Kaisar Langit Generasi Ketiga

Kaisar Langit Generasi Ketiga
Episode 52 (terkejut)


__ADS_3

Siluman ulat sutra terus berlari dan memegang tangan Sioming dengan sangat erat.


"Siluman ulat sutra, tolong lepaskan genggaman tanganmu" teriak sioming meronta-ronta


"Tidak, aku tidak akan membiarkan mu mati sia-sia" ucap siluman ulat sutra sambil terus terbang meninggalkan pertempuran para iblis dan para dewa yang saat itu sedang dalam situasi genting.


Sioming terus meronta dan berkata kepada siluman ulat sutra


"Siluman ulat sutra"


"Kita tak pernah kenal dekat dan kiranya garis keturunan kita tak pernah mempunyai dendam di masa lalu"


"Mengapa kau membawaku pergi dengan paksa"


"Apa yang kau ingin kan dariku?" tanya Sioming penasaran


"Pastinya, kau tak bisa berharap mendapatkan cintaku" ucap sioming sambil memalingkan wajahnya


Hati siluman ulat sutra sangat teriris mengingat kisah cintanya dengan jin min telah terjalin selama ribuan tahun dan selama bersama jin min tak pernah ada hal yang menyakitkan baginya.


Baru kali ini dirinya merasakan sakit yang luar biasa.


"Kalau tau akan terjadi hal seperti ini, aku tak kan mengijinkan jin min untuk melewati roda waktu dan bereinkarnasi"


"Aku akan tetap bersama arwah jin min dan pergi kemana aku suka bersamanya"


"Dasar aku sangat bodoh"


"Aku tak mengira jika jin min tak mengingatku sama sekali" gumam Siluman ulat sutra dalam hati.


Rupanya, Ocehan Sioming yang mengejek dirinya tak mempengaruhi sikap siluman ulat sutra. Dirinya tetap menggenggam erat tangan sioming dan hal itu membuat sioming semakin sebal saja.


Sementara itu di negeri langit, iblis ming mulai kehilangan konsentrasi karena menghilangnya Sioming secara mendadak.


"Kemanakah Sioming dibawa olehnya?"


"Dasar siluman ulat sutra sialan"


"Aku akan mengambil Sioming kembali" gumam iblis ming dalam hati sambil menangkis serangan pasukan langit dan pasukan siluman yang bertubi-tubi menghujam tubuhnya.


Hingga pada satu waktu, iblis ming menemukan celah untuk bisa lari dari medan pertempuran yang tak seimbang baginya.


Tubuh iblis ming mulai berputar bagai gasing dan dalam sekejab telah hilang tak berbekas.


Prajurit langit maupun prajurit siluman terkejut karena dalam waktu yang sangat cepat, iblia ming sudah tak ada di depan mata mereka.


"Kemana larinya iblis ming?"

__ADS_1


"Sial"


"Aku tak bisa membunuhnya" ucap iblis Samun dengan raut muka penuh kekecewaan.


Untuk mengamankan posisinya di negeri siluman, akhirnya iblis Samun meminta ijin kepada hirokisu untuk pergi ke negeri siluman, untuk mencegah iblis ming masuk ke wilayah kekuasaannya lagi.


"Hirokisu, sasaran kita telah pergi entah kemana"


"Tidak ada hal yang perlu kita lakukan untuk saat ini"


"Aku yang saat ini bertugas sebagai panglima iblis, akan secepatnya pergi ke negeri iblis, untuk menghalangi iblis ming pulang ke negeri iblis" ucap iblis Samun kepada Hirokisu.


"Hem, baiklah paman"


"Berilah sinyal kepadaku jika kau menemui iblis ming sendirian"


"Aku akan secepatnya datang membantumu" ucap Hirokisu kepada iblis Samun.


Hirokisu segera memberikan sebuah batu langit miliknya dan diberikan nya batu langit itu kepada iblis Samun.


Iblis Samun tampak tersenyum puas menerima batu langit pemberian dari Hirokisu tersebut.


Kesanggupan Hirokisu yang diluar dugaan nya, membuat iblis Samun sedikit lega karena tak kan ada lagi yang bisa menyentuh dan membunuhnya selama Hirokisu masih hidup.


