
Iblis ming tetap memandang Siluman ulat sutra dengan tatapan penuh kebencian. Penjelasan siluman ulat sutra rupanya tak dapat membuat hatinya tenang. Semua yang dirasakan iblis ming diluar nalar logika..
Nafasnya terengah-engah karena kebencian yang makin menusuk jantung nya ketika melihat sesuatu milik nya direbut begitu saja oleh siluman ulat sutra.
Tanpa berpikir panjang lagi, iblis ming mengeluarkan bola api yang sangat besar dan hal itu membuat siluman ulat sutra terkejut dan tak siap untuk menangkis serangan iblis minf yang datang secara tiba-tiba.
"Terimalah seranganku siluman ulat sutra"
"Aku ingin kau mati di depan ku dan di depan Sioming"
"Itulah bayaran yang harus kau terima akibat ulahmu yang telah merebut milikku" ucap iblis ming penuh kemarahan.
Saat bola api hampir mengenai siluman ulat sutra, tanpa disadari oleh iblis ming dan siluman ulat sutra, sioming tersadar dari pingsan nya dan terkejut melihat apa yang telah terjadi.
"Iblis ming, jangan lakukan itu" tiba tiba Sioming berteriak keras dan hal itu diluar dugaan iblis ming
Dengan cepat Sioming menangkis bola api itu namun kekuatan bola api yang begitu besar membuat tubuh Sioming tak mampu menangkisnya.
Tubuh Sioming terdorong dalam jarak beberapa meter dari tempat semula, dan akibat benturan keras yang terjadi, tubuh Sioming terluka dan hal itu membuat iblis ming dan siluman ulat sutra cemas.
"Sioming, apa yang kau lakukan"?
"Mengapa kau membela siluman ulat sutra yang bahkan kau tidak mengenal nya?" ucap iblis ming dengan tatapan penuh rasa cemburu.
Sioming yang mulai sadar bahwa dirinya adalah jin min berusaha meredam amarah iblis ming dengan berkata
"Iblis ming, ketahuilah"
"Dimasa yang lalu, aku adalah jin min, kekasih siluman ulat sutra"
"Aku berupa jiwa tanpa tubuh selama ribuan tahun yang lalu"
"Atas ijin kekasihku siluman ulat sutra, aku bereinkarnasi menjadi siluman agar kita bisa bersama selamanya"
"Namun, akibat perpindahan tubuh ini, aku lupa akan kejadian di masa lalu dan baru sekarang aku bisa mengingatnya" ucap Sioming kepada iblis ming.
__ADS_1
Mendengar ucapan Sioming, iblis ming setengah tak percaya dan murka.
"Sioming, kau sungguh jahat"
"Setelah apa yang kau lakukan padaku, kau tega meninggalkan aku begitu saja?"
"Tidak"
"Kau berkata bohong"
"Kau bukan Jin min"
"Kau adalah Sioming"
"Sioming yang saat ini menjadi kekasihku"
"Siluman ulat sutra rupanya sudah mencuci otakmu hingga kau berhalusinasi dan menganggap dirimu adalah Jin min" ucap iblis ming dengan nada sangat marah.
Sioming hanya terdiam mendengar ucapan dari iblis ming. Sosok iblis ming yang diluar kendali rupanya tak dapat menerima apapun yang dikatakan nya.
Saat iblis ming sedikit lengah, dengan kelihaian nya, Sioming menggandeng tangan siluman ulat sutra dan memberika kode kepada siluman ulat sutra agar segera pergi meninggalkan iblis ming saat itu juga.
Rupanya, siluman ulat sutra juga sudah siap dengan segala rintangan yang ada. Dengan cepat siluman ulat sutra dan sioming menghilang dari pandangan iblis ming dan hal itu membuat iblis ming terkejut.
"Hah, kalian pergi kemana"?
"Mengapa dengan tiba-tiba pergi meninggalkan ku?"
"Tunggu pembalasan ku"
"Aku akan segera menemukan kalian berdua sampai dapat"
"Aku akan membunuh siluman ulat sutra yang telah tega meracuni otak Sioming hingga menjadi seperti ini" ucap iblis ming sembari mengejar Sioming dan siluman ulat sutra yang terlebih dahulu pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara itu di tempat lain, Hirokisu pergi menuju ke tempat dimana Dewi perang berada. Dirinya mulai merasa bersalah atas apa yang telah dilakukan nya.
__ADS_1
Saat di perjalanan, Hirokisu mengingat bahwa nenek nya adalah sang dewi bunga dan dengan ide nakal nya dirinya pergi ke istana sang dewi bunga untuk meminta bunga permintaan maaf yang akan diberikannya kepada Dewi perang agar sang dewi perang tak marah lagi kepadanya.
Sesampai di istana bunga, Hirokisu memanggil dewi bunga yang saat itu sedang duduk bersama Dewa air.
"Nenek, apakah kau sedang sibuk bersama kakek?" tanya Hirokisu sembari menundukkan kepalanya.
Dewi bunga yang saat itu asyik bercanda bersama Dewa air segera menoleh ke arah suara
"Oh, Hirokisu?"
"Kemarilah nak" ucap dewi bunga sembari tersenyum senang.
"Tak biasanya kau datang kemari"
"Apa yang kau ingin kan dariku?"tanya dewi bunga penasaran
"Nenek, aku ingin memberitahukan sesuatu kepadamu" ucap Hirokisu kepada dewi bunga
"Apa yang kau inginkan, cepat katakan" ucap dewi bunga dengan wajah tak sabar.
"Begini nenek"
"Dewi perang, teman kecil ku saat ini sedang marah kepadaku"
"Kata-kata kasarku rupanya telah menyakiti hatinya"
"Aku ingin, kau memberikan aku bunga permohonan maaf dan akan aku berikan untuknya"
"Apakah nenek bersedia memberikannya kepadaku?" tanya Hirokisu kepada dewi bunga.
Mendengar permintaan Hirokisu, dewi bunga tersenyum lepas.
Cucu kesayangannya rupanya mulai mempedulikan perasaan orang lain mengingat saat masih kecil dirinya tak melihat sifat itu ada pada cucunya.
"Ha ha ha, baiklah hirokisu"
__ADS_1
"Berikan lah bunga ini kepada dewi perang"
"Setelah dia mencium aromanya, dia akan luluh kepadamu" ucap dewi bunga sambil memberikan satu ikat bunga kepada Hirokisu