu, di tempat lain yang juga du negeri Iblis, terlihat iblis Samun sedang mempersiapkan diri untuk melawan negeri langit.


Beberapa siluman yang akan ikut berperang melawan negeri langit juga telah melakukan latihan sesuai arahan dari iblis Samun.


"Sepertinya, pasukan ku telah layak untuk menyerang negeri langit kembali"


"Aku akan segera melaporkan kepada iblis ming tentang kemajuan yang telah aku capai agar dia tak curiga" ucap iblis Samun sambil meneguk air yang sejak tadi sudah ada di tangannya.


"Sebentar lagi, habislah kau iblis Ming"


"Aku sudah mempunyai pendukung setia dari kalangan prajurit dan saat penyerangan ke negeri langit, kami akan berbalik menyerangmu" ujar iblis Samun sambil tersenyum bangga.


Rupanya, ucapan iblis Samun terdengar di telinga siluman cermin. Dan dengan tertawa gembira, siluman cermin pergi menemui iblis ming untuk melaporkan apa yang sedang didengar maupun dilihatnya


Untungnya, iblis Samun mendengar suara langkah kaki siluman cermin dan tanpa menunggu waktu lama iblis Samun mencegat siluman cermin agar tak bisa pergi jauh darinya.


"Hai siluman cermin"


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya iblis Samun dengan tatapan curiga


"Oh, iblis Samun"


"Aku hanya lewat saja dan tak melakukan apapun" ucap siluman cermin ketakutan


"Kau tak bisa berbohong kepadaku"


"Jika kau berbohong, aku akan memecahkan cermin mu sehingga kau tak bisa bekerja lagi di alam iblis" ancam iblis Samun dengan tatapan tajam.


"Oh , jangan lakukan itu iblis Samun"


"Aku menyerah"


"Jika kau memaafkanku, aku rela menjadi pengikutmu" rengek iblis cermin memohon.


"Oh, bagus kalau begitu"


"Kalau begitu, kau aku tugaskan memantau segala tindakan iblis ming dan laporkan kepadaku"


"Ingat"


"Jika kau berkhianat, pengikutku akan menghancurkan cermin mu"


"Lihatlah"


"Seluruh prajurit siluman yang akan berperang ke negeri langit sudah dibawah perintahku"


"Iblis ming tak punya kekuasaan apa-apa" ancam iblis Samun

__ADS_1


__ADS_2