"Baiklah Hirokisu"


"Aku akan membawa batu langit pemberian darimu"


"Mulai sekarang, iblis ming tak berhak menempati negeri iblis lagi"


"Siapkan penjagaan di setiap sudut perbatasab istana iblis" ucap iblis Samun


Akhirnya, situasi menjadi tenang kembali. Prajurit langit yang terluka segera dibawa menuju balai pengobatan istana langit yang terletak tak jauh dari kediaman sang dewi bunga yang merupakan nenek daro Hirokisu.


Di tempat lain, siluman ulat sutra rupanya telah berhasil membawa Sioming di gua dimana dirinya pernah bercinta dengan jin min di masa lampau


"Sioming, apakah kau ingat tempat ini?" tanya siluman ulat sutra mencoba merangsang alam pikiran jin min yang telah tertutup oleh roda perputaran nasib saat dirinya berienkarnasi.


"Siluman ulat sutra"


"Apakah kau sudah gila?"


"Sejak kecil, aku tak pernah melihat tempat ini"


"Bagaimana aku bisa mengingatnya?" ucap Sioming dengan nada tinggi.


Mendengar ucapan Sioming, siluman ulat sutra menarik nafas panjang seakan tak percaya jika jin min benar-benar telah melupakan kenangan indah bersamanya.

__ADS_1


"Baiklah, jika kau tak mengingatnya, aku akan menaburkan bubuk penawar jiwa milikku" ucap siluman ulat sutra sambil membuka bungkusan yang berisi bubuk penawar jiwa yang baru saja diperolehnya dari istana laut barat.


Siluman ulat sutra menaburkan secara paksa bubuk penawar jiwa dan bubuk penawar jiwa itu tepat mengenai muka Sioming.


Sioming pun terbatuk karena dirinya telah menghirup bubuk penawar jiwa yang ditaburkan secara paksa oleh siluman ulat sutra menuju ke arahnya.


"Siluman ulat sutra, kau sungguh kejam"


"Apa maksud mu menaburkan bubuk aneh ke wajahku?"


"Apa kau ingin merusak wajahku yang cantik ini hanya karena aku telah menolak cintamu?" tanya Sioming


Siluman ulat sutra yang mendengar umpatan Sioming hanya terdiam namun terus memantau reaksi Sioming setelah menghirup bubuk penawar jiwa miliknya.


Beberapa lama kemudian, setelah menghirup bubuk penawar jiwa yang telah ditaburkan ke wajahnya, Sioming sedikit mengantuk. Matanya sulit untuk membuka.


"Siluman ulat sutra"


"Apa yang telah kau lakukan kepadaku"?


"Kau sungguh sangat licik"


"Kau tega membuatku tertidur agar supaya kau bisa menikmati tubuhku"?


"Kau salah besar"


"Tubuhku boleh kau rasakan tapi tidak dengan hatiku" ucap Sioming sambil terbujur lunglai karena tak dapat menahan rasa kantuk yang telah membelenggunya.


Beberapa waktu kemudian, bubuk penawar jiwa pemberian dari siluman ulat sutra mulai menunjukkan reaksinya.


Sioming mulai tertidur pulas dan dirinya tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya lagi.


Saat tubuhnya telah terjatuh ke tanah, siluman ulat sutra dengam cepat membawa tubuh Sioming ke dalam sebuah bilik kamar yang ada di dalam gua tersebut.


Sementara itu, iblis ming masih saja mencari keberadaan Sioming yang hilang entah kemana.


"Sioming, dimana kamu"


"Tunggu, aku akan segera menemukanmu"


"Tunggu" ucap iblis ming dengan lantang.


Tepatnya di perbatasan antara negeri langit dan negeri siluman, iblia ming mulai berkonsetrasi untuk mencari keberadaan Sioming dan tak menunggu waktu lama, iblis ming menemukan keberadaan Sioming yang ternyata tak jauh darinya.


"Hem, rupanya siluman ulat sutra telah membawa Sioming menuju sebuah gua yang masih di wilayah kekuasaan ku"


"Aku akan segera mengejarnya sebelum terlambat" ucap iblis ming sambil terbang menuju ke gua dimana siluman ulat sutra dan Sioming berada di sana.

__ADS_1


Bersambung ...


Tunggu kelanjutannya


__ADS_2